[🔞Mature Content🔞]
Yoona menemukan kucing liar dalam perjalanan pulang. Ia kasihan dengan kucing oranye yang lusuh dengan banyak luka di tubuhnya. Kucing itu dibawanya pulang, Yoona merawatnya sampai si kucing oranye kembali sehat dan menggemaskan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Wiih udah menjelang chapter-chapter terakhir genggies...
Makasih buat kalian yang apresiasi dengan baik cerita ini sampai berjalan sejauh ini
Jangan lupa selalu kasih VOTE/COMMENT ya!!!
°°°
🔞MATURE CONTENT🔞
°°°
William berlutut dengan kedua kakinya, ia masih menyentuh dan mengusap bagian lehernya yang sakit. Kepalanya terasa pusing berkunang-kunang, "Ssshhh..." William meringis kesakitan. "Ada apa, apa yang terjadi padamu Sehun?" Hyun Bin khawatir terjadi sesuatu yang serius pada menantunya. "Apa kau kesakitan?" Ayah mertua yang tiba-tiba peduli akan suami dari putrinya, ia turut mendekat pada William melihat di mana rasa sakit William terjadi.
"Aku tidak tahu, sepertinya aku disengat sesuatu."
"Ooh sakit sekali ssshhh..."
"Semuanya, bubarkan pesta pernikahannya."
"Kita sudah selesai, ayo kita beristirahat dulu!"
"Silakan untuk meninggalkan tempat ini!"
Hyun Bin membopong tubuh William masuk ke rumah, mendudukannya di sebuag kursi. "Boleh aku lihat di mana letak tadi kau merasa disengat dan kesakitan?" Orang yang paling tidak peduli sekarang menjadi yang paling siaga menolong menantunya. Hyun Bin telaten memberikan pertolongan pertama terhadap sengatan yang William terima di leher.
Di belakang, Yoona dan sang ibu hanya bisa menonton aksi rasa peduli ayah mertua terhadap anak mantunya. "Aku tidak tahu kenapa appa-mu jadi peduli tentang orang yang paling ia tidak pedulikan sebelumnya." Ye Jin, ibu dari Yoona hanya bisa geleng-geleng kepala sambil melipat kedua lengannya di dada.
"Suamimu berhasil mencuri hatinya, sifat keras suamiku bisa selembut dan sepeduli itu sekarang ya."
"William eheeemm... maksudku Sehun memang punya daya tarik untuk meluluhkan perasaan setiap orang, dia terlalu baik untuk disia-siakan, eomma."
"Ya... meskipun eomma dan appa sempat tidak yakin dengannya, dia sudah membuatmu mengandung sebelum semuanya matang. Tapi mau bagaimana lagi, masih bagus anak itu mau tanggung jawab."
"Yoona... tolong ambilkan air untuk suamimu!"
"Ya appa!"
Masih dengan gaun putih dengan bagian rok yang mengembang, Yoona mengangkat sedikit kainnya agar memudahkannya melangkah lebih cepat ketika pergi ke dapur. Yoona membawakan air untuk William, "Minumlah, mungkin kau akan merasa lebih baik setelah ini." Tak banyak bicara, William langsung meneguk habis segelas air yang diberikan Yoona padanya.