Hallo🤗
happy reading 💜
Ini bukan alam yang seperti biasanya Andre tempati, ini seperti taman yang hanya ada di sebuah dongeng. Andre merasakan hal yang tidak beres, ada apa ini sebenarnya?
Sayup-sayup Andre melihat kehadiran seseorang, orang itu cantik namun tidak asing di mata Andre. Wanita itu semakin mendekat dan kini Andre mengetahui siapa wanita itu, dia adalah Starla.
Di lihat secara langsung begini ternyata wanita itu cantik juga, pikir Andre.
"Lo Starla kan?" tanya Andre senang karena ia yakin kalau wanita itu bakal kembali menepati tubuhnya.
"Gue senang banget bisa ketemu sama lo di sini, meskipun alam ini kayak mimpi tapi gue sangat berterimakasih sama lo."
"Kalau gitu lo boleh pergi kembali ke tubuh lo." lanjut Andre namun tidak ada jawaban dari gadis itu.
"Kumohon tolong aku." ucap Starla membuat Andre menyeringit tidak mengerti.
"Ma-maksud lo apaan?" tanya Andre terbata.
Strala memegang tangan Andre lalu ia beralih menatap lelaki itu dengan tatapan penuh harap. Tentu saja hal itu membuat Andre sedikit baper dan jantungnya berdetak kencang.
"Makasih udah nolongin kalau gak ada kamu mungkin aku udah mati." lirih Starla.
Andre hanya diam tidak tahu harus menjawab apa, ia juga lupa kebaikan apa yang di lakukannya kepada gadis itu.
"Gak usah bilang gitu gu-"
Seketika Andre membuka matanya kesan pertama yang ia lihat adalah gelap, persis seperti kamar Andre yang selalu gelap kalau pagi hari.
"Gue kembali? Beneran?" batin Andre senang.
Tangan Andre turun kebawah memastikan kalau dirinya benar-benar sudah kembali.
Sial!
Ternyata Andre masih tidak menemukan burungnya.
"Kenapa gue masih di sini? Apa ini masih di alam mimpi?" gumam Andre sembari mengusap wajahnya, namun tiba-tiba seseorang membuka selimut yang menutupi wajahnya.
Ternyata efek gelap tadi karena wajahnya tertutup selimut.
"Kenapa gue baru nyadar yang gelap itu selimut." batin Andre.
"Udah bangun? Mau sarapan?" tanya Rigen membuat Andre terkejut sekaligus kesal karena melihat wajahnya.
"Starla?" lanjutnya.
Andre bangun dari tidurnya ia melihat sekeliling ruangan, memang kamarnya mewah tapi hal itu tidak membuat Andre menjadi betah.
"Kenapa? Kenapa gue masih di sini? Bukannya hari ini gue udah pergi dari sini? Siapa yang bawa gue ke sini?" tanya Andre tidak santai kepada Rigen.
Rigen menghela nafas kasar, ternyata yang ia takutkan terjadi adiknya meracau dan bicara sembarangan.
"Gue yang bawa lo ke sini. Gue mohon lo jangan banyak bicara kalau lo gak mau sarapan It's ok gue gak maksa," jawab Rigen.
"Serah lo! Pusing gue," decak Andre turun dari ranjangnya.
Hari ini benar-benar buruk dan tidak bisa di mengerti oleh akal. Apa Mbah itu benar-benar orang pintar? Atau orang gila yang berlagak sok pintar? pikir Andre.
"Lo mau kemana? Jangan keluar nanti papah marah!" ujar Rigen menahan tangan adiknya.
"Lo mau ikut ke kamar mandi?" tanya Andre kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi kamvret
FantasyOn going Bagaimana jadinya jika Andre si cowok bobrok nan playboy cap badak itu bertransmigrasi ke tubuh seorang cewek yang sudah berimage buruk di mata semua orang, di tambah lagi ia sering di juluki nenek lampir karena sikapnya yang suka membully...
