Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jihoon lagi keringetan itu berdamage banget woy!!! ° ° ° Selamat membaca><
*****
Karina membuka pintu restoran milik kedua orangtuanya.
Gadis itu berjalan ke arah dapur. Ibu dan ayahnya yang tengah memasak menyambut putrinya itu dengan pertanyaan, "tumben mampir kesini?"
"Engga boleh? Ya, udah kalo gitu engga jadi. Padahal tadi niatnya mau bantuin, loh," gurau Karina.
Ibunya mendengus, "udah niat kok malah di cancel," ucapnya, "oh, iya, ada Chaeyeon, tuh, mampir."
"Iya, gitu? Kok engga ngabarin ke aku kalo mau makan kesini?" tanya Karina.
Ibunya menoleh, "emang harus banget laporan?" tanyanya balik, membuat putri satu-satunya itu mencibir.
"Mana orangnya?" tanya Karina sedikit mengedarkan pandangan.
"Lagi ke toilet, kamu tawarin menu ke pelanggan yang duduk di meja ujung, gih," titah ibunya.
Karina mengangguk, berjalan kearah meja yang ada diujung. Sekilas terlihat kalau pelanggan nya adalah sekumpulan anak laki-laki seumurannya. Karina mendesah.
Males banget kalo yang belinya laki-laki, batin karina tidak bersemangat, "silahkan, mau pesen apa?" tanyanya sambil menyiapkan pulpen untuk mencatat.
"Em, telor mata kakinya satu, ya, mba."
Karina mengangkat kepalanya, terkejut dengan suara yang barus aja ia dengar. Junkyu tengah nyengir bersama 3 antek-anteknya yang lain.
"Lo berempat ngapain kesini?" pekik Karina.
"Mau makan, lah. Ya, kali numpang mandi," julid Jihoon.
"Lo mau pesen apa, Jae?" tanya junkyu pada laki-laki yang duduk di hadapannya, "tenang. Hyunsuk, kok, yang bayar," ucapnya membuat Hyunsuk yang duduk disamping Jaehyuk mendelik.
"Kalo gua mau air putih aja, deh, tapi yang spesial, ya, langsung dari pegunungan Krakatau," Jaehyuk menoleh, "kalo lu mau apa, cuk?"
"Kalo gua simple, sih, ga usah ribet-ribet. Cukup satu embun di pagi buta, menebarkan bau basah, detik demi detik ku hitung, inikah saatku pergi?♪"