Hallo 🤗
happy reading 💜
Malam ini terasa lebih nyaman di bandingkan malam sebelumnya, Tresa membuka jendela kamarnya melihat bintang yang berkilauan di hamparan warna hitam.
Cerita malam ini adalah dirinya masih sendiri, masih mengubur harapan yang belum pasti dan masih menjalankan alur hidup yang seperti biasanya.
"Kapan ya gue bisa nyusul mamah sama papah?" lirih tresa.
"Andre juga kapan sih baliknya? Gue takut di sini sendirian, gue gak punya temen cerita dan gue gak punya temen buat ghibah bareng."
Tanpa di sengaja matanya tertuju ke arah seseorang yang berdiri di samping lampu jalanan, bukannya mau ke pd-an atau apapun tapi kenapa orang itu seperti melihat kearahnya?
"Anjir itu orang
kayak lihatin gue deh?" gumam Tresa menajamkan penglihatannya.
"Dia siapa? Apa jangan-jangan dia psikopat yang sedang ngintai gue?" desis Tresa merasa panik.
Di tengah-tengah paniknya, hp Tresa berbunyi menandakan bahwa dia mendapatkan pesan chat.
Unknown number..
Tidur!
Hati Tresa bergetar hebat takut kalau ia benar-benar jadi incaran psikopat. Meskipun takut Tresa memberanikan diri untuk membalas pesan itu.
"Lah? Malah di suruh tidur?" gumam Tresa membuat tanda tanya besar.
Tresa
Kamu siapa ya?
Unknown number
Udah jam set 11 cpt tidur!
Tresa
Tapi kamu siapa? Kok ngatur?
Unknown number
Dalam hitungan tiga, kalau masih gak tidur gue samperin lo!
Tresa mengangkat kepalanya menengok keluar, ternyata seseorang yang berada di lampu jalanan itu sedang memperhatikannya.
"Gue kira lo cogan ternyata cosplay jadi batman." gumam Tresa sudah melemas.
Unknown number
Satu!
Dua!
Melihat angka keramat itu Tresa langsung menutup jendela kamarnya dan segera menutupinya dengan gorden.
Unknown number
Kunci semua pintu termasuk jendela, lo perempuan, bahaya! Apalagi sekarang lo sendirian di rumah.
Lagi-lagi Tresa menuruti perkataan orang aneh itu. Perintah orang itu ada benarnya karena memang sekarang rawan kejahatan jadi ia harus hati-hati.
"Ah bener juga gue belum kunci pintu." tutur Tresa langsung berlari untuk mengunci pintu.
Di sisi lain Regal masih berdiri di samping lampu jalanan depan kamar Tresa, sudah tiga jam lebih ia berdiri di sana, tujuannya adalah hanya untuk memastikan kalau gadis itu baik-baik saja.
Sebelumnya ia juga mengirimkan makanan karena ia tahu kalau Tresa jarang makan.
Regal melirik jam tangannya, sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Lalu penglihatannya beralih menatap jendela kamar itu lagi, sepertinya gadis itu sudah tertidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi kamvret
FantasiOn going Bagaimana jadinya jika Andre si cowok bobrok nan playboy cap badak itu bertransmigrasi ke tubuh seorang cewek yang sudah berimage buruk di mata semua orang, di tambah lagi ia sering di juluki nenek lampir karena sikapnya yang suka membully...
