Hallo 🤗
Happy reading 💜
Sore ini Andre berniat untuk bertemu adiknya lagi, katanya Tresa akan membawanya ke orang pintar untuk di jampi-jampi supaya jiwa Andre bisa kembali lagi ke tubuh aslinya.
Andre menerobos jalanan trotoar yang cukup ramai, matanya menatap sekeliling mencoba mencari letak kafe yang di maksud Tresa. Setelah mendapati kafe itu ia langsung berjalan lagi hendak menuju tempat itu.
Sesudah sampai, Andre duduk sendiri di kursi dekat kaca. Sembari menunggu kedatangan Tresa, tidak lupa ia juga memesan jus untuk mereka berdua.
Andre tidak mengetahui jika kafe yang di kunjungi nya sekarang adalah tempat basecamp Regal dan teman-temannya nongkrong.
Hampir dua puluh menit Andre menunggu tapi seseorang yang di tunggu belum juga datang. Merasa bosan Andre mengeluarkan ponselnya dari saku jaketnya, syukurlah sekarang Andre tidak sakit mata lagi jika melihat wallpaper ponselnya, dulu waktu pertama kali Andre membuka ponselnya wallpapernya bergambar beruang lucu dengan theme pink panda.
"Aneh, nih cewek sebenarnya kenapa sih?" Gumam Andre sembari menatap sebuah poto wanita di layar ponselnya. Terlihat wanita itu adalah seseorang yang Andre tempati sekarang.
"Lo cantik sih gue akui itu tapi kayanya lo bukan cewek baik-baik." Gumamnya lagi.
Tak terasa pesanan Andre sudah sampai dan bersamaan dengan itu Tresa juga datang dengan keadaan agak berantakan, nafasnya ngos-ngosan di tambah rambutnya yang tidak rapih.
"Kemana aja lo? Gue udah lumutan nungguin Lo di sini." Ucap Andre tidak santai.
Tresa tidak langsung menjawab, ia melihat sekeliling seperti orang yang takut ketahuan, merasa aman ia langsung duduk di kursi depan Andre.
"Kenapa lo?" Tanya Andre lagi, karena merasa penasaran dengan tingkah adiknya yang tidak seperti biasanya
Sebelum Tresa sampai di kafe..
Tresa berjalan cepat di sebuah trotoar karena merasa dirinya sudah terlambat untuk menemui Andre.
Di perjalanan juga tidak berjalan dengan mulus banyak pedagang kopi keliling yang menawari dagangannya kepada Tresa, meskipun Tresa sudah beberapa kali menolak tapi mereka tetap saja menawari hingga akhirnya ia merasa tidak enak sama mereka dan membeli satu kopi.
Setelah membeli kopi itu Tresa melirik jam yang menunjukan pukul 14.20, tentu saja ia sudah lebih dari terlambat sekarang.
Sambil membawa kopi di tangannya, Tresa berlari semampunya agar cepat sampai di tempat tujuan. Karena terlalu fokus berlari Tresa tak sengaja menabrak seseorang yang sedang menelpon di tengah trotoar.
BRUKK...
Tresa menabrak orang itu sampai kopinya juga tumpah ke baju orang itu. Melihat itu Tresa langsung di buat takut sekaligus merasa bersalah.
"Ba-baju lo kotor? Gue minta maaf, gue gak sengaja nabrak lo, lagian juga Lo kenapa diem di tengah jalan?" ucap Tresa sambil menutup mulutnya karena merasa tidak enak sama orang yang di depannya.
Lelaki itu hanya menatap malas kearah Tresa, sekarang harinya sudah sial di tambah lagi kaos barunya harus terkena siraman kopi, tambah sial.
"Harusnya tadi gue gak usah beli kopi! Kalau akhirnya bakal begini." Batin Tresa menggerutu.
"Gue bantu bersihin, sebentar gue cari tissue basah dulu." Ucap Tresa mengobrak-abrik isi tasnya mencari sebuah benda yang bisa berguna untuk membantu membersihkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi kamvret
FantasyOn going Bagaimana jadinya jika Andre si cowok bobrok nan playboy cap badak itu bertransmigrasi ke tubuh seorang cewek yang sudah berimage buruk di mata semua orang, di tambah lagi ia sering di juluki nenek lampir karena sikapnya yang suka membully...
