[DAFTAR PENDEK WATTYS 2023]
Di masa depan yang tidak jauh, bumi-yang-baru tidak lagi milik manusia, tapi dikuasai makhluk kuno bernama MESS, Mortal Entity: Sentient Species.
Namun hari ini, kedamaian hancur saat para Kaisar turun tangan, membantai...
Aku tertegun mendengar berita yang dibawa oleh para makhluk gaib. Berdiri di atas bola raksasa yang terus menggelinding, aku hanya bisa menahan air mata. Aku tak boleh membuat pemberontak utara melemah hanya karena kesedihanku.
Pengorbanan kalian sangat berharga! Aqso, Deli, Laras, Jagra, dan Baek—kalian adalah pemenang yang sesungguhnya! Mataku berkaca-kaca. Semua orang yang kukenal, orang-orang yang kulindungi, telah pergi. Seharusnya tak begini!
Aku menyalahkan diriku sendiri. Darahku memberontak, menolak kenyataan. Andai saja para Konvergen tak berlari ke arah selatan dan barat, para MESS tak perlu berakhir menjadi tubuh-tubuh tak bernyawa.
MESS gaib sepertiku bisa menangani Konvergen seorang diri... atau Taiga. Kami berdua, MESS kelas 2, makhluk buas, seharusnya yang menangani mereka. Tapi takdir berkata lain.
"Terus maju! Lumpuhkan semua Peacekeeper!" Aku menahan air mata. Di atas Quartz, aku bergerak ke depan, menuruni dataran bersalju, lalu menembus pusat A-Capital yang kini dibanjiri tsunami.
Pemberontak utara adalah pasukan terkuat di dunia—orang-orang mengenalnya sebagai tentara musim dingin, the winter soldier. Bertubuh tinggi, sanggup hidup di tempat ekstrem, dengan peralatan perang lebih maju daripada benua lain. Sayang, jumlah kami terlalu sedikit.
Namun di tengah tsunami yang bergolak, mereka tetap mampu menembusnya. Dengan unit mobilisasi amfibi yang sanggup menembus salju dan lautan ganas, para tentara musim dingin mengikutiku menghadang arus bencana.
Lalu sebuah bisikan gaib bergetar di telingaku: "Inoe, perang terjadi di pemberontak barat. Pergilah ke sana! Tolonglah mereka sekaligus Laras! Dia masih bisa terselamatkan."
Aku tersentak senang. Laras... masih hidup! Tanpa ragu, aku mengubah haluan bersama pemberontak utara.
"Bergabung dengan pemberontak barat!" komandoku lantang.
Kami berbelok cepat. Namun jalan kami terhalang sesuatu: tornado. Tak hanya satu, melainkan lusinan!
Itu pasti Torue!
Aku tak menyangka penguasa angkasa itu masih hidup. Artinya... Makka belum membunuh semua Kaisar. Sial! Aku tak bisa menuju pemberontak barat. Tapi... Laras, kekasihku!
Keraguan menenggelamkanku. Aku tahu misiku: membunuh para Kaisar. Tapi hatiku menjerit ingin menolong pemberontak barat demi Laras. Keputusan ini hanya karena cinta—namun cinta bukanlah perkara kecil bagiku.
Akhirnya aku memilih jalan tengah. "Para Winter Soldiers, teruslah menuju pemberontak barat! Bantu mereka memenangkan pertarungan! Selamatkan semua yang terluka!" Aku mengangkat suara, memberi perintah terakhir. "Aku akan menangani pembuat tornado ini!"
Aku mengarahkan tatapanku ke langit. Kaisar Torue menantiku. Dan akulah yang akan melawannya.
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.