HALO BESTT!!!
Happy reading 😍😍😍VOTE SEBELUM BACA!
* * *
Farrel melihat arloji yang bertengger ditangannya. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Hatinya merasa tidak tenang meninggalkan istrinya dirumah sendirian apalagi sedang posisi berbadan dua.
Namun apa daya? Farrel tidak mungkin meninggalkan Arkasa dalam keadaan genting seperti ini.
BRAK!!
Suara nyaring itu berhasil membuat orang-orang yang berada didalam ruangan itu terkejut.
"ANJING!" Umpatan itu lolos dari bibir Algi dan Farrel secara bersamaan.
Nathan dan Erik yang sedang menahan kantuknya pun dibuat gelagapan sendiri. "Eh kampret! Ada apa sih, monyet?! Harus banget ngagetin gitu. Ini kalo gue punya riwayat penyakit jantung udah wassalam gue gara-gara lo," cerocos Erik dengan kesal.
Sedangkan Johan hanya cengar-cengir tanpa dosa, "sorry-sorry, gue baru inget sesuatu." Johan mendekati Farrel yang sedang fokus pada ponselnya. "Rel, gimana kalo kita cek cctv ditoko depan?" ucap Johan duduk disebelah Farrel dan menatap satu persatu teman-temannya meminta pendapat.
Nathan mengangguk setuju, "bener, Bos. Kita cek cctv depan aja, siapa tau bisa bantu,"
"Tapi toko depan udah lama tutup, gue nggak yakin kalo masih berfungsi," celetuk Ciko.
"Kenapa nggak kita cek sekarang aja, lebih cepat lebih baik," timbrung Erik.
"Seinget gue lo nggak cuma pasang satu cctv aja. Coba lo inget-inget lagi, Rel," ucap Algi sembari menyesap sebatang rokok dengan tenang.
Farrel nampak berpikir. Tak lama ia mengingat sesuatu yang akan menjadi jalan keluar dari semuanya. "Gue baru inget kalo pasang cctv tersembunyi dipohon besar yang ada didepan markas kita. Dan gue yakin yang tau cctv itu cuma gue sama Algi."
"Ya udah kita langsung gas cek sekarang," seru Erik dengan semangat.
"Jangan sekarang. Kita ulur waktu, kita liat apa lagi yang bakal dilakuin sama penghianat busuk itu," ucap Farrel melarang teman-temannya agar tidak bertindak gegabah. "Lagian semua anggota lagi pada kumpul, gue takut kalo kita eksekusi sekarang jadi banyak hambatan."
Semua pun mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan Farrel.
"Mending sekarang pulang dulu, kita pikirin rencana lagi besok, dan jangan sampe ada yang tau tentang cctv yang gue pasang itu."
Farrel mengambil kasar jaket berwarna navy miliknya lalu dipakainya dengan tergesa-gesa. "Gue cabut duluan, kasian bini gue dirumah sendirian," pamit Farrel menyambar kunci motornya.
Tak heran dengan perilaku Farrel yang seperti itu. Apalagi mengetahui bahwa istrinya tengah mengandung membuat kekhawatiran Farrel menjadi lebih dibandingkan sebelumnya.
"Bentar lagi jadi uncle Jo nih gue," ucap Johan menyugar rambutnya kebelakang.
* * *
Setibanya dirumah, Farrel langsung berlari kecil menaiki anak tangga menuju kamarnya dan juga Naya. Dengan pelan Farrel membuka kenop pintu, menampilkan Naya yang sedang tertidur dengan laptop yang masih menampilkan Drama Korea.
Farrel tersenyum tipis, "lagi tidur aja cantik banget," pujinya.
Ia berjalan mendekati Naya, lalu membenarkan posisi tidur gadis itu. Setelah dirasa nyaman, Farrel beralih mematikan laptop Naya yang masih menyala dan menaruhnya kembali dimeja belajar.
Saat melewati cermin, Farrel menoleh menatap pantulan dirinya sendiri dicermin. Lagi-lagi ia tersenyum simpul, "apa gue nanti bisa jadi papa yang baik," monolognya.

KAMU SEDANG MEMBACA
RAFARREL [perjodohan]
Teen Fiction! FOLLOW SEBELUM BACA ! -Bahagia itu ketika melihat orang yang kita sayang bisa tertawa tanpa adanya rasa kecewa dan luka- Rafarrel Geo Darendra. Laki-laki tampan yang kerap dipanggil Farrel itu memiliki beribu-ribu, bahkan berjuta-juta ketampanan y...