(16) PERTEMUAN YANG TAK TERDUGA

329 42 2
                                        




Suara hingar bingar berdentum keras memenuhi seluruh ruangan hingga suasana di tempat itu membuat siapa saja mudah terlena oleh rayuan pesona dunia yang menawarkan kebahagiaan semu belaka. Di salah satu ruang VIP ada tiga orang sedang berbicara serius membahas suatu rencana. Mereka masih menunggu kehadiran satu orang lagi untuk memuluskan rencana itu. Hampir satu jam mereka menunggu kedatangan orang yang dimaksud namun masih saja belum menampakkan batang hidungnya. Setelah menunggu sekitar dua puluh menit akhirnya seseorang itu pun tiba di sana. Ia menatap lekat ke arah tiga orang yang sedang bercengkrama dan memperhatikannya satu per satu.

"Untuk apa Kau memanggilku ke sini?" ucap seseorang yang baru saja datang.

Ia menatap sinis ke arah satu orang yang dikenalnya.

"Duduk saja dulu. Kita basa basi sebentar sambil minum," suruhnya sok bossy.

"Aku tak punya banyak waktu untuk berbasa basi denganmu. Jadi katakan saja apa sebenarnya maumu?" serunya lantang.

Orang yang diajak bicara tersebut langsung membanting sebuah amplop coklat di atas meja. Sedangkan orang yang sedang berdiri menatapnya masih bergeming sambil menyorot tajam.

"Bukalah! Sisanya akan aku berikan jika tugasmu sudah berhasil."

Orang yang masih berdiri itu segera mengambil amplop yang dimaksud. Sedangkan dua orang rekan yang duduk di sebelah pria berjas hitam yang mengajak bicara pria di hadapannya itu hanya menyeringai.

"Aku tahu Kamu takkan menolaknya," ucap salah satu rekan pria berjas itu.

"Apa yang harus aku kerjakan?" tanya pria yang masih berdiri angkuh di depan mereka.

"Kamu tahu siapa dia?" tanya orang berjas hitam.

Pria yang masih berdiri itu mengamati foto yang ditunjukkan. Setelah memperhatikan dengan seksama akhirnya mengerti.

"Terus awasi dia! Jika saatnya sudah tepat akan aku beritahu tugasmu selanjutnya," imbuh pria berjas hitam.

Pria itu menerima tawaran tersebut dengan senang hati. Kemudian pergi dari night club tersebut untuk melaksanakan tugasnya.








💠💠💠








Pada pukul delapan malam, Ringgo baru sampai di rumah. Ia sedikit heran melihat keadaan rumah itu tampak sepi. Setelah memastikan semua pintu terkunci ia menuju kamarnya untuk istirahat karena lelah dengan pekerjaannya beberapa hari ini yang begitu menguras tenaganya. Saat menuju ruang keluarga, ia memicingkan mata melihat sebuah majalah teronggok di sofa.

Ia pun penasaran kemudian mengambil majalah tersebut. Sejak kapan seorang Firman menyukai majalah fashion. Itulah pertanyaan yang timbul dalam benaknya agak heran dengan sikap sepupunya itu yang tak mudah ditebak.

Perlahan ia membuka halaman demi halaman majalah itu dengan seksama hingga terpaku sesaat ketika memperhatikan seraut wajah seseorang yang asing baginya.

"Aneh, tak biasanya Firman punya majalah kayak gini. Tapi ini mirip dengan seseorang yang tinggal di rumahnya Yudhistira. Kenapa wajahnya kayak tak asing?" gumamnya lirih.

Beberapa bulan yang lalu Ringgo memang tak sengaja menemukan sketsa wajah yang diletakkan di rak TV bagian bawah. Hal itulah yang membuatnya yakin kalau wajah itu mirip dengan gambar seorang gadis yang terpampang di majalah fashion. Bedanya hanya pada penampilan, di sketsa wajah gadis itu terlihat sangat natural dan terkesan lugu sedangkan pada majalah itu menampakkan seorang gadis yang modern lebih cantik dan tampak elegan. Perbedaan itu sangat kentara hingga ia menyimpulkan bahwa orang itu kebetulan mirip atau kemungkinan punya hubungan darah seperti saudara misalnya kembar atau kakak adik. Ia meletakkan majalah itu kembali di tempat semula takut kalau sepupunya itu curiga dan berpikir yang tidak-tidak.







PENJAGA HATITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang