Part 43: Kembalinya Kerajaan Keenam

842 82 1
                                        





Panah api yang beterbangan melewati dinding istana Kerajaan Keenam tak lain dan tak bukan adalah berasal dari pasukan Kerajaan Barat dan Kerajaan Utara yang menyerang wilayah Selatan.

Beberapa bulan sebelum serangan di wilayah Selatan itu terjadi, Ratu Ayut Lan mulai mendatangkan pasukan dari berbagai wilayah Kerajaan yang masih menjadi kekuasaannya. Pasukan-pasukan tersebut telah dilatih di masing-masing Kerajaan, lalu dikumpulkan ke Selatan untuk memulai rencana sang Ratu yang ingin merebut kembali wilayah Utara.

Suda Phraya yang selama ini mengendap-endap dan menjadi mata-mata di wilayah Selatan mengetahui rencana sang Ratu. Ia tentu saja tidak mungkin tinggal diam disaat Kerajaan kakaknya akan diserang. Ia harus segera pergi untuk memberi tahu kakaknya. Tapi sebelum pergi ke Utara, Suda merasa ia harus mampir ke Kerajaan Barat yang dilewatinya dalam perjalanan. Ia perlu memastikan kecurigaannya.

Kerajaan Barat tidak mengirim pasukan seperti yang diperintahkan oleh Ratu Ayut Lan. Suda menduga bahwa pemimpin Kerajaan Barat juga mungkin telah membelot. Benar saja dugaan Suda, ketika ia diam-diam menyelinap masuk ke dalam istana Kerajaan Barat, ia melihat bahwa yang duduk di kursi Adipati adalah seorang wanita. Para pejabat istana pun memanggilnya "Yang Mulia Ratu."

Sejak kapan Kerajaan Barat dipimpin oleh seorang Ratu?, batin Suda.

Suda Phraya membuntuti Ratu Kerajaan Barat yang adalah Somhua. Sehingga Suda mengetahui bahwa ternyata selama ini tidak ada rakyat Kerajaan Barat yang tahu bahwa mereka dipimpin oleh Ratu. Somhua memerintahkan bawahannya untuk berpura-pura menjadi Adipati di Kerajaan Barat.

Suda mengikuti Somhua yang berjalan sendirian di tengah keramaian pasar tanpa ditemani oleh para pengawalnya. Suda menyadari bahwa 'Ratu' ini memiliki kemampuan bela diri jika dilihat dari pedang yang tersampir di pinggangnya. Somhua bebas berjalan kemanapun yang ia mau karena rakyat Kerajaan Barat tidak tahu bahwa ia seorang Ratu dan mengira Somhua hanya pengawal istana biasa.

Ternyata Somhua pergi menemui seorang pria yang berpakaian serba putih. Suda mengingat ketika kakaknya baru pulang dari Kaki Langit dengan mengenakan pakaian yang sama persis seperti yang dikenakan pria itu.

Murid Kaki Langit? Mengapa menemui Ratu?

Suda membelalakkan mata ketika menyaksikan Ratu Somhua dan pria yang ditemuinya berciuman. Tiba-tiba mata pria itu melirik ke arah Suda. Tentu saja Suda terkejut dan ia langsung refleks bersembunyi di balik pohon—sebuah gerakan yang salah karena Suda tahu ia pasti telah tertangkap basah.

"Siapa disana?", suara pria itu.

Tiba-tiba tubuh Suda melayang, entah tanpa sebab tubuhnya tertarik hingga ia berdiri di hadapan pria yang tadi berciuman dengan Ratu Kerajaan Barat. Pria itu menatap Suda dengan tatapan mengintimidasi seorang alfa. Padahal pria itu belum melepaskan feromonnya, tetapi kaki Suda telah terasa lemas.

Ketika pria itu melepaskan tekanan di sekitar tubuh Suda yang tidak tahu berasal dari mana, Suda langsung jatuh tersujud di hadapan pria itu.

"Siapa kau? Berani-beraninya mengikuti kekasihku?", ucap pria itu.

Suda mendongak dan melihat wajah pria muda yang berdiri di hadapannya. Seharusnya Suda bisa marah karena seorang pria muda berani tidak sopan pada orang yang lebih tua. Tetapi wajah pria muda itu terlihat sangat familiar baginya.

Tatapan mengintimidasi ini... Seperti kakak...

Tak seharusnya Suda mengatakan identitasnya yang sebenarnya. Tapi entah mengapa bagi Suda, pria di hadapannya itu tidak terasa asing.

"Aku Suda Phraya. Kau siapanya Sam Phraya?"

Pria itu mundur selangkah karena terkejut.

"Aku putranya. Namaku Ramchara Phraya."

The ThroneCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang