19

2.1K 104 2
                                        

Siapa hayo yang part kemarin pada mikir macem-macem, ngaku! Ga di sleding sama Fajri kok. Paling dikeluarin otaknya terus di laundry. Canda laundry.
Skuy lah lanjut baca...

.

.

.

.

.

"Apa?"

"Lo bercadar. Gua ga maksa sih. Cuma itu impian gua dari dulu, punya istri pake cadar. Ya walaupun dulu keliatan mustahil,"

"Gua usahain, tapi lo ga nyuruh gua buat keluar dari Cemal kan? Ya maksud gua tuh, yang tiap Jumat bagi-bagi makanan,"

"Kalau itu gua ga masalah, tapi kalau berantem segala macem gua ga akan ngasih ijin,"

*:..。o○ ○o。..:*

Assalamu'alaikum warahmatullah

Asssalamu'alaikum warahmatullah

Raya mencium punggung tangan Fajri setelah mengucapkan salam. Hal baru bagi Raya, dulu selesai solat ia menyalami kakak dan Abi nya, sekarang suami. Ekhm suami. Ia juga tak menyangka kalau orang se badboy Fajri, merdu juga kalau melantunkan ayat suci.

"Lo jangan terpesona dulu sama suara gua. Hari ini gua jalanin kewajiban gua lagi sebagai umat. Lo tau, dulu gua jarang, bisa dihitung jari. Tapi gua sadar, sekarang gua punya lo, yang harus gua bimbing."

"Sama-sama belajar ya," Fajri tersenyum. Sejuk hatinya melihat Raya menggunakan mukena nya. Tambah cantik.

"Libur berapa hari?"

"Tiga,"

"Udah mulai ngurus skripsi?"

"Ae lah pake ngingetin," kesal Fajri.

*:..。o○ ○o。..:*

Sebuah taman menjadi latar belakangnya. Terlihat seorang pemuda bersama kekasihnya, mungkin dan anak kecil tengah berjalan-jalan menyusuri taman tersebut.

"Kak ganteng makasih ya, udah ngajak Anis jalan-jalan,"

"Sama-sama, mau main itu ga?" Fenly menunjuk kearah tempat bermain.

"Mau!" gadis kecil tersebut berlari meninggalkan Fenly dan Hanum. Ada kesempatan buat Fenly mengungkapkan isi hatinya.

"Num, aku boleh ngomong sesuatu ga?"

"Apa kak?"

"Aku suka sama kamu sejak kita ketemu di mall. Kamu mau ga jadi pacar aku?"

"Astaga kenapa harus ngomong itu? Padahal masih ada Kaila dihati gua, brengsek banget!"

"Kakak nembak aku?"

"I-iya salah ya?"

"Ga kok, cuma aneh aja. Kok kakak mau sama aku? Ya bisa dibilang kita beda jauh kak, liat acara kemarin aku yakin kakak bukan dari keluarga sembarangan,"

"Penting ya? Tuhan melihat manusia bukan dari asal, dari cover, tapi dari hati dan ketulusannya," Hanum tersenyum dan mengangguk pelan.

Badboy My Husband : End✅ Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang