6. Devan Gilangga Radisya

186 27 1
                                        


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Saya tidak butuh uang anda, yang saya butuhkan hanya kasih sayang dan keperdulian anda

~Violin Arta Ghea~


🍁🍁🍁

Jam pelajaran masih berlangsung, semua murid tengah fokus mendengarkan penjelasan dari guru. Sama halnya dengan kelas lain, kelas 11 ipa 2 kini sangat hening, hanya terdengar gesekan antara kapur dan papan tulis. Arkan sudah datang, namun kali ini dia seperti tidak berminat untuk belajar. Mungkin karena gadisnya tidak masuk sekolah hari ini.

Sedangkan ditempat lain,dua human ini sedang menyusuri koridor sekolah. Siapa lagi kalau bukan Rey dan Teo. Mereka hari ini berniat untuk bolos pelajaran. Rey dan Teo berjalan menuju kelas 11 ipa 2, berniat untuk mengajak vio bolos pelajaran.

Saat sampai di kelas 11 ipa 2 , mereka berdua mencari keberadaan Vio namun nihil. Mata elang Rey menatap Arkan yang nampak lesu di bangkunya. Berhubung bangku Vio dan Arkan berada di dekat jendela, Rey mengetuk jendela itu untuk mengalihkan perhatian Arkan. Sedangkan Arkan yang merasa mendengar ketukan suara dari jendela, mengalihkan pandangannya menghadap jendela.

Rey memberi isyarat kepada Arkan, agar Arkan keluar dari kelas. Arkan yang mengerti isyarat dari Rey mencoba mencari alasan agar bisa keluar dari kelas.

"Bu?" Arkan mengangkat tangannya agar guru yang mengajar mengalihkan pandangan ke arahnya. Guru itu membalikkan badan menatap ke arah Arkan.

"Iya Arkan,ada apa?"

"Maaf bu, saya izin ke toilet bu"

"Baik, jangan Lama-lama" Arkan hanya menganggukkan kepalanya, dan melangkah keluar untuk menemui Rey dan Teo.

Disinilah mereka bertiga sekarang, rooftop sekolah. Dengan Teo yang duduk sembari menyesap batang rokok yang dia bawa, Rey yang berdiri di pembatas rooftop sembari memandangi halaman sekolah dari atas rooftop, dan Arkan yang hanya duduk diam melihat dua makhluk di hadapannya.

"Kalian ngajak gua disini cuma untuk ngliatin lo berdua diem dieman?" Arkan membuka bicara setelah keheningan menerpa mereka. Rey yang semula memandangi halaman sekolah kini beralih menatap Arkan.

"Kenapa Vio nggak masuk? Bukannya lo yang jemput dia tadi pagi?" Sudah Arkan duga jika Rey dan Teo akan menanyakan ini kepadanya.

"Nah ini, ada sesuatu yang mau gue tanyain ke kalian" Rey dan Teo saling menatap, penasaran akan apa yang ditanyakan oleh Arkan.

"Apa?" Tanya Teo mewakili rasa penasaran Rey.

"Gue tadi pagi emang ke rumah Vio, gue di suruh ama satpamnya langsung ke kamarnya, pas sampe kamar dia teriak nama Bang Dev gitu" Arkan menjada ucapannya, membuat Rey dan Teo kembali saling bertatapan, seolah mengerti apa yang akan Arkan tanyakan.

Still With Wounds (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang