38

13.9K 1.1K 89
                                        

"J-jangan mendekat!" Ucap Alka pada Aca yang semakin dekat dengannya.

"Kek bencong aja lo Alka!" Cibir Liona yang hanya diam mengamati di sudut ruangan.

"Bacot anjing! Lo nggak ngerasain apa yang gue rasain sekarang jadi nggak usah banyak bacot lo sialan!" Balas Alka pada Liona.

"Nyenyenye" Liona balas ucapan Alka tersebut dengan ekspresi menyebalkannya.

Plak!

Pipi Alka seketika terasa panas dan perih sesaat setelah telapak tangan Aca mendarat di pipinya dengan keras.

"Yang lo hadapin sekarang itu gue Alka sialan! Jangan fokus ke hal lain disaat nyawa lo sendiri udah ada ditangan gue!" Ucap Aca sambil melotot menyeramkan.

Seketika Alka dibuat menundukkan kepalanya takut dengan pelototan Aca yang sangat menyeramkan itu.

Sebelum Alka bisa berbicara lagi Aca sudah lebih dulu menjambak rambutnya dengan kuat hingga membuatnya meringis kesakitan.

"Sshh lepas!" Ucap Alka mencoba melepaskan tangan Aca dari rambutnya.

Namun Aca sudah lebih dulu menusuk tangan yang berniat untuk melepaskan jambakkannya menggunakan pisau lipatnya.

"AARGH!" Teriak kesakitan Alka.

"Letoy banget sih lo Alka! Ditusuk aja teriak" Ucap Liona sambil memangku wajahnya  menggunakan sebelah tangan.

Dengan mata merah penuh amarah Alka melihat ke arah Liona dan berteriak.

"BACOT LO SIALAN!! GUE UDAH BILANG TADI NGGAK USAH BANYAK BAC-AARRGGH!!" Belum sempat Alka menyelesaikan ucapannya Aca sudah lebih dulu menggores mulutnya menggunakan pisau ditangannya.

Alka tutupi mulutnya yang mulai mengeluarkan darah dengan telapak tangannya.

"Dasar cewek sinting!" Maki Alka.

Mendengar makian tersebut Aca malah menunjukkan smirknya dan bahkan terkesan bangga mendengar makiannya tersebut.

"Makasih pujiannya" Ucap Aca merasa tersanjung.

Seketika Alka pun dibuat membelalakkan matanya tak percaya, kenapa bisa ada orang yang senang disebut sinting?! Sepertinya Aca memang sudah tak waras.

"Gila!" Ucap Alka.

Melihat di dekatnya ada sebuah vas bunga Aca pun langsung mengambilnya dan memukulkannya pada kepala Alka hingga membuat kepala lelaki tersebut kembali berdarah.

Yang ada di pikiran Alka sekarang adalah cara melarikan diri dari Aca dan membalas dendam padanya. Namun melihat tak ada celah sama sekali membuat hatinya mendingin.

Aca ambil pecahan vas yang menurutnya paling tajam kemudian menggoreskannya pada lengan Alka.

"ANJ-MMPPHH AARRGGHH!"

Belum sempat Alka mengumpat Aca sudah lebih dulu menarik lidahnya lalu memotongnya dengan pisau lipat di tangan yang lain.

Selama melakukan kegiatan tersebut wajah Aca selalu tanpa ekspresi ia bahkan terlihat tak terganggu dengan teriakan kesakitan Alka.

"Lo banyak bacot sih jadi gue potong kan lidahnya" Ucap Aca kemudian melempar bagian lidah Alka dengan ekspresi jijik.

Gadis itu memilih untuk berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci tangannya yang kotor meninggalkan sosok Alka yang tengah berguling memegangi lidahnya dengan berderai air mata.

Melihat pemandangan dihadapannya Liona hanya bisa meringis ngilu namun ia juga sangat menikmati pertunjukkan dihadapannya.

Begitu selesai mencuci tangannya Aca kembali mendekati Alka dan menendang tubuh lelaki tersebut.

WTF?! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang