24. Gara-gara martabak

3.5K 232 33
                                    

Halo...

Call me jeje/jj 👑

•••° ° °•••

Apa kabar?

Masih setia menunggu update?

❗VOTE terlebih dahulu sebelum membaca, tinggalkan jejak kalian di part ini, share juga ya all❗

Markica! Mari kita baca !!

Happy reading...

-
-

"Hubungan kita akan baik-baik saja jika belum mengetahui keburukan dari salah satunya."

-rafnay-

*  *  *

BRAK!

Naya menutup pintu dengan kencang. Meninggalkan Farrel yang sedang kesakitan. Bukannya tidak peduli, Naya hanya mau Farrel sadar akan kesalahannya. Untung-untung bisa mengurangi sifat tengil akut yang kelewat batas.

"KITA PISAH RANJANG!" teriak Naya.

"Tapi, nay,"

"G-gue nggak m-mau pis---"

Brak

"FARREL!"

Naya kembali berteriak saat mendengar seperti suara seseorang terjatuh. Perempuan itu kembali membuka pintu kamarnya. Mulutnya menganga sekaligus kaget melihat Farrel yang terjatuh tak berdaya diatas lantai.

Gadis itu memandangi Farrel dari depan kamar mereka. "Farrel pingsan?" Tanya Naya pada diri sendiri. "Masa iya cuma gue tendang anu nya pingsan. Gue tadi nendang nya nggak keras kok, tapi lumayan keras si, dan kayaknya berasa sampe ke urat-urat," monolog Naya.

"Tuh suami pingsan beneran apa pura-pura sih?"

"Jangan-jangan cuma pura-pura lagi supaya gue maafin dia, terus nggak jadi pisah ranjang,"

"Ya udah lah, tinggalin aja. Bangun syukur, nggak bangun ya sukur," ucap Naya kembali membalikkan badannya ingin memasuki kamar. Namun, saat merasa tidak ada pergerakan dari suaminya itu, membuat niatnya diurungkan. Naya kembali memandangi Farrel lebih lama dengan posisi tangan yang masih memegang kenop pintu.

Naya menghembuskan nafas, lalu memutar bola matanya. "Samperin aja lah. Dari pada nanti gue jadi janda," ucapnya lalu menghampiri Farrel.

Dengan perasaan sedikit bersalah, Naya mengangkat kepala Farrel untuk tidur di pahanya. "Rel," panggil Naya menepuk-nepuk pipi laki-laki itu. "Lo pingsan?" Tanya Naya membuka kelopak mata Farrel menggunakan jari nya.

Gadis itu berdecak kesal, "ck, nyusahin aja si lo. Masa cuma ditendang langsung klenger," cibir Naya.

"Beneran pingsan atau cuma pura-pura sih?" Ujar Naya sedikit kesal.

"Rel, lo beneran pingsan 'ya?" Tanya Naya memandangi wajah Farrel yang tenang diatas pangkuannya.

"Pura-pura, sayang,"

"Oh... Pura-pura," Naya mengangguk-anggukkan kepalanya. Tak selang beberapa detik ia tersadar bahwa---

"Farrel! Lo bohongin gue?!" Dengan spontan Naya mendorong tubuh Farrel agar menjauh darinya. Dan jangan lupakan kepala Farrel yang terbentur lantai mulus.

RAFARREL [perjodohan]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang