part 28

134K 8.4K 118
                                        

Happy reading


"Rooftop yuk, bosen banget di sini" ajak Aksa.

Setelah tadi pelajaran busus kini kelas mereka kosong. Guru yang mengajar tidak bisa hadir jadi hanya di beri tugas saja. Karena terlalu bosan ada di dalam kelas, Aksa mengajak dua temannya ke rooftop. Ia ingin sekali menghembuskan asap rokok di sana.

"Ayo, suntuk banget gue di sini" ujar Bima.
Ia ingin tidur di rooftop
di kelas ia sudah sangat jenuh. Bagi Bima suasana kelas ini sangat membosankan tak ada hal yang menarik.

Angkasa ngikut saja ia ingin mencari udara segar dan menghabiskan beberapa batang rokok di rooftop sepertinya menarik.

Mereka bertiga pergi menuju rooftop. Baju mereka tak ada yang rapi sama sekali, penampilannya sungguh seperti preman, kancing baju atas tak dikancingkan rambut yang acak-acakan namun kadar ketampanan mereka tak berkurang sama sekali.

Di dalam saku celana Aksa ada satu bungkus rokok dan yang membawa korek api Angkasa sedangkan Bima ia ke rooftop hanya ingin tidur saja dirinya jarang merokok.

"Kalian berdua naik ke rooftop duluan aja, gue mau beli es cendol dulu haus banget gue" ucap Aksa.

"Gue nitip sekalian" ucap Angkasa.

"Gue juga sekalian beli-in roti, laper banget gue" suruh Bima.

"Oke, pake duit gue aja dulu"

"Ati-ati entar ketahuan guru"

"Santai aja gue bisa bikin alasan. Dah ah, gue mau ke kantin dulu"

Koridor sangat sepi dikarenakan sekarang belum jam istirahat. Jadi semua murid ada di dalam kelas kecuali yang sedang pembelajaran olahraga dan tentunya pentolan SMA CEMPAKA Angkasa, Bima, dan Aksa.

Aksa dengan gaya coolnya tetap berjalan samapi ke kantin. Ia menghampiri mbak Ninik yang sedang mengelap gelas.

"Hai mbak Ninik" sapa Aksa, ia melambaikan tangannya ke mbak Ninik.

"Aksa ngapain kamu ke sini? ini kan belum jam istirahat. Bolos ya kamu" sudah bisa ia tebak jika Aksa berkeluyuran saat di jam pembelajaran berarti anak itu sedang membolos.

"Sok tau banget mbak Ninik. Aku tadi habis dari kamar mandi buang air kecil kebetulan juga aku haus banget, jadi ya mampir dulu beli es cendol mbak Ninik yang swegerr bingitt"

"Ngeles mulu kamu"

"Ck, cepetan mbak bikinin es cendol tiga! di bungkus aja"

"Tuh kan belinya tiga pasti yang dua buat Angkasa sama Bima" tak mungkin sekali Aksa meminum es cendol tiga gelas sekaligus.

"Enggak! itu buat aku semua haus banget ini mbak tadi habis konser di kelas"

"Nah ini, kalau konser di kelas pasti gak ada gurunya terus karna bosen kamu jadi bolos kan" tuduh mbak Ninik.

"Ck, Aku gak bolos mbak!. Kesini cuma mau beli minum doang haus banget ini"

"Emang temen sekelasnya gak ada yang bawa air minum satu pun? kan kalau haus bisa minta dulu"

"Mbak Ninik minta di banting yah. Aku kan cuma mau beli es cendol malah di tuduh yang enggak-enggak. Ribet amat dah" Aksa geram sekali dengan mbak Ninik tinggal di bikinin apa susahnya sih.

"Iya, ini saya buatin silahkan duduk dulu" ucap mbak Ninik seramah mungkin menyuruh Aksa duduk menunggu pesanan es cendolnya.

"Nah gitu kek dari tadi" Aksa menunggu es pesanannya sembari bermain handphone. Untung saja kantin ini sangat sepi hanya ada beberapa penjual dan Aksa saja.

NARAKASA [SUDAH TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang