04. Telat.

487 156 246
                                        

ganteng banget gilakkkk

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ganteng banget gilakkkk

°
°
°
happy baca!

*****

"Dek, sebelum berangkat cuci piring dulu, ya."

Karina yang tengah memakai sepatu diruang tamu menoleh pada ibunya, "emang ibu mau kemana?"

"Pasar, mau belanja."

"Terus ayah?"

"Ikut ibu nganterin."

"Dia?" tanya Karina lagi menunjuk Kai yang tengah rebahan santai diatas sofa dengan dagunya.

"Kakak kamu bentar lagi mau zoom meet sama dosennya, jadi kamu mumpung belum berangkat cuci piring dulu, ya," bujuk ibunya seperti tau bahwa anaknya hendak mengeluh.

Karina menatap sinis kakaknya, "dih, zoom meet apaan. Orang lagi rebahan kayak gitu, kok."

"Kalo mau ngedumel kecilin, masih bisa kedengaran soalnya," pinta Kai dengan mata yang masih terfokus pada layar ponselnya.

Karina membuang pandangan pada ibunya, "suruh dia aja, bu, Karin mau berangkat entar telat," katanya membuat Kai mendelik.

"Yang disuruh siapa?"

"Gua mau berangkat, kak, liat udah jam 7. Lagian juga lo engga sibuk, kan."

"Gua sibuk," jawab Kai, "sibuk ngumpulin niat."

"Niat apa?"

"Niat mau mandi," Kai tersenyum manis, "soalnya bentar lagi mau zoom meet."

Karina mengepalkan kedua tangannya bersiap untuk memukul, "nih, anak demen amat, sih, nyari perkara pagi-pagi."

"Wes, santai dong," pekik Kai lalu berlari, berlindung dibalik punggung ibunya.

"Udah-udah jangan ribut. Kai, cepet siap-siap mandi," titahnya pada si anak sulung, "Karina cuci piring dulu baru berangkat sekolah. Ibu pamit mau ke pasar dulu."

Karina termangu-mangu. Hendak mengeluh tapi ibunya sudah pergi bersama ayahnya, Karina melirik kearah Kai yang tengah tersenyum dengan kedua tangan yang terlipat didepan dada.

"Yang bersih, ya. Entar gua kasih permen."

Gadis itu berjalan kearah dapur dengan langkah berat sambil mengumpat dalam hati.

*****

Jihoon memanjat tembok belakang sekolahnya. Hari ini ia telat karena ada beberapa kendala di rumahnya. Alhasil karena tidak mau dihukum pak Kim, ia pun memilih jalur nakal seperti ini.

Tembok pembatas sekolah cukup tinggi, tapi beruntung Jihoon memiliki kaki yang panjang jadi ia bisa dengan mudah menaikinya.

Buk!

I HATE YOU [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang