46

1.7K 105 4
                                        

"Gua yang nendang motor Fajri," ucap salah satu dari mereka.

"Penghianat! Ji, peraturan sebelum lo ubah," ucap Boim.

"Nyawa dibayar dengan nyawa," ucap Fajri diikuti senyuman miring nya.

"Lakuin sekarang!" Fajri mengangguk, ia mendekati Robby dan melayangkan beberapa pukulan. Bahkan sampai bibir dan hidung Robby mengeluarkan darah, karena Fajri menyerang secara membabi buta.

"INI BUAT ANAK GUA, INI BUAT RAYA YANG UDAH LO BUAT DROP!" ucap Fajri di tengah-tengah serangannya.

"KAK, STOP!" teriak seorang wanita yang baru saja turun dari mobil. Fajri menoleh kearah sumber suara, ia mendapati Raya bersama Ricky dan Fira, Fenly juga baru saja turun dari motornya.

"Boim, kenapa lo biarin Fajri nyerang dia?"

"Rexsan raja jalanan, bebas dong mau ngapain aja," jawab Boim santai.

"Tapi ga gitu juga, kalau dia meninggal gimana?"

"Impas," bukan Boim melainkan Fajri.

"Kak udah," ucap Raya menenangkan. Ia tau seperti apa Maulana Fajri. Raya mendekati Saga dengan wajah penuh kekecewaan.

Plakk

Satu tamparan mendarat sempurna diwajah Saga. Raya benar-benar dibuat kecewa dengan perilaku Saga.

"Gua kecewa sama lo," ucap Raya dengan penuh penekanan.

"Ray gu-"

"Gua punya salah apa sama lo, lo boleh lukai gua, nyiksa gua sampai lo puas, TAPI GA DENGAN BUNUH ANAK GUA," ucap Raya dengan air mata yang ikut meluruh.

"Mana Saga yang gua kenal dulu?"

"Raya dengerin gua dulu."

"Gua benci lo,"

Seorang anak perempuan berjalan sendirian di tengah hutan. Ia tak tau arah jalan pulang ke padepokan. Hari juga sudah semakin gelap.

Srekk

Sebuah suara membuatnya semakin takut. Apalagi bayang-bayang penyerangan tersebut masih membekas dikepalanya.

"Ngapain?"

"Ka-kamu siapa?"

"Saga, anak pemilik padepokan Dymasius. Kamu?"

"Al Irsyad," lirihnya.

"Ngapain kesini? Ini kawasan Dymasius, sini aku antar," anak perempuan tersebut hanya mengangguk.

Keesokan harinya, mereka kembali bertemu untuk bermain dan berlatih. Sejak saat itu mereka menjadi teman.

"Gua menyesali pertemuan kita," ucap Raya seraya berlalu.

Bugh

Satu tinjuan kembali dilayangkan Fajri, kali ini kewajah Saga, kemudian ia menyusul Raya.

"Raya! Dengerin gua!" teriak Saga, namun langkahnya diberhentikan oleh Fenly. Tak tanggung-tanggung, Fenly melayangkan beberapa tinjuan kearah Saga.

"Ini belum seberapa, kalau lo buat Raya celaka lagi, kemungkinan lo pulang tinggal nama," tegas Fenly.

*:..。o○ ○o。..:*

Malam kembali menyapa. Malam ini terasa begitu dingin, karena hujan turun begitu deras. Setelah kejadian pagi tadi, Fajri dan Raya saling diam tanpa sepatah katapun. Fajri fokus dengan laptopnya, karena skripsinya hampir deadline, sedangkan Raya fokus pada air hujan. Ia tak menyangka bisa melihat amarah Fajri, selama ini ia hanya mendengar saja, tapi pagi tadi ia melihat secara langsung.

"Udah malem, masuk," ucap Fajri sambil memeluk dari belakang.

"Suka air hujan," ucap Raya.

"Ga suka aku?"

"Ish jangan dilepas, hangat," ucap Raya saat Fajri hendak melepas pelukannya.

"Ya udah, ayo masuk," ajak Fajri.

"Ga mau," jawab Raya. Tanpa aba-aba, Fajri mengangkat Raya ala bridle style menuju kamar.

"Turunin," ketus Raya.

"Sstt," oke jangan diganggu. Selamat beristirahat.

Pagi kembali menyapa, Raya baru saja selesai memasak sarapan spesial untuk suaminya. Nasi goreng sosis, walau sederhana tetapi akan terasa begitu nikmat, jika dimasak penuh dengan cinta, ekhm.

"Dilayanin Raya mulu," ketus Fajri.

"Raya adik gua," jawab Fenly santai.

"Tapi Raya hak gua, cepet nikah gih," jawab Fajri tak mau kalah.

"Minggu depan," ucap Fenly.

"Semoga ga bahagia," celetuk Fajri.

Pletakk

Satu jitakan mendarat sempurna dikepala Fajri, bukan Fenly pelakunya, melainkan Raya. Bisa-bisanya ngomong gitu.

"Aku suruh tidur di luar mampus," ketus Raya.

"Emang kamu bisa tidur sendirian?" oke Fajri menang lagi.

"Eh, gua udah ada referensi rumah, sore ini ke sana yuk," ucap Fenly setelah beberapa saat hening.

"Dimana? Jangan jauh-jauh dari kampus. Mager gua," ucap Fajri.

"Beres," jawab Fenly sambil menunjukkan ibu jarinya, tanda ia setuju.









Pendek? Maap ya, otaknya baru aja ngeluarin asep😆
Jangan lupa vote ya, cakepnya tokoh yang jomblo

Badboy My Husband : End✅ Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang