14

1.9K 101 1
                                        

Fenly menatap Raya dengan sedikit tersenyum. Ia bersyukur mempunyai adik seperti Raya. Dan ia juga menemukan perbedaan dalam diri Raya. Dulu, Raya begitu manja dan takut dengan darah, maka dari itu trauma penembakan dirinya sangat membekas.

"Au... Kenapa diteken sih?"

"Lah abang ngapain liatin Raya gitu? Baru tau ya kalau adikmu ini syantik?"

"Pengen muntah gue," kesal Fenly.

"Obatin sendiri," Raya melempar kain yang ia gunakan mengobati Fenly tepat diwajah Fenly.

"Ya udah," jawab Fenly pasrah, toh nantinya Raya ga akan biarin itu terjadi.

Satu

Dua

Ti-

"Sini Raya aja," senyuman terbit diwajah nya. Semarah apapun Raya, rasa sayang nya terhadap Fenly tak akan pernah hilang.

"Yakin mau nunda pernikahan?"

"Iya, Umi sama Abi aja masih di luar kota kan?"

"Pusaka itu?"

"Ga usah dipikirin, itu cuma pusaka. Ya kali Raya mempertahankan benda mati dan ngorbanin orang yang selalu nyemangatin Raya, ngehibur Raya, jagain Raya dari kecil. Bahkan Raya rela kehilangan semuanya, teman, harta, dan dunia ini demi abang. Raya ga mau liat abang di ICU lagi dan kemungkinan terburuk kamar jenazah," ucap Raya sambil membereskan kotak P3K dengan nada rendah saat dua kata terakhir terucap.

"Kalau yang diposisi abang, Bang Iky, apa kamu akan lakuin hal yang sama?" tanya Fenly tiba-tiba. Hanya iseng.

"Ga, karena Bang Iky ga pernah peduli sama Raya. Dulu aja dia milih jemput pacarnya daripada jemput Raya sampai Raya dihadang preman dan siapa yang nyelametin Raya? Abang, Bang Fen yang nyelametin Raya. Dan dengan watados, dia pulang dengan senyuman karena menang balapan. Apa pantes dia disebut sebagai seorang kakak?"

"Ray..."

"Mungkin kita bertiga sama, sama-sama terlibat dalam dunia geng motor. Tapi menurut Raya dia beda, dia ga bisa bedain mana kepentingan geng dan keluarga. Kalian berdua sama-sama suka balapan liar, tapi dia ga mikir gimana adik perempuan nya nungguin dia dipingir jalan malem-malem dengan janjinya yang bakal dateng jemput."

"Udah ya, Ray, gimana pun Bang Iky tetep abang kita. Bang Fen atau Bang Iky sama aja. Semua kejadian buruk lupain ya, sekarang bikinin abang mie gih laper nih," ucap Fenly sambil menyandarkan tubuhnya disofa.

"Dih nyuruh,"

"Oke abang-"

"Iya Raya bikinin," potong Raya dan langsung menuju dapur untuk membuat mie.

Tanpa mereka ketahui, Ricky mendengar semua percakapan keduanya. Ia memang tak pantas menyandang status sebagai seorang kakak. Ia selalu mementingkan ego dan hobinya tanpa memikirkan bagaimana adik-adiknya. Bagaimana terluka nya adik bungsu nya itu atas semua perlakuan yang didapat darinya.

"Ini bukan salah lo, Rick," ucap Farhan mencoba menenangkan sahabatnya.

"Gagal nikah kan gua,"

"Ae lah bocil, kaga gagal cuma ditunda. Lagian ayah bunda masih diluar kota ngurus bisnis," hanya helaan napas yang bisa Fajri keluarkan saat ini. Ia terlampau kesal.

*:..。o○ ○o。..:*

Kini suasana padepokan Al Irsyad masih damai. 3 gadis tengah membuat ramuan yang akan mereka berikan kepada anak-anak Dymasius. Sementara itu Hafidz dan Shandy sedang menghadap kepada Hasyim, pimpinan sekaligus pendiri padepokan ini. Mereka meminta penjelasan kepada Abi nya tentang penyerahan pusaka tersebut.

"Ikuti alurnya saja. Jangan sesekali kalian menyalahkan Raya. Abi yang menyuruh Raya melakukan itu,"

"Tapi Bi, padepokan ini bagaimana?"

"Turunkan ego kalian. Akan lebih parah lagi kalau kakak Raya terluka. Raya yang dulu akan datang lagi, apa kalian tega melihat Raya seperti dulu? Menangis, tertawa, dan marah tanpa sebab? Pikirkan mental Raya. Padepokan ini punya banyak santri yang bisa membantu mempertahankan padepokan, sedangkan Raya hanya punya satu kakak yang ia anggap pelindungnya."

"Jadi Abi ngorbanin kita semua demi Raya?"

"Tidak. Bagaimana kalian mau memimpin padepokan ini kalau yang kalian pikirkan hanya padepokan. Nurut sama Abi. Dua hari lagi kita akan ada perang melawan Dymasius dihutan dekat sini. Infokan kepada Rexsan dan Ganapati. Kita butuh mereka."








Kira-kira ada rencana apa sih?
Kok penasaran ya?
Apa benar-benar bakal ada peperangan?

Bagaimana nih kabar kesayangan madilll? Masih menunggu kisah mereka?

Jangan lupa votmen yaa

Nb : Jangan jadi silent readers ya. Hargai penulis/author dengan memberi votmen dan jika tidak suka dengan alurnya bisa pergi, boleh memberi masukan asal tidak menghina, paham?

Badboy My Husband : End✅ Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang