Diminta.

1.9K 86 1
                                        

Jangan lupa vote!
Sama komen dong soalnya mood aja gt


.


.







I'm afraid

That band aids

Are not good

For heartach

Not okay

So tell me when your world is falling down

Lagu berjudul bandaids yg dinyanyikan oleh seorang musisi bernama Keshi. Lagu itu sejak tadi menjadi teman kesendirian Zas menggambarkan apa yg tidak bisa ia gambarkan lewat kata-kata.

Afraid of falling down

But fire has started right behind me

And if i don't jump now

I fear that i can't take the burning

I can't hear a sound

Nothing that i say can hurt me

Dive into the ground

I fear that i can't take the burning

"I'm afraid" sambung Zas mengikuti lagu yg masih berputar tenang di kamarnya.

Lagu ini juga lagu kesukaan Lev oleh karena itu Zas juga menyukainya. Pasangan berbeda alam itu juga menyukai sebuah lagu yg di bawakan oleh finding hope berjudul 3.00 AM dan juga Love, masih dengan musisi yg sama.

Jemari lentik Zas menyentuh benda pintar itu untuk mengganti musik yg ingin ia dengar.

"Baby it's 3.00 AM"

Dan pilihannya jatuh di lagu 3.00 AM, Zas menyanyikan lagu kesukaannya dengan tenang sedikit bersuara tapi begitu lirih.

Seharian penuh Zas sudah cukup menyiksa dirinya sendiri dan janin di rahimnya, ia merasa bersalah karena tidak memikirkan nyawa lain di dalam dirinya tapi ia juga cukup stres dan tertekan jangankan untuk memikirkan yg lain, memikirkan dirinya sendiri saja tidak bisa.

Pukul tiga pagi tepat Zas turun kebawah untuk makan karena perutnya terasa mengisap.

Di meja makan, bukannya memakan makanan yg ia buat. Zas malah sibuk berfikir bagaimana nasibnya kedepannya dan bagaimana tanggung jawab Xavier karena memang beberapa hari ini laki-laki itu tidak menunjukkan batang hidungnya.

Buru-buru Zas menaiki tangga menuju kamar Eza, ada beberapa hal penting yg seharusnya du bahas sejak awal.

"Za"

"Eza!"

"Engh-- apa? Kenapa?"

"Gua mau tinggal sama Xavier"

"Apa?! Lo gila ya!" Sentak remaja lelaki itu, Eza langsung terbangun dari tempat tidur berusaha duduk dan menetralisir rasa kaget di jantung.

"Iya memang"

"Lo mau tinggal sama Xavier? Jangan ngaco deh kak, udah bagus tinggal disini jadi gak usah aneh-aneh!"

"Gua..... Gua mau ngejer tanggung jawab dia Za"

"Za gua juga gak mau tinggal satu atap sama dia, gua terlalu jijik buat sekedar papasan sama dia tapi gua juga harus ngejer tanggung jawab dia 'kan? Lagian gua juga gak sebodoh itu biarin bajingan itu hidup tenang padahal udah bunuh orang"

XAVIER (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang