Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

44. TRESA TAU?

3.2K 513 114
                                        

Hallo🤗

happy reading 💜

Kemarin Tresa di datangi lagi oleh kedua orang yang mengaku sebagai orang tuanya, sebenernya Tresa ingin percaya tapi seperti ada satu tembok besar yang menghalanginya yaitu orang tuanya yang sudah meninggal. Kalau mereka benar-benar orang tua aslinya lantas mereka yang sudah pergi gimana? Apa penculik?

"Berat banget mau percaya sama takdir, sebenarnya orang tua gue siapa sih? Kenapa mereka ngebet banget ngakuin gue sebagai anaknya, apa jangan-jangan mereka penculik organ tubuh manusia dan sekarang lagi ngincar gue dan kakak gue gitu?" gumam Tresa muncul lamunan bahaya.

"Tapi kayaknya gak mungkin deh soalnya mereka juga punya anak cewek, temen Starla lagi."

"Apa gue juga harus selidiki masalah ini?" gumamnya lagi bertanya.

Tak terasa hari sudah agak sore dari tadi Tresa menghabiskan waktu hanya untuk menonton drama dan tiduran gak jelas, nunggu Andre juga kayaknya gak bakal dateng.

"Udah dua hari semenjak kejadian gue gak jadi nginep, Andre gak pernah kesini lagi deh kek nya, apa dia lagi ada masalah ya?" ujarnya menghidupkan layar ponselnya.

Lalu ia mencari kontak bernama Andre bau tai domba setelahnya ia menghubungi nomor itu.

"Hallo Andre? Lo kemana aja? Gue nungguin dari kemarin gak dateng-dateng, punya dosa lo sama gue makanya takut lihat gue gitu?" tanya Tresa begitu telponnya tersambung.

"Gue ada di depan rumah lo, buka pintunya sekarang." jawab Andre, mendengar itu Tresa langsung berlari keluar berniat mau membuka pintu.

Ceklek..

"Andre lo kemana aja anjir? Gue udah dua hari nungguin tapi lo gak datang-datang." cerocos Tresa begitu Andre datang.

"Ada sesuatu yang harus gue omongin, ini penting banget." ujar Andre masuk kedalam rumah.

"Penting apaan? Apa tentang orang tua kita ya?" tanya Tresa penasaran.

Belum sempat menjawab, Andre duduk di kursi ruang tengah. "Bukan, ini tentang tubuh gue."

"Tubuh lo udah ketemu? Di mana? Kapan? Kok gak bilang sama gue." tanya Tresa terkejut.

"Makanya gue mau beritahu sama lo sekarang. Btw lo punya ide gak gimana caranya agar jiwa gue kembali lagi ke tubuh asli gue?" tanya Andre kebingungan.

"Bentar dulu, emang tubuh lo sekarang ada di mana? Apa masih idup atau udah koid? Kalau hidup siapa yang nempatinnya?" tanya Tresa masih butuh kejelasan.

Andre menumpangkan kakinya lalu menatap santai Tresa. "Starla, dia yang nempati tubuh gue." jawab Andre ragu.

BWAHAHA.

Tresa tertawa keras mendengar jawaban Andre.  "Serius lo? Sebenarnya hidup kalian ada masalah apa sih? Kenapa bisa barter jiwa kek gitu? Gue bilang juga apa Ndre, lo jangan sekali-kali nyakiti cewek, yakin dah ini pasti azab buat lo." pekik Tresa memukul lengan Andre.

"Gue jadi mikir apa di sana Starla godain cowok." lanjutnya mampu membuat Andre berpikir negatif.

Ia berpikir Starla bakalan menggoda dokter yang memeriksanya, mengingat kalau dokter di sana masih pada muda.

Starla menatap lekat dokter yang sedang memeriksanya, bibirnya tersenyum tipis sambil malu-malu. Lalu tanpa sadar tangannya bergerak merangkul leher dokter itu.

"I love you." ucap Starla mengedipkan sebelah matanya.

"But i love Jihyo Twice." jawab dokter itu tersenyum manis.

Transmigrasi kamvretCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang