Part 27: Ratu di Barat

538 79 10
                                        



Ratu Somhua telah bersiap untuk melakukan perjalanan jauh dari Kerajaan Tang menuju ke Kerajaan Barat bersama dengan pasukan yang akan mengikutinya.

Tak disangka di hari keberangkatan Somhua, seorang komandan militer yang ada di perbatasan Kerajaan Tang menyerang istana dan membunuh sang Raja. Setelah itu, komandan militer itu mengklaim tahta dan mengangkat dirinya sebagai kaisar yang baru. Ia mengubah nama Kerajaan Tang menjadi Kerajaan Hou Liang. Alasan komandan militer itu menyerang Raja karena tidak setuju atas keputusan Raja yang tidak berpikir panjang demi kepentingan rakyatnya dan malah ingin menyerang Kerajaan Keenam, hanya karena dirayu oleh Ratunya.

Ratu Somhua sempat kabur ketika istana Kerajaan Tang diserang oleh komandan militer, tapi kini ia tidak ada rumah untuk kembali. Somhua pun meneruskan perjalanannya bersama dengan pasukan yang masih setia pada dirinya.

Ketika Somhua mencapai wilayah Kerajaan Barat. Ia diserang oleh pasukan milik Kerajaan Barat. Somhua menyampaikan pada Adipati di Barat bahwa ia adalah keturunan dari Raja Lerthai yang terakhir. Adipati di Kerajaan Barat tak mudah percaya dengan perkataan Somhua, karena konflik yang terjadi di dalam Kerajaan Keenam membuat sang Adipati menjadi was-was. Ia takut jika wilayahnya yang bersebelahan dengan kerajaan dari benua lain akan menjadi rawan sasaran, karena kini tak akan ada bantuan dari Kerajaan Utara lagi jika wilayah Barat diserang.

Apalagi Somhua datang bersama serombongan pasukan dari kerajaan lain. Sehingga, peperangan pun tidak dapat dihindari. Pasukan yang dibawa oleh Somhua lebih kuat daripada pasukan di Kerajaan Barat, karena Kerajaan Tang pada masanya terkenal akan militernya yang kuat, mungkin setara dengan kekuatan militer di Kerajaan Utara.

Semakin kuat militer di suatu kerajaan, maka risikonya juga akan semakin besar. Apabila tidak mendapat kesetiaan dari pasukannya maka dapat menjadi senjata makan tuan. Seperti apa yang menjadi penyebab kejatuhan Kerajaan Tang.

Peperangan antara pasukan Somhua dan pasukan Kerajaan Barat tidak dapat dihindari. Karena merasa tak dapat berbicara dengan baik-baik, maka Somhua membunuh Adipati di Kerajaan Barat dengan tangannya sendiri. Jangan kira Somhua tak dapat memegang senjata. Pelayan yang mengasuh Somhua hanya hidup hingga usianya 7 tahun. Setelah itu, Somhua tinggal dengan kelompok asasin. Kelompok asasin memang terdapat dalam kalangan rakyat biasa. Selama tinggal dengan kelompok asasin, Somhua dilatih khusus untuk menjadi pembunuh dan pengintai. Benar, Somhua adalah seorang asasin. Ia pernah tinggal di rumah bordil juga dikarenakan salah satu pekerjaannya, karena di rumah bordil lah biasanya rahasia besar sering terungkap. Ia menjadi pelayan pribadi Raja juga karena tugasnya untuk mengintai. Tak disangka ia akan dengan mudahnya mendapat hati sang Raja dan naik menjadi Ratu.

Kemenangan Somhua melawan pasukan Kerajaan Barat menjadikannya Adipati di Barat, tetapi ia tidak ingin menjadi Adipati, melainkan menjadi Ratu di Kerajaan Barat. Ia tidak ingin bertekuk lutut di bawah Raja Kerajaan Keenam. Segala hal yang terjadi di Kerajaan Barat sengaja tidak dikabarkan ke Selatan, sehingga Raja Prasat tidak mengetahui apa yang telah terjadi di Barat.

Semua itu adalah rencana Somhua untuk merahasiakan keberadaannya sebelum ia berhasil membangun kekuatan militernya kembali.

Somhua mengirim seorang jenderal militer dan beberapa pasukan yang dipimpinnya untuk pergi menuju suatu wilayah di Kerajaan Barat yang tidak ikut memberi hormat pada Ratu Somhua saat upacara penobatan. Wilayah itu tidak lain dan tidak bukan adalah Kaki Langit.

Ketika sang jenderal mencapai kawasan Kaki Langit, ia dihalangi oleh beberapa orang berpakaian serba putih.

"Ini adalah kawasan Kaki Langit. Siapapun yang tidak mendapat izin dilarang masuk.", ucap seorang murid Kaki Langit.

The ThroneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang