Akan

7.6K 226 6
                                        




Jangan lupa vote okey?



.





Sudah 1 bulan ini Zas tinggal bersama Xavier dan semuanya masi bisa di kendalikan tanpa harus bolak balik rumah sakit

Berniat makan malam di samping gadis itu sambil sesekali mengajaknya mengobrol tapi....
Saat hendak duduk di samping 'putri tidur' itu, tanpa sengaja tangan Xavier menumpahkan air mineral yg ada di genggamannya, dan yah... Airnya tumpah tepat di baju yg Zas kenakan

"Ck aish"
Tentu saja dia kebingungan, bagaimana tidak, air itu jatuh tepat di bagian dada Zas "sialan" Xavier mengambil kain lalu me-lap bagian leher dan dada Zas yg terciprat air

"Ck klo dia masuk angin gimana anj"
"Nambah beban lo sialan"

Dengan terpaksa Xavier mendudukkan Zas dan kepala tempat tidur sebagai sandaran Zas agar tak terjatuh

Xavier bukan lah laki laki tak berpendidikan atau lelaki mesum lainnya, dia sangat menghormati wanita apa lagi dalam keadaan seperti ini dia tak mau mengambil keuntungan

Tapi....

Xavier membuka lemari pakaian untuk mengambil baju "Nyusahin bet lo anjing"

"Makanya bangun biar kaga nyusahin" dengan kepala menghadapi ke lain arah, perlahan lahan tanpa melihat, Xavier membuka kemeja yg Zas kenakan "anjir gua kaga ada bh!" "Kaga make sekali gapapa kali ya" gumamnya pada dirinya sendiri.

Sial! Zas tidak punya tenaga sebanyak itu untuk bersandar bahkan untuk sekedar membuka mata saja dia tak bisa, apa lagi untuk bersandar, alhasil saat selesai membuka kemeja dan bra milik Zas. Tubuh Zas terhuyung kearah Xavier.

"Eh..."
Dasar bodoh! Refleks Xavier malah menaruh telapak tangannya tepat di dada Zas, maksud baik tapi malah menjebak dirinya sendiri dalam situasi seperti ini.

"Eh anjing aduh maaf gak engaja sumpah" tolol! Laki laki itu malah refleks melepaskan telapak tangannya dari dada Zas, tentu saja Zas terhuyung jatuh, untung saja Xavier cepat menangkapnya hohh.... Untung ditangkep.

Wtf.

Biar bagaimanapun Xavier seorang lelaki normal, disuguhkan seperti ini di depan mata pasti tak akan menolak "anjir jangan gatel yah, gua udah sosial distancing nih, jangan kurang ajar yah mbak" payudara Zas tepat tertangkap oleh tangan Xavier, sungguh ini benar-benar ketidak sengajaan.

"Gua cowonormal juga anjir!" Xavier perlahan meremas payudaranya... Tetap tanpa melihat, yah benar, dia memalingkan wajahnya kearah lain.

"Buset pas" ucap polos Xavier tanpa memikirkan kedepannya.

Xavier terbuai nafsu dan kembali mengulangi apa yg beberapa menit ia lakukan tadi, bedanya saat ini remasannya sedikit lebih kencang dari sebelumnya nya.

Xavier kembali meremas kuat dada Zas, sekarang dia sudah semakin gila akibat kebodohannya sendiri, tidak seperti tadi yg malu malu, sekarang Xavier tak tahu malu menolehkan wajahnya pada  dada gadis itu sambil terus meremasnya, tentu saja, laki laki normal mana yang tak bernafas ketika melihat dan sedang meremas payudara tanpa sehelai benang pun.

"Baperan banget di bilangin jangan ngaceng" ucapnya sambil melihat kebawah celana nya tapi tak melepas remasan remasan pada payudara Zas.

Xavier menyandarkan tubuh Zas pada kepala tempat tidur 6 kaki itu lalu memegangi pinggul ramping gadis itu agar tak terhuyung, Xavier mendudukkan tubuhnya di atas paha Zas yg sedang bersandar dan perlahan lahan menjilati puting coklat gadis itu tanpa rasa bersalah sedikitpun.

XAVIER (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang