60. Bryan menolak

5.1K 481 12
                                        

"Rayan astaga ngapain sih?" Queisha menatap tajam suaminya yang masih main hp diatas kasur

"Main hp"

"Kerja Ray, dari tadi males banget"

"Gak mau"

"Rayan ish"

Rayan fokus pada hpnya tidak perduli dengan istrinya yang sedang merasa kesal karena tingkahnya.

"Ada apa sih di hp?" Pria itu hanya melirik istrinya

"RAYAN"

"Berisik Qey"

"Kamu selingkuh ya?" Pekik Queisha melempar pakaian yang ia siapkan untuk suami malesnya

"Enggak" Rayan bangkit menjadi duduk dikasur

"Kenapa asik banget main hp?"

"Aku gak mau kerja hari ini"

"Jangan mulai Ray"

"Mulai apa sih?"

"Papa kamu udah telfon aku nanyain kamu itu sebenernya sakit apa udah 10 hari gak kerja"

"Aku mau di rumah aja temenin twins sama kamu"

"Terus siapa yang mau cari uang?"

"Janji besok aku kerja sayang"

Pria dengan dua anak itu memeluk istrinya. "Janji" ulang Rayan

"Jangan bohong"

"Kapan sih aku bohong sama kamu hm?"

Rayan menatap lembut Queisha yang juga menatapnya. Perlahan wajah Rayan mendekati wajah Queisha hingga mata keduanya terpejam.

"U-udah Ray" Queisha bangun dan berjalan menuju pintu

"Mandi!"

"Iya sayang"

Setelah Queisha keluar Rayan menuju kamar mandi dan saat melewati cermin besar ia berhenti dan menatap pantulan dirinya.

"Gak ada yang berubah"

"Queisha gak mungkin ninggalin gue"

Rayan kembali melanjutkan jalannya menuju kamar mandi. Sedangkan Queisha duduk di kursi pinggir kolam renang.

Usia kehamilannya sudah 3 bulan keadaannya sangat baik tidak ada masalah apapun.

"Huh cepet banget, udah lebih dari 5 tahun gue nikah sama Rayan, dan bakal ngelahirin anak ketiga rasanya baru kemarin Rayan nembak gue, eh gak deh dia maksa"

Queisha meminum jus yang tadi sudah ia buat dan memainkan hpnya. "Sayang"

"Iya"

Rayan berlari dari dalam rumah. "Ngapain disini?"

"Istirahat"

"Masuk"

"Gak mau"

"Udah mulai panas Qey"

"Ribet kamu mah" Queisha berjalan masuk ke rumah dengan Rayan dibelakangnya

"Yang twins dijemput besok aja ya"

"Sekarang"

"Jangan, aku masih mau bedua sama kamu"

"Orang tua aku sore nanti udah balik ke Jakarta"

"Lho bukannya lusa?"

"Bukan"

"Okay"

"Hari ini cek kandungan aku ikut twins juga"

My Perfect Husband Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang