Queisha sudah siap untuk pergi ke rumah sakit dimana ia akan praktek. Rayan akan mengantar ia ke rumah sakit.
"Ray nanti aku gak bisa bawain kamu makan siang, jadi aku bawain sekarang aja yah, nanti kamu panasin lagi" ucap Queisha, Rayan hanya mengangguk setuju
"Nanti aku jemput" ucap Rayan
"Emang kamu ngak sibuk?"
"Nggak sih, kalau aku ngak jemput kamu sama siapa pulangnya?" tanya Rayan
"Heum aku bawa mobil aja Ray"
"Ngak, aku anter jemput aja"
"Bilang aja kamu maunya aku pulang pergi sama kamu" ujar Queisha membuat Rayan terkekeh
"Ayo jalan" Queisha memeluk lengan Rayan.
Selama perjalanan Rayan terus memberi aturan apa saja yang tidak boleh di lakukan oleh Queisha.
"Denger ya Qey, kalau ada dokter cowo yang deketin kamu jangan mau, inget ada aku, dan jangan mau kemanakan modus sama pasien cowo, yang pura-pura sakit" ujar Rayan membuat Queisha hanya geleng kepala
"Sayang kamu denger ngak sih?" tanya Rayan saat melirik Queisha hanya menatap ke luar mobil
"Denger sayang, lagian kamu pede banget sih ada yang mau deketin aku" jawab Queisha menatap Rayan
"Kita ngak tau Qey, makanya kamu jangan cantik banget dong, aku jadi gak tenang kalau kamu ketemu banyak orang"
"Makasih Rayan aku emang cantik tapi gak segitu cantiknya Ray" Queisha memutar matanya malas
"Kamu itu cantik Qey, jangan gak bersyukur gitu deh"
"Bukannya ngak bersyukur Ray, lagian kamu juga ganteng tapi aku santai aja" jawab Queisha membuat Rayan menatapnya
"Kita beda Qey, cara kita beda" ujar Rayan
"Okey Rayan, aku gak akan deket sama cowo lain" Queisha menyerah Rayan tidak akan mengalah kalau masalah cemburu
"Bagus, sayang kamu" Rayan menarik Queisha kepelukannya dan menyetir dengan satu tangan
"Heum" jawab Queisha
Rayan kembali fokus menyetir dan Queisha ia memainkan hpnya. Mereka sampai di halaman rumah sakit.
"Rayan doain semoga lancar" ucap Queisha
"Pasti sayang, inget pesen aku" jawab Rayan
"Iyaiya, tapi aku gugup banget Ray" ekspresi Queisha membuat Rayan gemas dan mencubit pipi Queisha
"Udah santai aja, kalau ada apa-apa langsung kabarin aku" Rayan mengecup kening Queisha dan Queisha membalasnya dengam mencium pipi Rayan
"Aku masuk deh" Queisha keluar dari mobil dan saat akan masuk kedalam pintu Queisha menengok kearah Rayan yang sedang melihatnya dari mobil dengan kaca yang diturunkan sempurna
Setelah Queisha sudah tidak terlihat, Rayan meninggalkan rumah sakit menuju kantor.
"Pagi pak" sapa Lena
"Pagi, jadwal saya apa aja hari ini?" tanya Rayan
"Ada pertemuan dengan pak Rey jam 10" jawab Lena
"Setelah makan siang?"
"Ada pertemuan dengan bagian keuangan pak"
"Okey"
Rayan langsung masuk kedalam ruangannya. Mengerjakan pekerjaanya dengan cepat.
Queisha sendiri ia sedang berdiri diantara para dokter yang lain, ia akan memperkenalkan diri.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Husband
RomanceCover by: Shoviya ••••••••••••••••••• "Pernikahan bukan pilihan yang mudah. Saat mereka harus memutuskan segala hal bersama, mengikuti apa yang disuka dan apa yang tidak disukai pasangannya. Pernikahan bukanlah suatu mainan jika bosan maka berhenti...
