[DAFTAR PENDEK WATTYS 2023]
Di masa depan yang tidak jauh, bumi-yang-baru tidak lagi milik manusia, tapi dikuasai makhluk kuno bernama MESS, Mortal Entity: Sentient Species.
Namun hari ini, kedamaian hancur saat para Kaisar turun tangan, membantai...
Suara dentuman bas berdentam berkali-kali di tengah gedung yang menembus awan. Tempat gelap yang mengilap. Gemerlap lampu temaram bergelantung di langit-langit. Kumpulan orang dengan pakaian menggoda bertebaran di sana. Mereka menyebut tempat ini sebagai oasis di hamparan kiamat.
Suara gelas mewah berdenting, terkena sebuah kuku merah. Pemiliknya seorang wanita yang sedang menunggu seseorang. Kulitnya putih mulus bagai pualam. Dari wajahnya, jelas darah Asia mengalir kental. Keturunan Tiongkok.
Merah sangat khas di dirinya. Gaun merah ketat di atas lutut. Lipstik merah pekat di bibir. Sepuluh kuku merah licin menghiasi jemari. Rambut pendeknya diikat sederhana. Penampilannya bagai seorang miliarder.
Dari kejauhan, seorang laki-laki berambut jabrik mendekat. Tubuhnya penuh tato—tato burung lebih tepatnya. Rambutnya biru tua. Kulitnya penuh tindik. Orang ini seperti Yakuza, wajahnya oriental seperti pria muda Jepang.
Setibanya di bar yang sama, lelaki Yakuza itu melompat ke kursi tinggi di sebelah wanita bergaun merah. Ia berbisik, "Kamu sudah menunggu lama, Red Bull?"
Wanita berdarah Tiongkok itu melirik tajam. Dengan wajah jijik dan kesal, ia menyingkirkan tangan yang merangkul pundaknya. Seolah jatuh kotoran di tubuhnya, ia langsung menyemprot bekas sentuhan itu.
"Kapan kau berhenti membuat tato burung lagi?" tanyanya gusar.
"Blue Bird! Panggillah namaku sekali-kali!" seru lelaki itu sambil memasang wajah menggoda.
Wanita berambut pendek itu tak menggubris. Matanya digulirkan menjauh, wajah cantiknya pun diseret ke arah lain. Dengan nada jengkel ia mengejek, "Aku penasaran, apakah semua bagian tubuhmu berwarna biru?"
"Tentu!" jawab Blue Bird semangat. "Apa kamu mau melihat--"
Wanita itu menghantam kepala lelaki tak tahu malu itu sampai rambut jabriknya acak-acakan. Ia tak merasa bersalah sama sekali. Dengan nada marah ia membentak, "Kau kira aku sama dengan wanita jalang itu! Ah! Mengapa dia terlambat malam ini?"
"Palingan dia bersama pria tampan itu... si Gold Fish," jawab Blue Bird enteng. "Kamu seharusnya paham, wanita seksi seperti Black Mamba pasti banyak peminat."
Keduanya hanya bisa saling menatap heran. Menunggu dua rekan mereka adalah hal membosankan. Padahal ini pertemuan penting. Sang ketua telah mengadakan panggilan. Hanya untuk empat orang yang berkuasa di benua Cold Sea—Konvergen.
"Hei, maaf kami terlambat!" Seorang wanita berkulit gelap melambai girang tiba-tiba. Rambutnya keriting besar, coklat muda, kontras dengan kulitnya. Dada dan bokongnya montok, gaya bicaranya lembut mendayu-dayu. Pantas banyak pria tergila-gila. "Tadi, Gold Fish lama sekali selesainya."
"Biasalah! Seorang pria perkasa sepertiku banyak peminat!" timpal pria di belakangnya. Rambut emasnya disisir rapi bak artis Hollywood. Wajahnya tampan, tubuh tegap kekar dalam balutan busana modis. "Oke, ayo kita mulai!"
Keempat orang itu akhirnya duduk saling berhadapan. Tatapan mereka sama, mata dipenuhi keangkuhan. Mereka adalah anak buah Romanov. Bersama, mereka melenyapkan semua MESS di benua Cold Sea.
Konvergen sudah datang.
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.