HALOOOOO
ADA
KABAR
BARU NIH!
.
XAVIER GANTI SAMPUL!!!
.
.
Bagaimana jika seandainya Zaskya tidak meninggalkan Xavier dan kedua anaknya, tidak meninggalkan dunia ini tepatnya.
Mungkin adakah yang berbeda dari hidup Xavier yang sekarang? Atau jelas berbeda sebab dunianya masih berada di dunia. Biar ku beri gambaran sedikit tentang bagaimana hidup bersama dengan mu Zas agar mereka tahu bahwa tidak dengan mu adalah kematian ku dan hanya kamu perempuan tersayangku yang paling aku dambakan.
.
"Udah malem Zas, liat tuh udah jam dua pagi" ketus pria yang lengannya sudah menjadi bantal empuk bagi si wanita.
"Ayo dong cepet ceritain" rengek nya.
Hooh. Padahal Xavier sudah lelah dan tak bisa berfikir waras lagi tapi ia tak bisa berbuat apa apa juga sebab wanita di pelukannya itu sudah merengek dan memohon bagaimana tak luluh hati ini melihat wajah merengek nya saja membuat aku kesulitan bernafas, aku ingin ia yang ku puja dengan seluruh jiwa ku merasa bahagia, di cintai, di sayang, di puja dan di puji setiap waktu.
"Okey.... Chapter seribu satu, ah males ah kalau yang di tanyain kaya kemarin"
"Harus mau! Ayo ya aku mulai tanya nih"
"Hemmm"
"Kalau aku gak ada di dunia ini kamu gimana? Kamu nangisin aku gak? Anak anak aku siapa yang jaga? Kamu nikah gak sama perempuan lain? Kamu mau punya anak lagi gak dari perempuan itu?"
"Aduh banyak banget nanyanya, satu satu dong"
"Ya udah ya udah jawab yang paling pertama deh"
"Em.... Kalo kamu gak ada di dunia ini.... Dunia aku juga gak ada Zas, kamu dunia aku, kamu kecintaan aku, kamu hidup aku, sama kaya cinta kamu ke Lev yang begitu Lev pergi, dia ikut bawa setengah jiwa kamu pergi juga. Begitu pula aku, meskipun awalnya aku ngerasa ini hukuman atas perbuatan aku dulu, aku rela harus di hukum kaya gini terus asalkan hadiahnya kamu."
"Awal, pasti aku kehilangan kamu. Aku kesepian yang tadinya ada seseorang yang bakal nungguin aku pulang kapan pun itu, sekarang udah gak ada. Terus aku bakal rindu masakan kamu, pasti masakan orang lain rasanya biasa aja setelah itu, Aku bakal cium semua baju kamu di lemari sambil peluk cardigan kesayangan kamu yang sering kamu pakai, aku bakal tidur di sisi kamu tidur setiap malem-"
Jari jemari Zas mengelus tiap helai rambut Xavier mencoba memberi gestur menenangkan pria di hadapannya yang hampir menangis sekarang juga, sesak sekali mendengar pria yang akan di tinggalkan menceritakan bagaimana hidup berjalan setelah ia pergi.
"Cukup- pertanyaan selanjutnya"
"Belum siap ya ampun"
"Gak mau, sedih"
Xavier menatap mata indah Dewi kehidupannya, ia pun sama. Sama sedihnya menceritakan hal sialan yang sialnya akan Xavier hadapi jika suatu saat hidupnya, yaitu Zas. Pergi meninggalkannya baik setahun kedepan atau 50 tahun yang akan datang.
"Jawaban selanjutnya besok, bukannya aku gak mau tapi jam 5 aku mau ngojek ke pasar pagi"
.
Cukup dstu aja ya, besok aku up lg inii dadakan bgt
KAMU SEDANG MEMBACA
XAVIER (END)
Fiksi RemajaKecelakaan 7 bulan lalu membuat gadis cantik itu terbaring di kasur dengan mata tertutup sepanjang hari juga bunyi monitor sesekali menjadi alunan musik terfavorit Zaskya Tak lupa janin yang semakin hari semakin membesar didalam rahim 'putri tidur'...
