34

1.6K 98 4
                                        

Hai hai hai
Apa kabar Kesayangan Madilll
Sehat? Harus dong
Yang lagi sakit, good well soon
Pireding

.

.

.

Area balapan sudah ramai dengan para geng motor dan penggemar, banyak juga pedagang yang membuka lapak dadakan di sekitarnya. Masing-masing geng motor sudah berada ditendanya. Total ada 6 geng motor yang ikut andil dalam balapan ini. Sebenarnya ada banyak geng motor yang andil, namun diseleksi hingga menyisakan 6 geng motor, yaitu Ganapati, Rexsan, Luck Gray, Hector, Frekles dan Cemal. Ya Cemal ikut andil, hanya saja setiap geng motor menyumbangkan 3 anak untuk ikut balapan.

Peserta nya adalah :
Ganapati (Fenly, Gilang, Reno)
Rexsan (Fajri, Fiki, Zweitson)
Luck Gray (Gryan, Tono, Ipul)
Hector (Geri, Joni, Yadi)
Freckles (Rian, Wildan, Surya)
Cemal (Hafizh, Azmi, Raya)

Masing-masing peserta mendapat gilirannya. Para ketua akan mendapat giliran terakhir. Banyak yang tak menyangka kalau Cemal akan ikut balapan ini dan Raya menjadi satu-satunya peserta wanita. Awalnya ia dilarang oleh Fajri, Fenly, Ricky, dan anak-anak Cemal. Cuma, karena keras kepala dan mode ngambek di on'in lagi, jadi mereka ngalah.

Babak pertama diisi oleh Zweitson, Reno, Azmi, Ipul, Yadi dan Surya. Setelah lampu berubah warna, keenam motor mulai melaju dengan kecepatan yang lumayan. Zweitson dan Azmi saling menyalip satu sama lain, mereka terlihat seperti mempunyai dendam tersendiri. Mereka tak menghiraukan peserta yang lain, mereka hanya fokus untuk mengalahkan satu sama lain.

"GUE BAKAL BUKTIIN KALAU GUE BISA BAWA MOTOR," teriak Azmi kepada Zweitson.

"SILAHKAN, GUE YAKIN LO BAKAL KALAH," balas Zweitson.

Tinggal putaran terakhir untuk babak pertama ini, Zweitson dan Azmi berada di urutan kedua dan ketiga secara bergantian, sedangkan diposisi pertama ada Yadi. Namun, kejadian tak terduga terjadi pada motor Azmi, tiba-tiba saja ban depan motornya meletus, hal ini membuat Azmi oleng dan tergelincir.

Zweitson menghentikan motornya, padahal beberapa meter lagi ia akan menjadi juara kedua yang bisa menambah nilai untuk Rexsan.

"Azmi!" Zweitson berlari ke arah Azmi untuk memeriksa keadaannya.

"Mi, lo ga papa?"

"Ga papa pala lo, sakit bego," balas Azmi sambil menyentuh sikunya yang tergores lumayan.

"Gue bantu ke tenda kesehatan," Zweitson memapah Azmi menuju tenda kesehatan. Terdengar beberapa omelan khas seorang kakak kepada adiknya.

Orang-orang yang melihat hal itu hanya bisa menerka-nerka, saudara mungkin, karena Zweitson maupun Azmi sama-sama anak tunggal.

"Astaghfirullah Mi, makanya dicek dulu tuh motor," omel Fina.

"Eh itu motor lo bambang, motor gue kan disita bokap gara-gara kakak yang ga ada adab," ketus Azmi sambil sesekali melirik Zweitson yang sibuk dengan kotak P3K.

"Kakak? Zweitson kakak lo?" selidik Nabil.

"Iya gue kakaknya Azmi, masalah buat kalian?"

"Soni, ngapain lo jadi dokter sih, kita kalah kan," omel seorang pemuda yang baru saja datang.

"Brisik lo, kan masih ada lo sama Aji," ucap Zweitson tanpa mengalihkan pandangannya dari luka sang adik.

"Eh gue lawan ibu negara, ya otomatis gue ngalah lah," ucap Fiki.

"Terserah, udah sono kearea," perintah Zweitson yang langsung diangguki oleh Fiki.

Babak pertama tadi dimenangkan oleh Yadi dari Hector. Sebenarnya babak pertama dan kedua hanya untuk pemanasan dan hiburan semata, sedangkan balapan sesungguhnya akan diisi oleh para ketua dan disitulah akan lahir pemenangnya. Tahun kemarin Fenly menjadi juara pertama dan Fajri menjadi juara kedua, sedangkan juara ketiga diraih oleh Rian dari Frekles.

Para peserta sudah bersiap ditempat masing-masing. Fajri nampak cemas dengan istrinya, apa dia akan baik-baik saja? Jangan sampai yang dialami oleh Azmi, dialami juga oleh istrinya.

Balapan telah dimulai, saat ini Raya memimpin diikuti Fiki dan Gilang. Mereka berdua ngeri sendiri melihat Raya membawa motor dengan kecepatan penuh.

"IBU NEGARA JANGAN CEPET-CEPET NTAR JATOH," teriak Fiki.

"BEGO LO, BALAPAN YA CEPET-CEPETAN," bukan Raya yang membalas, melainkan Gilang yang berada tak jauh darinya.

Babak kedua ini dimenangkan oleh Raya. Dan ini menjadi sejarah, perempuan pertama yang berhasil melewati garis finish di balapan yang sudah diadakan 8 tahun belakangan ini.

"Istri gue jago banget," lirih Fajri yang masih tak percaya kalau tadi itu istrinya.

"Ini kamu Ray?"

"Iya, baru tau ya kalau Raya jago motor?"

"Babak selanjutnya adalah babak yang kita tunggu-tunggu. Tapi kita makan siang dulu, biar ada tenaga. Selamat beristirahat"

Untuk sementara waktu Fajri dan Raya berpisah, mereka berkumpul dengan geng mereka masing-masing. Ditenda Cemal terdapat satu tambahan manusia, siapa lagi kalau bukan Zweitson. Ia masih khawatir dengan Azmi, bisa-bisa ia kena marah papah nya.

"Congrats Ray," ucap Zweitson sambil menyodorkan air mineral.

"Thanks Son," balas Raya dengan ekspresi bingung.

"Oh iya, gua sama Azmi kakak adik, gue titip adik gua ya, gue mau ketenda Rexsan, laper," kekeh Zweitson dan berlalu. Anggota Cemal menatap Azmi penuh selidik. Seakan-akan Azmi adalah tersangka suatu kejahatan.

"Biasa aja natapnya, gua jelasin. Nyokap gua sama bokapnya dia nikah tuh, ya jadinya kita kakak adean," jelas Azmi. Sebenarnya agak berat menerima kenyataan kalau ia harus mempunyai saudara tiri. Tapi, ya sudah lah, takdir Tuhan.

Raya tersenyum kecut, Azmi lebih beruntung darinya. Azmi dapat mengenali orang tua kandungnya, sedangkan dirinya? Tak diharapkan sama sekali, sampai sekarang ia tak tau kenapa orang tuanya tega membuangnya, ah ralat ibunya, ibu kandung nya.

"Ray, lo kenapa?"

"Ga papa, gue mau beli siomay, ada yang mau nitip?"

"Gue sama si kembar ikut ya," ucap Shafa.

"Boleh, cowo-cowo pada nitip kaga?"

"Boleh deh, jangan lama-lama ya," Raya hanya mengangguk dan berlalu diikuti Shafa dan si kembar.

Karena area ini sangat ramai, tanpa sengaja Raya menabrak seorang wanita paru baya.

"Eh tante maaf," ucap Raya sambil membantu mengambil tas wanita itu.

"Raya," ucap perempuan tersebut saat pandangan mereka bertemu.

"Raya, ya ampun kamu sudah besar nak, Mama kangen sama kamu," perempuan tersebut hendak memeluk Raya, namun dengan sigap Raya menghindari.

"Mama?"

"Iya Raya ini Mama, ibu kandung kamu," Raya terkejut dengan pernyataan wanita didepannya.

"Ga, ibu Raya cuma Umi Alma," tegas Raya, takan ada yang bisa menggantikan posisi Alma sebagai ibunya, walaupun itu ibu kandung nya sendiri.

"Tapi Ray-"

"Stop tante, Raya tegasin sekali lagi, ibu Raya cuma Umi Alma, ga ada yang lain," Raya berlalu begitu saja. Ia tak menghiraukan teriakan wanita itu.














Ibu kandung Raya dateng nih, mau ada huru hara apa lagi?

Badboy My Husband : End✅ Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang