7.6 Final: miracle

261 33 51
                                        

Baek Seung-Ja

Sendirian. Aku memisahkan diri dari Yasmin-noona.

Aku berlari mengejar anggota Konvergen yang tersisa. Jagra-ajussi entah kenapa tidak satu anggota lainnya. Aku harap, dia baik-baik saja.

"Berhenti! Jangan kabur!" teriakku lantang. Rambut cokelatku terayun ketika aku menembus gedung-gedung tinggi. Aneh, bukannya melawan, anggota Konvergen itu malah lari dariku.

Aku membentuk dinding dari udara tipis. Balok transparan itu seperti kaca, sulit dijelaskan. Tembus pandang, nggak bisa dihancurkan. Layaknya polimer yang terikat kuat, dinding ini berasal dari udara sekitar yang kupadatkan.

Keputusan membuat dinding pemisah dari udara tipis tadi memang tepat—setidaknya pertarungan lain nggak akan diganggu siapa pun.

"Berhenti!" Aku berteriak lagi.

Dia masih terus berlari. Dari blok perkantoran sampai ke pusat jalan raya. Dia pasti merencanakan sesuatu.

Dia berlari cepat, nggak mengeluarkan suara. Aku bisa saja tertinggal kalau jarak semakin jauh. Satu-satunya petunjuk hanyalah wujudnya. Pria paruh baya dengan rambut dan berewok putih. Kata Yasmin-noona, kalau tidak salah namanya...

Romanov Omar... alias White Lion.

Aku nggak tahu seberapa kuat dia, tapi dia jelas ingin menjebakku. Tetap saja, aku memilih berani. Orang baik harus berkorban!

Aku sudah mengalami mimpi buruk yang lebih menakutkan di kampung halamanku. Jadi dijebak pun bukan masalah. Aku akan menang—

Hilang.

Romanov lenyap dari pandanganku. Tepat di pusat keramaian A-Capital, Town Square, aku kehilangan jejak.

"Aissi! Dia menghilang!" Aku melirik segala arah. Persimpangan besar itu kini dipenuhi arus tsunami. Mustahil seorang Konvergen bisa hilang begitu saja. "Konvergen cuma siluman. Nggak sekuat Makka-hyung dan Taiga-hyung. Mana mungkin bisa lenyap—"

"Hei, Bocah! Kau sudah memilih musuh yang salah!" suara itu menggema dari salah satu gedung tinggi. Romanov akhirnya bersuara. "Kau mengejar pemimpin Konvergen, lho! Aku Romanov sang White Lion, guru dari Makka."

Aku langsung terperanjat. Pemimpin Konvergen, bahkan guru salah satu Kaisar? Sial. Aku salah memilih musuh. Matilah aku!

Batu besar seketika meluncur dari gedung yang Romanov naiki, meluncur ke arahku.

"Udara tipis di sekitarku, jadilah dinding!"

Refleks, aku memanggil kekuatanku. Dinding transparan muncul, menahan batu itu sebelum sempat menyentuhku. Romanov jelas terkejut—kekuatan MESS fasaku jauh di luar perkiraannya.

"Ekstensi!"

Aku memanjangkan dinding itu, menghantam ke arah Romanov. Gedung tinggi yang menjulang pun bisa kutembus. Romanov sampai kalang kabut.

Namun, aku menghentikan serangan. Dari atas gedung, terdengar teriakan manusia. Ada banyak penduduk A-Capital berlindung di sana.

Berhenti.

Aku menahan kekuatanku. Suasana mendadak sunyi. Kenapa jadi sesepi ini—

Dhoom!

Tiba-tiba Romanov terjun menghantam dari atas. Untung dindingku masih melindungi.

"Jadi kau Baek sang MESS fasa?" Romanov melangkah mendekat, suaranya mengintimidasi. "Kau... MESS yang menenggelamkan Turok seorang diri!?"

Aku panik. Jarak kami makin tipis. Selama aku berada di gedung Town Square, terlalu berisiko untuk menggunakan kekuatanku. Penduduk di dalam bisa terluka. Aku segera membentuk pijakan transparan di atas air tsunami, lalu turun ke Town Square.

MESS [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang