09

30.4K 2.3K 168
                                        

Setelah kejadian kemarin senyuman tak pernah lepas dari wajah liona. Ah...ternyata ada untungnya jadi pacar briana, karena dengan itu ia bisa tau bahwa aca cemburu.

Saat sarapan liona sama sekali tak menyadari tatapan dari keluarganya, tentu saja karena mereka kaget melihat senyuman liona kembali terpatri di wajahnya.

Melihat senyuman liona leo dibuat tertegun sesaat, dulu dengan mudah ia bisa melihat senyuman tersebut namun sekarang sulit sekali melihat hal tersebut.

Hatinya terasa menghangat dikala melihat senyuman liona, entahlah.

"apa ada hal baik di sekolah lio?" tanya kiara dan membuat suami serta putranya terkejut bukan main.

Karena situasi hatinya sedang bagus liona pun mengangguk dan menunjukkan senyum lebarnya.

"mungkin" jawabnya.

Sebetulnya gerald juga penasaran dengan apa yang sudah terjadi pada putrinya itu, namun karena gengsinya yang lebih tinggi ia pun memilih untuk bungkam.

"ah aku udah selesai, bye semuanya~" ucap lioana sambil berlari kecil keluar dari rumah.

Mendengar hal itu kiara dan gerald tanpa sadar menyunggingkan senyum mereka. Mereka jadi makin penasaran dengan hal yang membuat liona sesenang itu.

"tumben mamah nanya tuh anak" ucap leo.

Kiara pun menoleh ke arah putranya itu kemudian tersenyum sendu, "dia juga anak mamah leo"

"tapi mah dia itu cuma bisa malu malui-"

"stop, lebih baik kamu habiskan makanan kamu itu" potong kiara yang merasa cukup marah.

"i-iya mah" takut leo.



Begitu sampai di sekolah liona terus memasang senyumannya dan membuat orang orang merasa kaget sekaligus ngeri.

Ya meskipun kalau dilihat lihat lagi kecantikan liona makin bertambah saat tengah tersenyum seperti itu.

‘gue nggak salah liat kan kalo liona senyum?!’

‘kayanya gue perlu periksa mata gue deh’

‘demi apa seorang liona senyum kaya gitu?!’

‘kalo diliat liat lagi senyuman liona manis banget ya’

‘gila makin cakep aja liona kalo lagi senyum kaya gitu’

‘ah makin klepek klepek gue sama liona’

‘dag dig dug hatiku’

Tapi liona sendiri yang jadi topik pembicaraan sama sekali tak menghiraukan bisikan demi bisikan dari mereka.

Diujung koridor terlihat sosok briana yang baru datang, ia dibuat mengerutkan kening melihat senyuman lebar terpampang di wajah liona.

"apa dia senyum kaya gitu karena jadi pacar gue ya?" gumamnya.

"ah iya pasti karena itu, lagian siapa juga yang nggak seneng bisa jadi pacar cewek secantik gue kan" pede briana.

Seketika seseorang langsung memutar jengah bola matanya setelah mendengar ucapan pede briana.

Dengan sengaja ia menyenggol bahu briana dan membuat si empu seketika mendelik.

"anj-"

"maaf aku enggak sengaja" ucapnya yang tentu saja bohong.

"eh? Huffhh...oke lain kali liat liat ya kalo jalan" ucap briana.

"iya, sekali lagi aku minta maaf"

WTF?! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang