21. Pulang.

318 66 38
                                        

Bucinnya Kak Ji, yuk, absen dulu:v°°°Selamat reading^^

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bucinnya Kak Ji, yuk, absen dulu:v
°
°
°
Selamat reading^^

*****

Malam akhirnya tiba. Dan ini adalah malam terakhir mereka menginap dirumah kakek-neneknya Junkyu.

Seperti biasa sebelum tidur, mereka semua akan mengobrol terlebih dahulu di depan teras ditemani dengan angin sejuk dan udara yang semakin dingin.

"Dingin-dingin gini enaknya diselimuti kekayaan." Junkyu memasukkan kedua telapak tangannya ke dalam saku jaketnya.

Jaehyuk dan Hyunsuk mengangguk setuju. "Gara-gara ujan udaranya jadi dingin banget."

"Apa kabar gua sama Karina yang daritadi siang sampe sore neduh depan super market? Sibuk nyariin si Jujun, eh, lo semua malah anteng makan kue di ruang tamu," julid Jihoon. Ngambeknya masih belum berkurang.

"Masih aja di ungkit lo," pekik Hyunsuk membuat rasa bersalahnya kembali bangkit, "tapi si Jujun beneran ilang tau. Iya, kan?"

Junkyu menggeleng, "udah ketemu tadi sore sama kakek gua, ternyata selama ini dia lagi selingkuh sama kucing putih perempatan jalan. Padahal kata nenek gua baru aja kemaren dia kawin sama kucing sebelah. Ck, dasar buaya."

Hyunsuk bergernyit, "jadi dia kucing atau buaya?"

"Play-cat, lah," jawab Junkyu singkat.

"Btw, kucing perempatan jalan? Yang mana, dah?" tanya Jaehyuk.

Hyunsuk berdecak, "masa lo lupa, sih. Yang waktu itu sempet kita liat pas main polisi-polisian loh, Jae. Yang jalannya benter-benter maju mundur kek Syahrini."

"Hah? Serius." Jaehyuk masih sedikit tidak percaya, "kok, Jujun selingkuh nya sama yang kayak gitu, sih? Baru tau gua, tuh, kucing seleranya janda."

"Terus-terus? Gimana? Hamil gak?" tanya Jihoon penasaran sampai-sampai lupa jika ia sedang ngambek.

"Ternyata cowok juga suka gibah, ya," Karina setengah bertanya.

"Biasalah, namanya juga manusia," bela Chaeyeon, "tapi gua rada heran, masa daritadi yang mereka gibahin kucing, sih."

"Pahala Jujun pasti nambah," tutur Minju.

Sohyun hanya mengangguk. "Kayak gini seru juga, ya," ungkapnya tiba-tiba membuat yang lain menoleh.

"Seru maksudnya? Lo ngedukung mereka gibahin kucing, Hyun?" tanya Chaeyeon.

"Siapa yang ngegibah?" tanya Hyunsuk, "orang kita cuma lagi ngereview kepribadian kucingnya si Ajun."

"Ga usah bersembunyi dibalik kata review, gibah mah gibah aja."

"Bukan itu, maksudnya kita. Suasana kayak gini, seru juga. Kalo diliat-liat hubungan kita sama yang dulu udah beda banget.

I HATE YOU [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang