"Begitulah fakta sebenarnya, Mas."
Rama kembali ke masa kini usai berkelana pada masa lalu sekitar tahun 2012 ketika ayahnya mengungkap rahasia besar tentang identitas Cassandra Wulandari yang sengaja ditutup rapat oleh Rini dan Indrawan.
Arfi, Helsa, Monica, dan Rani turut menyimak penuturan pemuda itu. Mereka tampak berwajah sendu karena kisah hidup Sandra benar-benar diluar dugaan. Arfi tak kuasa membendung air mata yang mengalir deras banjiri pipi. Rani yang duduk di sebelahnya mengusap bahu lelaki itu memberikan ketenangan dan kekuatan lebih. Kini mereka pun paham tentang penyebab dendam yang membuat ayah Daniel tega melakukan perbuatan sekeji itu pada adiknya sendiri. Namun satu hal membuat Arfi tak mengerti mengapa Sandra justru menjadi target berikutnya padahal Narendra hanya mengincar nyawa ayahnya.
"Lalu mengapa Sandra harus dicelakai hanya karena mereka saudara seibu?" tanya Siska mewakili rasa penasaran di benak Arfi dan Helsa.
"Karena Narendra tidak ingin dibenci oleh kedua putranya. Dia sengaja membuat skenario seolah-oleh bu Wulan sengaja meninggalkan mereka. Danish menelan mentah-mentah semua cerita palsu itu sehingga dia sangat membenci kak Sandra. Berbeda dengan Daniel yang selama ini justru jatuh cinta dengan kak Sandra dan berusaha meluluhkan hati kak Sandra dengan meminta ijin pada ibu Rini agar menerima pinangannya. Dan saat itu Daniel mengerti bahwa orang yang sangat dicintainya adalah kakaknya dan merupakan anak yang dilahirkan oleh ibunya yaitu Wulandari. Daniel selalu berupaya melindungi Sandra dengan segala cara termasuk menggagalkan pembunuhan itu meskipun semuanya terlambat dan akhirnya Daniel mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya,'" papar Rama menjelaskan sedetail mungkin.
"Lalu mengapa Kak Arfi dan kita semua yang ada di sini menjadi target dendam kakaknya Daniel?" Helsa pun mengajukan pertanyaan serupa.
"Jelaskan, Ram?" desak Arfi.
"Karena Danish membenci orang-orang yang pernah dekat dengan kak Sandra. Waktu itu Daniel mengatakan semuanya usai memberikan kesaksian serta barang bukti untuk menjerat kakaknya."
Jauh sebelum pernikahan Arfi dan Rani, kasus pembunuhan berencana yang menyebabkan kematian Cassandra Wulandari sedang melalui tahap penyidikan dan kini sudah dalam proses persidangan. Beberapa bulan ini pun mereka disibukkan pula untuk hadir di persidangan tersebut. Semua orang yang terkait dengan Sandra memberrikan keterangan pula di persidangan. Mengingat kasus tersebut sudah lama terjadi maka diperlukan banyak bukti dan saksi untuk menjerat pelaku dan itu tidaklah mudah. Namun semua bukti yang dikumpulkan Rama pun memberatkan posisi Danish ditambah lagi bukti-bukti yang diberikan Daniel. Waktu itu Rama sempat menemui Daniel untuk meminta penjelasan tentang kejanggalan kematian kakaknya guna mencari bukti tambahan dengan senang hati Daniel memberikan barang bukti berupa rekaman percakapan Danish ketika menyuruh Carlos untuk melakukan tugasnya. Tak berapa lama kemudian Danish pun dinyatakan sebagai tersangka dan kini sudah menjadi terdakwa. Sebentar lagi persidangan mengenai kasus kematian Cassandra Wulandari hampir selesai dan hanya tinggalenunggu vonis untuk terdakwa.
Sore ini mereka sengaja berkumpul di rumah Arfi untuk membahas perkara itu dan Rama justru mengungkap rahasia besar tentang perjalanan hidup kakak angkatnya yang tidak pernah diketahui oleh orang lain. Namun konspirasi tentang pembunuhan berencana yang menimpa ayah kandung Sandra tidak pernah dilaporkan pada pihak berwajib karena Narendra telah mendapat karma dari perbuatannya tersebut. Rini dan Indrawan sepakat untuk tidak mrmperkarakan itu ke jalur hukum setelah mengetahui fakta tersebut sebab tidak ingin lagi berurusan dengan Narendra demi ketenangan hidup mereka agar Sandra tidak diusik oleh pria ambisius itu. Akan tetapi setiap kejahatan yang dilakukan dengan sengaja pada akhirnya akan mendapat balasan serupa. Setelah kepergian Wulandari yang mengalami depresi, keadaan Narendra pun tak jauh berbeda. Pria itu tertekan karena selalu dihantui mimpi buruk dan akhirnya menyesal. Tak kuat menahan rasa bersalah pria itu pun mengakhiri hidup.
Rini dan Indrawan merasa lega karena hidup mereka dan Sandra tidak lagi dibayang-bayangi kecemasan dan rasa takut karena orang yang telah menyebabkan kakaknya depresi serta menghancurkan kebahagiaannya telah tiada.
"Nasip kak Sandra hampir mirip dengan mbak Nila," cetus Rani setelah menyimak perkataan Rama.
"Nila itu siapa, Ran?" tanya Siska dan Helsa bersamaan.
"Kakaknya dokter Firman," jawab Arfi.
"Dokter ganteng rekan sejawatmu itu, Els?" sahut Siska bertanya pada Helsa dengan mata berbinar.
"Kumat deh ganjennya," sewot Helsa.
"Aku, kan cuma tanya, Els. Siapa tahu dia belum punya gandengan," ungkap Siska sambil membayangkan ketampanan dokter Firman.
"Tenang aja, Kak Siska. Dokter Firman masih single," tukas Rani tersenyum melihat tingkah Siska yang membuat suasana yang agak tegang menjadi rileks.
"Memang kenapa dengan Nila?" tanya Rama penasaran menatap luris pada Rani.
"Nasib mbak Nila hampir mirip dengan kak Sandra. Kalau kak Sandra tetap diakui oleh ayah kandungnya meskipun ayahnya batal menikahi ibunya karena ayahnya meninggal sedangkan mbak Nila keberadaannya tidak diakui oleh ayah kandungnya justru akan dicelakai oleh orang suruhan ayahnya sendiri meskipun pada akhirnya mbak Nila diasuh oleh sahabat ibunya dan harus bersembunyi selama bertahun-tahun agar tidak dicelakai oleh ayahnya."
Rani berkata gamblang mengingat kisah pilu sahabatnya sekaligus dirinya yang terseret rencana jahat dari ayah kekasihnya hingga membuat mereka berpisah.
"Sudahlah, Sayang, jangan diingat lagi!" Arfi menghentikan ucapan istrinya melihat wanita itu nyaris meneteskan air mata.
Arfi mengusap lembut bahu istrinya beri ketenangan.
"Kita semua berharap bahwa ini adalah akhir dari segalanya dan semoga kelak tidak ada lagi kisah Sandra bahkan kisah Nila dan orang-orang yang harus bertanggungjawab atas semua yang terjadi segera menerima konsekuensi dari apa yang mereka perbuat," desah Rama mengakhiri obrolan mereka hari ini.
"Oh iya, mulai sekarang kita buka lembaran baru dan kita hari yang baru bersama pasangan pengantin baru kesayangan kita semua mari kita rayakan kebahagian mereka dengan makan bersama keluarga Yudhistira di rumah ini!" ajak Siska antusias memecah suasana yang tadi sempat melow menjadi suka cita.
"Ya udah kita sama-sama menuju meja makan dan menikmati hidangan yang dimasak Bi Ijah," timpal Helsa.
Mereka pun mengangguk dan berjala mengikuti langkah Helsa dan Siska menuju ruang makan untuk merayakan hari bahagia Arfi dan Rani yang masih belum sempat diwujudkan. Hanya pasangan pengantin baru yang belum beranjak dari ruang keluarga. Arfi masih sibuk menenangkan Rani meskipun istrimya tersebut sudah tak lagi bersedih. Rani hanya terharu dengan kehangatan di keluarga itu yang selalu menyayangi dan menerima kehadirannya tanpa memandang masa lalunya yang kelam. Cinta Arfi yang tulus dan tanpa syarat membuatnya memahami bahwa pria itu benar-benar orang yang pantas mendampinginya tanpa memandangnya sebelah mata.
Kesalahpahaman di antara mereka pun telah usai. Rani tahu betul suaminya hanya cemburu saat Firman dengan sengaja memeluknya waktu itu. Ia nerjanji pada dirinya sendiri takkan membiarkan lelaki itu mendekati bahkan menemuinya kembali.
"Kita gabung sama mereka ya, Sayang?"
Rani hanya mengangguk dengan senyum di kedua sudut bibirnya berjalan beriringan dengan suaminya. Dalam hati mereka berharap agar kebahagiaan senantiasa melingkupi keluarga mereka tanpa ada lagi air mata tanpa ada lagi duka seperti mendung yang pernah menaungi hidup mereka meskipun jalan yang akan dilalui manti tidak semulus yang ia kira setidaknya semua rintangan akan dilalui dengan mudah bila cinta telah menguatkan hati mereka melalui ketulusan, kepercayaan dan kesetiaan.
Bersambung ....
KAMU SEDANG MEMBACA
PENJAGA HATI
Mystery / ThrillerKisah seorang gadis yg sangat putus asa hingga berniat mengakhiri hidup karena depresi dan dipertemukan dengan seorang pemuda yg berhati permata hingga akhirnya mereka menemukan kebahagiaan meski tak mudah menggapainya karena masa lalu masing-masing...
