Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat datang di chapter terakhir I Hate You dan ....
° ° °
Selamat membaca!
*****
Pukul 8 pagi, Jihoon yang sudah rapih dengan seragam jas dibalut dasi formal keluar dari dalam mobil taxi sembari menggandeng perempuan cantik yang tak lain adalah ibunya.
Jihyun yang juga mengenakan pakaian rapih berupa dress sederhana merasa gemas melihat anak semata wayangnya itu yang sejak tadi tidak bisa berhenti menatap kaca jendela mobil hanya sekedar untuk memastikan tataan rambutnya yang sudah benar.
"Udah, dong, nak. Kesian supirnya jadi gak enak mau pergi," tegur Jihyun membuat anaknya tersadar lalu tersenyum membiarkan sang supir membawa mobilnya pergi.
"Dasi Jihoon engga kepanjangan, kan, bu?" tanyanya memastikan, yang jika dihitung-hitung sudah 5 kali ia menanyakan hal yang sama.
"Udah ganteng, kok," jawab Jihyun namun ekspresi anaknya terlihat masih belum puas dengan penampilannya, "kamu itu mau ngehadirin acara kelulusan Jihoon, bukan dateng buat ngelamar kerja, apalagi ngelamar cewek. Jangan-jangan emang beneran mau ngelamar cewek lagi."
Jihoon mendelik. "Masih lama, bu. Baru juga jadian," ujarnya membuat sang ibu tertawa.
Pipi Jihoon seketika memerah karena tiba-tiba teringat kejadian di pasar malam tepatnya di dalam wahana bianglala tempo hari lalu.
"Jadi lo ngajakin gua pacaran?" tanya Karina memastikan.
Jihoon mengangguk dengan kepala yang tertunduk. "Itu kalo lo mau, kalo gak mau-
"Ya, mau lah!" jawab Karina langsung memotong ucapan Jihoon. "Setelah semua hal yang udah lo lakuin buat gua. Gila aja kalo gua gak mau."
Kepala Jihoon seketika terangkat. Kedua mata mereka bertemu.
"Gua juga udah suka sama lo Jihoon!"
Di dalam aula. Karina yang sudah mengambil tempat duduk bersama teman-temannya mengerang dalam hati, merasa malu pada dirinya sendiri. Kenapa gua jawabnya harus se-excited itu, sih! Kayak seakan-akan gua, tuh, selama ini udah menantikan momen itu. Yah, meskipun emang bener, tapi, kan, ah, tau, lah.
Karina meremas jari-jemarinya, berusaha tidak terlihat cemat. Namun gawat sepertinya Karina akan salting berat jika bertemu kekasih barunya itu.
"Lo entar tampil lagi gak, cuk?" tanya Jaehyuk yang duduk dibarisan belakang Karina dan teman-temannya. "Nyanyi kayak waktu itu."
"Ngaco, lo, Jae. Kan, gua yang lulusnya, masa iya gua juga yang ngehiburnya."
"Sapa tau, kan, mau duet sama Sohyun, kayak Risky febian sama Mahalini," celetuk Junkyu.
Membuat Chaeyeon, Minju, Sohyun menoleh dan yang lain tertawa kecuali Karina yang masih terkalut dalam pikiran randomnya.