Vote sebelum baca yaa!💋
Happy Reading...
* * *
"FARREL!" Teriakan Naya menyebar keseisi rumah membuat sang pemilik nama terlonjak kaget.
"Bini gue kenapa lagi YaAllah Yakarim," Farrel menghembuskan nafas, "sabar, Rel, bini lo lagi bunting anak lo sendiri," ucap Farrel menenangkan dirinya sendiri sembari tersenyum paksa.
Farrel segera turun kelantai satu untuk menemui Naya. Terlihat raut wajah marah Naya yang membuat Farrel bergidik ngeri.
Naya yang sadar atas kedatangan Farrel langsung melempar kasar tas ransel yang ia bawa kearah lelaki itu. "Lo siap-siapnya lama banget sih! Liat tuh jam berapa? Kita bisa telat kalo kaya gini! Gue nggak mau dihukum 'ya, Farrel," omel Naya kesal.
"Iya, sayang, maafin aku 'ya udah bikin kamu nunggu lama. Kita berangkat sekolah sekarang 'oke?" ucap Farrel mencoba menenangkan istrinya. "Udah jangan marah-marah terus, kasian anak kita," Farrel ingin menyentuh rambut Naya namun segera ditepis oleh sang empu.
"Pokoknya gue nggak mau sekolah! Gue mau dirumah aja. Lo aja sana yang sekolah, gue nggak mau telat terus berujung dihukum dilapangan."
"Naya sayang, panggil aku kamu. Aku tau kamu marah, kamu kesel, tapi harus bisa kontrol emosi kamu. Pikirin juga anak kita yang ada diperut kamu, kasian dia kalo tau mamanya marah-marah kaya gini,"
Naya mencopot dasi yang ia kenakan, lalu melempar dasi itu kearah Farrel dan pergi menuju kamar.
Dengan sabar Farrel mengambil dasi milik Naya. "Cewek hamil emang lebih sensitif gini 'ya? Ini aja baru sebulan, masih ada 8 bulan lagi. Ayo, Rel, lo pasti bisa ngadepin istri lo yang moodnya kaya cuaca dibumi," langkahnya mengikuti kemana Naya pergi dengan menggendong ransel pink dipundak kanan dan ransel hitam dipundak kiri.
Disisi lain Naya sedang merebahkan badannya menyamping membelakangi pintu. Ada rasa bersalah pada dirinya sebab sudah memperlakukan Farrel seperti tadi.
"Apa gue tadi keterlaluan? Nggak seharusnya gue kaya gitu sama Farrel," Naya mengelus perutnya, "menurut kamu, mama salah nggak? Tapi papa kamu juga salah 'kan? mama nggak akan jadi istri kurang ajar 'kan, Nak?" ucap Naya dengan janin didalam perutnya itu.
Suara ketukan pintu membuyarkan isi pikiran Naya.
"Nay, aku masuk," Farrel membuka pintu kamar.
Farrel meletakkan kedua tas itu diatas meja. Atensinya terus memandangi Naya yang sedang tiduran membelakangi dirinya.
"Udah 'ya marahnya, aku minta maaf kalo aku salah, aku sadar semua salah aku. Aku minta maaf, sayang. Gimana caranya supaya kamu bisa maafin aku, hm?" ucap Farrel yang sudah duduk disamping Naya.
Naya membalikkan badannya dan saling beradu tatap dengan Farrel. "Kamu mau ngelakuin apapun yang aku mau?" tanya Naya dengan antusias, Farrel pun meng-iyakan pertanyaan itu.
Naya berpikir dengan cermat. "Aku mau shooping,"
Farrel tersenyum, dia ikut merebahkan badannya disamping Naya. Dengan tumpuan satu tangan, Farrel menunjuk pipi kanannya. "Cium dulu, baru kita belanja."
Tentu saja hal itu membuat Naya kesal. "Nggak! Nggak jadi belanja," ucapnya kembali membelakangi Farrel.
Dengan sangat sabar Farrel menghadapi istrinya itu. "Iya, sayang. Kita belanja sepuas kamu 'oke? Tapi jangan marah lagi,"
Naya tersenyum puas. Secepat kilat Naya membalikkan badannya lalu mengecup singkat bibir Farrel, membuat sang empu terkejut setengah mati.
"Ya udah, aku siap-siap dulu. Kamu buat izin sekolah," ucap Naya dan berlalu untuk bersiap.

KAMU SEDANG MEMBACA
RAFARREL [perjodohan]
Teen Fiction! FOLLOW SEBELUM BACA ! -Bahagia itu ketika melihat orang yang kita sayang bisa tertawa tanpa adanya rasa kecewa dan luka- Rafarrel Geo Darendra. Laki-laki tampan yang kerap dipanggil Farrel itu memiliki beribu-ribu, bahkan berjuta-juta ketampanan y...