29. Baby Bryan

15K 1.1K 26
                                        

Pagi sudah menyapa, Queisha yang masih tidur merasa terusik karena Rayan yang menyembunyikan wajahnya di leher Queisha agar tidak terkena sinar matahari.

"Rayan bangun" ujar Queisha sedikt mendorong wajah suaminya dari leher.

"Bentar lagi Qey"

"Yaudah kamu awas dulu, aku mau liat baby"

Rayan langsung menjauh dan memeluk guling. Pagi ini Queisha akan pergi ke Target untuk berbelanja.

Queisha melihat kedua anaknya yang masih tidur. Ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan menuju dapur.

"Pagi Riel" sapa Queisha

Seriel sudah ada di dapur dan sedang memasak sarapan. "Kok kamu yang masak?" tanya Queisha

"Iya aku lagi pingin"

"Bibi kemana?"

"Aku suruh kerjain yang lain" jawab Seriel

"Udah selesai?" tanya Queisha

"Udah"

"Ayo bawa ke meja makan"

Dave sudah ada disana duduk dengan rapih. "Udah disini aja" ujar Queisha

"Iya dong nungguin istri gue masak"

"Iyaiya"

"Pagi sayang" Rayan datang dan mengecup bibir Queisha

"Pagi"

"Ayo sarapan" ajak Dave

Mereka sarapan dan setelah selesai mereka bermain dengam baby. Bryan dan Keyra di bawa ke ruang tengah. Sampai akhirnya Queisha dan Seriel pergi.

30 Menit

Bryan cenderung lebih pendiam. Jarang menangis, ia akan menangis kalau Queisha jauh darinya.

"Zeze kemana?" tanya Dave yang melihat Bryan menangis di gendongan Rayan, sedangkan Keyra di gendong olehnya

Tadi saat sedang bermain dia mendapat telfon jadilah ia tidak tahu kalau Istrinya dan adiknya pergi.

"Ke Target" jawab Rayan

"Lho gue kira Seriel doang"

Pintu utama terbuka dan Queisha muncul disana bersama Seriel. Queisha berjalan menuju ruang tengah. Terdengar suara tangisan Bryan.

Queisha langsung merebut Bryan dari Rayan. "Kamu lama sih" ujar Rayan dan Queisha hanya diam

"Ini mama sayang" ujar Queisha mengecup pipi anaknya dan Bryan langsung berenti menangis, tangannya meraba wajah Queisha

"Pinter, jangan nangis lagi yah" lanjut Queisha

"Nangisnya dari tadi?" tanya Queisha

"10 menit sebelum kamu pulang" jawab Rayan

"Dia ngak bisa jauh dari lu Ze" ucap Dave yang diangguki Seriel

"Iya Qey, Bryan aku perhatiin nangis kalau jauh dari kamu doang" sahut Seriel

"Heum anak aku banget" ujar Queisha tersenyum

Rayan yang melihat Keyra mulai gelisah, langsung menggendongnya. "Kalau Keyra lebih deket sama Rayan" ujar Dave

"Lu cepet nyusul Dave" ucap Queisha

"Pasti" jawab Dave dengan mantap

"Dave ntar gue ngak bisa anter ke bandara, sory yah"

My Perfect Husband Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang