Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

46. RUQYAH LO!

866 75 71
                                        

Hallo 🤗

Happy reading 💜

Muka andre langsung merah seperti kepiting rebus antara malu dan kesal menjadi satu, apalagi di hadapannya para oknum-oknum yang amat ia kenali.

"Lo ngapain di sini?" Tanya Chaca menatap Andre penuh tanda tanya, lalu pandangannya mengedar melihat sekitar, melihat kendi yang terbuat dari tanah liat, nampan berisi sajen dan bunga-bungaan, terakhir ia melihat dupa yang masih mengeluarkan asap. Chaca bukan orang bodoh yang tidak tahu tentang hal berbaur ritual, ia jelas tahu karena dulu sering nonton bersama teman-temannya.

Dan sekarang ia lihat skema ritual orang lahiran.

"Lo lagi ritual apa?" Chaca kembali bertanya.

"Percaya sama gue ini ide dari laki ini, gue cuma nurutin aja sumpah." Ucap Andre menunjuk Starla. Kini Starla menggeleng takut bahkan tangannya sedikit bergetar.

Berbeda dengan Rigen sudah tak bisa berkata apapun lagi, kenapa adik nya jadi gila seperti ini semenjak kejadian beberapa waktu lalu. "Dosa apa gue punya adik aneh kayak gini."

Arlon membawa kendi dan nampan
yang di pegang Tresa dan Starla, lalu tatapannya beralih tajam ke arah Andre.  "Lo lagi ngapain sih? Ini juga apa-apaan ada benda kayak gini di sini?" Ujarnya memperlihatkan kendi berisi air dan sajen di baki.

"Gak lihat gue lagi barongsai?" jawab Andre kesal.

"Dengerin semuanya gue bahkan ga ngerti tentang ritual-ritual kayak gini, ini semua ide dari cowok ini nih." ucap Andre menujuk Starla yang terdiam kikuk.

"Lo nyalahin orang sakit? Otak lo udah geser?" ujar Arlon.

"Udah dari dulu! Woi jelasin semuanya!" ucap Andre berkacak pinggang akan tetapi wajahnya masih terasa panas dan merah.

Starla menggeleng. "Aku baru sadar jadi gak tahu apa-apa, tapi ini semua murni ide dari Starla. Dia dateng kesini lalu bilang kalau aku harus di jampi-jampi supaya roh jahat di tubuh aku pada pergi." ucap Starla ngawur. Jujur ia takut kena semprot oleh semua orang, gapapa toh Andre kan cowok jadi harus bertanggung jawab.

What the fuck?! Andre menyeringit sebal, bukan itu jawaban yang ia inginkan.

"Dia juga nyuruh aku untuk membawa air sumur kedalam kendi." Timbal Tresa membela Starla. Dua sejoli ini langsung terkena serangan panik terlebih sekumpulan manusia ini mengerumuninya.

"Kok jadi nyalahin gue sih? Lo duluan yang dapet ide ini." gertak Andre tak terima.

"Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan ya!" Ucap Tresa.

"Wah kacau! Lo mau jadi dukun? Musyrik lo kayak begitu!" Sungguh Arlon tak habis pikir dengan kelakuan adiknya ini.

"Apa karena gagal bunuh diri kemarin lo jadi frustasi kayak gini? Makanya beralih profesi jadi dukun?" Timpal Rigen.

Regal berjalan mendekati mereka tangannya memijat pelipisnya pelan, merasakan pening karena melihat aksi tolol dari adiknya. "Lo ngapainn ada di sini? Mau ganggu orang sakit? Mending lo pulang sekarang." Ucapnya masih ketus seperti sebelumnya.

Starla memegang tangan Tresa saat ia tak sengaja melihat Regal, tubuhnya mendadak lemas dan bergetar. Entah takut atau apa tapi itulah yang Starla rasakan sekarang.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 04, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Transmigrasi kamvretCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang