40. Queisha sakit

11K 890 24
                                        

"Ray sama Coklat almond satu" ujar Queisha disebrang sana

Rayan sedang berada di Toserba, Queisha meminta Rayan membelikan beberapa makanan.

"Apa lagi?" tanya Rayan

"Kamu mau apa?"

"Aku mau kamu"

"Ck udah itu aja" jawab Queisha

"Okay, tunggu aku Wife"

"Yes Husband"

Sambungan telfon terputus Rayan segera berjalan menuju kasir. Cukup panjang antrian di kasir, sebenarnya Rayan sangat tidak suka menunggu, tapi untuk istrinya ia akan melakukan apapun.

Selesai membayar Rayan langsung berjalan menuju mobilnya. Sampai diparkiran ada yang menahannya.

"Rayan" panggilnya dan Rayan hanya diam tidak berniat menjawab

"Gimana keadaan Queisha dan anaknya?"

Rayan akan berjalan pergi dari sana, namun orang itu kembali menahannya. Rayan langsung meninju orang itu hingga tersungkur di jalan.

"Berenti ganggu Queisha, Lucas" ujar Rayan dengan tegas

Lucas terkekeh pelan, ia bangkit dan menatap Rayan remeh. "Jaga keluarga lo" ujar Lucas dengan seringai

"Gue pasti dapetin apa yang lo punya" lanjut Lucas

Rayan hanya diam menatap datar Lucas yang mengancamnya. "Stupid" ujar Rayan

Rayan langsung berjalan menuju mobilnya. Lucas yang masih diam menatap sengit kearah mobil Rayan.

Rayan melajukan mobilnya kecepatan rata-rata, ia tidak terlalu emosi dengan Lucas. Karena sudah biasa orang syirik dengan apa yang ia punya, hidupnya sesempurna itu dimana mereka.

Sampai di rumah Rayan menemui penjaga "Terus awasi sekitar"

"Siap Tuan" Rayan mengengguk dan masuk kedalam rumah

"Assalamualaikum" ujar Rayan melihat istri dan kedua anaknya berdiri di depan pintu

"Waalaikumsalam" jawab Queisha mencium punggung tangan Rayan

"Ayo salim sama papa" ujar Queisha menuntun kedua anaknya yang sudah berusia 3 Tahun untuk mencium punggung tangan Papanya

Rayan menggendong kedua anaknya dan Queisha berjalan disampingnya dengan membawa tas dan jas Rayan.

"Wangi" Rayan mencium pipi kedua anaknya

"Iya, dimandiin mama" ujar Keyra

Rayan mencium leher Queisha "Kamu juga wangi" ujar Rayan

"Kamu bau, ayo mandi dulu" jawab Queisha membuat Rayan terkekeh pelan

"Come on"

Mereka berjalan menuju kamar utama. Babys di letakan di kasur, sedangkan Queisha berjalan menuju walk in closet untuk menyiapkan baju Rayan.

Rayan tidak langsung masuk ke kamar mandi ia memeluk Queisha yang sedang memilihkan pakaian untuknya. ''Kenapa Heum?'' tanya Queisha mengelus sisi kanan wajah Rayan 

''Gakpapa'' jawab Rayan menenggelamkan wajahnya pada leher istrinya 

Mereka sama-sama diam, Queisha membiarkan Rayan memeluknya dan Rayan sangat menikmati posisinya saat ini. ''Mamah'' teriakan itu membuat Queisha langsung melihat ke arah pintu ada kedua anaknya yang menatap mereka

Rayan hanya diam tidak pindah dari posisinya, belakang ini kedua anaknya selalu mengganggu waktunya dengan Queisha. ''Lepas dulu Ray'' ucap Queisha 

My Perfect Husband Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang