[DAFTAR PENDEK WATTYS 2023]
Di masa depan yang tidak jauh, bumi-yang-baru tidak lagi milik manusia, tapi dikuasai makhluk kuno bernama MESS, Mortal Entity: Sentient Species.
Namun hari ini, kedamaian hancur saat para Kaisar turun tangan, membantai...
Tapi sekarang, aku terjebak di tempat yang lebih kejam daripada neraka. Saudagar kaya bernama Abi Hazra menyelamatkanku. Dia menemukanku tidak sadarkan diri, terdampar di teluk selatan Benua Midas. Dan hari ini, ia membawaku ke Royal Kasino di utara benua. Ia tahu berapa usiaku: lima belas tahun.
Dan itu artinya aku akan menghadapi... Malam Penjualan.
Aku didandani bagai anak raja. Gamis seputih awan menyelimuti tubuhku yang mulai kokoh. Berewok dan rambutku dirapikan bagai bonsai di pelataran taman. Lalu mata biruku... setiap orang yang melewatinya pasti menatapnya lamat-lamat, menginginkanku, seperti keledai lapar.
"Ya Makka, anta wasimun jiddan hadhihi al-laylah." ("Makka,kamu tampan sekali malam ini.") Abi Hazra tiba-tiba muncul di belakangku, mengelus pundakku sambil tersenyum. Perut buncitnya menyundul bagian belakang kepalaku. "Fadhhab ḥālan ilā al-muqaddam wastaqbil-iḍ-ḍuyūf al-muhimmīn min jamī'i arḍi al-jadīd!" ("Sekarangsegera pergi ke depan dan jamu tamu-tamu penting dari seluruh bumi-yang-baru.")
Aku mengangguk, tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Aku tidak akan mempercayai saudagar kikir seperti Abu Hazra, dan karena aku selalu mengingat pesan abi: jangan percaya kepada siapa pun.
Aku melewati Abu Hazra ke aula utama. Ajudannya yang tinggi besar dan berbulu selalu membuatku tidak nyaman. Aku tidak pernah mendengarnya berbicara, tapi aku seperti bisa mendengar pikirannya selalu merencanakan sesuatu. Atau apa dia sedang menyembunyikan sesuatu?
"Young boy! Come here!" Seorang pemuda, yang duduk di ujung aula, memanggilku.
Aku mendatanginya, terdiam.
Dia memandangiku, lalu kami saling menatap. Mata hijau pucatnya tidak dimiliki oleh orang Midas. Dia seperti orang A-Capital. Apa dia Peacekeeper?
"Kamu mengerti omonganku? Bahasa Inggris?" Pemuda itu mengulangi pertanyaannya, suaranya meninggi penuh percaya diri.
Aku mengangguk.
Pemuda itu tersenyum, lalu menyandar ke kursi sambil bersedekap. "Akan ada acara apa malam ini? Aula kasino ini terlalu mewah jika dilapisi emas--meskipun nama Benua Midas berarti emas, tapi ini berlebihan." Dia tertawa kecut.
Aku tidak menjawabnya, meliriknya tajam. Aku melihat karung sebesar tong anggur dan selembar koran tergeletak di dekat kakinya.
"Apa akan ada Malam Penjualan malam ini?" Dia menghentikan tawanya. Dia tahu. "Sepertinya benua ini kembali ke zaman jahiliyah. Beruntung A-Capital mengambil alih bumi-yang-baru. Jika tidak, anak-anak muda di bawah lima belas tahun akan kehilangan masa depannya dengan dijual seperti anjing. Bahkan bisa saja kamu yang masih segar dan menawan." Dia menghentikan kalimatnya, meneguk gelas yang sedari tadi dipegang. "Berapa umurmu, Anak Muda?"
"Lima belas tahun." Aku melangkah pergi, meninggalkan pemuda itu termangu setelah mendengar jawabanku.
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.