7.1 Final: the third doom

275 39 115
                                        

Makka Al-Fata

Aku mengetahui semuanya.

Tiga hari lalu, aku ikut andil dalam persiapan pemberontakan. Akulah pencetus tanda-tanda kiamat yang perlahan muncul di hadapan dunia.

Akulah yang membujuk Saba untuk membalik bumi. Kini, kutub selatan berada di utara, dan sebaliknya. Matahari pun terbit dari barat. Aku juga yang merayu dewa bumi agar menahan rotasi malam ini, supaya pasukan pemberontak punya lebih banyak waktu.

Aku melakukan semua ini demi menyelamatkan seluruh makhluk di muka bumi. Mereka harus sadar bahwa Kaisar benar-benar berniat menciptakan kiamat ketiga. Bumi sedang tidak beres—jadi, janganlah bersorak dalam kelalaian!

Namun tugasku belum selesai. Masih ada bujukan lain yang harus kulakukan. Torue akan membelah langit menjadi merah dengan kekuatan MESS udaranya. Setelah itu, ia akan melepaskan suara dahsyat—tiupan sangkakala.

Itulah awal kiamat. Dan sekaligus awal pemberontakan kami.

***

Di atas balkon gedung putih yang luas, aku berdiri bersama empat Kaisar lainnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di atas balkon gedung putih yang luas, aku berdiri bersama empat Kaisar lainnya. Kami berjajar rapi — Torue, Saba, Lemyaku, Syam, dan aku. Setelan serba putih menempel rapi di tubuh kami; wajah-wajah tertata seperti patung.

Lemyaku akan memulai kiamat ini. Tepat di depan alun-alun yang dipenuhi penduduk A-Capital, dia akan memulai pembantaian.

"Rakyat-rakyatku! Saat fajar menyingsing, kita akan berada di bagian paling atas dunia! Sebentar lagi! Bersoraklah!" Lemyaku berorasi penuh api. Pidato Presiden A-Capital itu hanyalah bualan. Dia akan membunuh semua orang — termasuk rakyatnya sendiri.

Semua Kaisar sudah siap dengan kekuatan masing-masing. Torue menunggu untuk membelah langit dan menggemakan tiupan sangkakala. Saba siap mengguncang bumi sedahsyat mungkin, menabrakkan benua demi benua. Syam menahan amarahnya untuk membumihanguskan daratan. Lemyaku akan mengurus sisanya.

Tetapi aku berbeda. Aku tidak datang untuk memimpin pembantaian. Aku bersiap untuk membunuh para Kaisar.

Sama seperti tujuan pasukan pemberontak. Kaisar harus mati. Terserah siapa yang melakukannya — yang penting kepala mereka jatuh.

"Semua, sudah saatnya!" seru Lemyaku, mengundang sorak. "Sebentar lagi, sang fajar akan terbit!"

Penduduk A-Capital bersorak riang. Di bawah, para pemberontak menegakkan kuda-kuda. Di bawah komando masing-masing MESS, mereka bergerak ke arahku. Mereka akan membantuku menyingkirkan para Kaisar.

"Tiga...." Lemyaku mulai menghitung mundur. Ia memberi aba-aba kepada Torue.

"Dua...." Matahari mulai menampakkan sinar; sorot kuning merobek cakrawala. Matahari perlahan terbit dari barat.

Bersamaan dengan mentari, langit terbelah. Rona merah menganga. Torue mengawali tugas pertama. Tinggal satu lagi.

Hening. Segala sesuatu menunggu.

MESS [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang