29. Jahat.

287 67 32
                                        

Ini beneran foto Jihoon yang suka julid, kan?'-'°°°Selamat membaca!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ini beneran foto Jihoon yang suka julid, kan?'-'
°
°
°
Selamat membaca!

*****

"Lo ga pa-pa?" tanya Jihoon yang melihat tangan Karina gemetar sambil mengikat tali sepatunya.

"Sedikit sakit. Tapi ga pa-pa, kok," jawab Karina menoleh, "demi lo."

"Kalo sakit jangan dipaksa. Ayo kerumah sakit aja," ajak Jihoon melihat kaki Karina yang seperti lemas tidak bisa berdiri.

"Itu bisa belakang. Sekarang yang penting gua harus nemuin Yujin dulu," tolak Karina sembari berusaha bangkit dari duduknya.

"Justru itu yang ga penting!" Jihoon menaikan nada oktafnya, "lo kenapa, sih, terobsesi banget soal masalah gua? Kan, udah dibilangin engga usah ikut-ikutan. Liat sekarang kaki lo engga berhenti gemetaran. Coba kalo tadi gua telat nolongin lo dari kejaran anjing? Bisa-bisa sekarang lo ada di UGD, Rin!"

"Niat gua, kan, baik, Hoon. Kok, lo malah marah-marah ke gua, sih—

"Karena gua ga mau liat lo luka!"

"Ya, gua juga engga mau liat lo dikeluarin!"

Lenggang sesaat. Mereka berdua terdiam dengan sorot mata putus asa yang saling menatap satu sama lain.

"Waktu gua terbatas. Debat sama lo engga akan ada habisnya," lirih Karina sambil memaksa kakinya untuk berjalan meninggalkan Jihoon.

Jihoon menoleh, menatap sedu punggung Karina yang kian menjauh.
"Hal yang lo lakuin bakal jadi sia-sia, Rin."

*****

Linu. Satu kata yang menggambarkan keadaan kaki Karina saat ini. Tapi gadis itu terus memaksanya berjalan kembali kerumah Yujin.

Karina berjalan dengan kakinya yang tertatih-tatih. Ia menarik nafas dalam-dalam ketika sudah sampai didepan gerbang.

"Sumpah, sih, kalo gua buka ni pager terus yang muncul anjing lagi gua bakal bakar rumahnya," janji Karina namun tiba-tiba saja pintu pagar langsung terbuka, menampilkan seorang adik kelas yang sejak kemarin sudah dicari oleh Karina.

"Ada perlu apa nyariin?" ketus Yujin.

Karina menunjukkan layar ponselnya ketika ia sudah duduk diruang tamu rumah Yujin. "Ini lo, yang post, kan?" tanyanya tanpa basa-basi.

Yujin diam sejenak sambil menilik. "Kalo iya, kenapa?" tanyanya membuat Karina terkejut.

"Kalo engga, gimana?" tanyanya lagi membuat Karina memasang wajah datar.

"Katanya lo sibuk. Kok, malah main teka-teki gini, sih. Jadi iya apa engga?"

"Iya," jawab Yujin singkat, "terus kakak mau apa?"

"Engga ribet, sih. Lo bakal gua dijadiin tersangka dipersidangan nanti. Karena udah nyebarin rumor engga berdasar, dan bisa disebut sebagai pembully verbal."

I HATE YOU [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang