Hallo 🤗
happy reading 💜
Tresa memegang erat lengan sweater Andre, ia sangat takut melihat semua orang yang ada di sana menatapnya bagaikan mengintrogasi termasuk Regal yang terus menatapnya dengan tatapan penuh kepenasaran.
"Sumpah siapapun tolong gue! Gue takut banget, nyesel gue ikut si Andre kesini." batin Tresa menggerutu.
"Mah, pah? Sebenarnya ada apa sih? Lihat nih temen aku udah ketakutan begini." tanya Andre terdengar tidak santai.
Maklum kalau Andre berkata seperti itu karena ia takut kalau Tresa tersinggung atau tidak nyaman.
"Ada sesuatu penting yang harus di bicarakan pak Ghandi sama Bu April kepada Tresa." jawab Ayu menatap kedua pasangan itu.
Terlihat kalau April sedang berusaha menahan tangisannya saat melihat Tresa. Dalam lubuk hati yang paling dalam April sangat ingin memeluk Tresa.
Di sana ada lumayan banyak orang termasuk Chaca dan saudara Starla.
"Kak Tresa Chaca rindu sama kakak." lirih Chaca langsung mendapat perhatian dari hanya orang termasuk Andre sama Tresa.
Tresa menunjuk dirinya karena ia merasa kalau Chaca berbicara kepadanya. "A-aku?" tanya Tresa antara bingung dan takut.
"Cha lo kenapa sih? Gak lucu loh." ucap Andre serius.
"Ini sebenarnya ada apa sih? Jangan nakut-nakutin Tresa dong gak lucu sumpah." ucap Andre menggerutu.
Pak Ghandi menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat kepada Andre, sengaja ia ingin Andre mengetahui fakta itu melalui bukti yang sudah tertulis.
Dengan cekatan Andre dan Tresa membaca dan melihat apa yang ada di dalam surat itu, ada rasa terkejut dan tidak percaya saat melihatnya. Sejak kapan mereka menjadi anak-anak dari mereka? Dan sejak kapan kalau sebenarnya Chaca adik mereka?
"Lelucon apaan ini? Sejak kapan Tresa jadi anak bapak?" ujar Andre melemparkan kembali amplop itu keatas meja.
"Sudah kamu baca kan? Bukti-bukti yang tertulis di sana?" jawab April kepada Tresa.
Sebagi jawaban Tresa hanya menggeleng. "A-aku bukan putri tante, orang tua aku udah lama meninggal." jawab Tresa memundurkan kepalanya.
Dari tadi Regal hanya terdiam menyimak apa yang sebenernya terjadi.
Sudah hampir dua jam mereka berdebat tentang siapa sebenarnya Tresa, seribu alasan Ghandi membuktikan kalau Tresa adalah putrinya dan seribu alasan Andre debatkan kalau Tresa bukan bagian dari mereka.
"Bapak, please! Jangan mengada-ngada kalau Tresa adalah putri bapak, aku lebih tahu kehidupan dia daripada bapak." kilah Andre menolak dengan tegas.
"Starla, saya bisa buktikan kalau Tresa anak saya semua bukti yang ada di sini sudah di persiapkan dengan matang, gak ada kekeliruan di sini semua sudah jelas kalau Tresa putri bapak." tegas Ghandi.
"Starla lo gak mihak gue? Temen lo itu sebenarnya kakak gue yang udah lama hilang." ucap Chaca kepada Andre.
"Cha ini bukan urusan mihak atau enggaknya tapi ini menyangkut kehidupan Tresa." jawab Andre.
Dari tadi Andre terus salfok melihat Regal yang terus menerus menatap Tresa, di saat ribet kayak gini masih sempet cowok sengklek itu memandang Tresa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi kamvret
FantasiOn going Bagaimana jadinya jika Andre si cowok bobrok nan playboy cap badak itu bertransmigrasi ke tubuh seorang cewek yang sudah berimage buruk di mata semua orang, di tambah lagi ia sering di juluki nenek lampir karena sikapnya yang suka membully...
