❗PASTIKAN FOLLOW DULU SEBELUM BACA❗
.・゜゜・*+:。.。 。.。:+*.・゜゜・
Bagaimana jika Vio gadis yang dingin ini bertemu dengan ketua geng motor. Dan bagaimana jika keluarga Vio memiliki hubungan dengan keluarga ketua geng itu tampa sepengetahuan Vio?. Lalu bag...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
°°°°°
Setidaknya dengan mata terpejam, semua masalah bisa terlupakan meski hanya sesaat.
~Violin Arta Ghea~
🍁🍁🍁
"Gue sayang sama mereka bang, mereka selalu ada buat gue. Gue bertahan karena mereka," Masih di tempat dan posisi yang sama.
Makam Devan adalah tempat ternyaman untuk Vio mengungkapkan keluh kesahnya. "Bang? Bilang ke gue, lo mau balas dendam dengan cara apa ke pembunuh itu?"
"Gue ketemu dia bang, jawab gue bang lo mau gue balas dia dengan cara apa?" Lirih Vio, meminta jawaban pada sang kakak.
"Hiks... Maafin gue bang, gue janji, kalau gue ketemu orang itu lagi, gue bakal bales perlakuan dia ke lo bang." Vio menyeka air matanya, meski pipinya masih basah karena butiran air yang terus menetes.
Tangan Vio bergerak menaburkan bunga di atas makam sang kakak. Masih sepagi ini Vio sudah mendapat bunga, beruntung saat di perjalanan tadi Vio melihat penjual bunga di trotoar. Alhasil Vio membeli bunga untuk di taburkan di makam Devan.
"Gue pergi dulu bang, ada hal yang harus gue urus." Vio pergi meninggalkan makam Devan.
Tujuan Vio saat ini adalah pergi ke suatu tempat untuk menenangkan diri. Butuh satu jam perjalanan dari makam Devan ke tempat ini. Hingga akhirnya Vio sampai di gedung apartemen yang menjulang tinggi.
Ya.. Benar untuk saat ini Vio akan tinggal di apartemen, mengingat dirinya yang tidak ingin tinggal dengan orang tuanya. Sebenarnya bisa saja Vio tinggal di markas sirkuit, tapi markas sirkuit terlalu berisik untuk Vio yang ingin menenangkan diri.
Vio melangkah memasuki, kamar apartemen-nya yang terlihat cukup luas untuk ia tinggali. Helaan nafas kasar terdengar dari mulut Vio, hingga ranjang empuk itu menjadi tempat untuknya merebahkan diri. Untuk beberapa saat mata Vio terpejam. Bagi Vio cara terbaik untuk menenangkan diri dan melupakan masalah adalah dengan tidur.
Untuk sejenak biarkan Vio tertidur lelap, setidaknya untuk melupakan masalah keluarga-nya, dan menghilangkan rasa sakit di kepalanya.
🍁🍁🍁
Sepasang manik mata milik seorang laki-laki terbuka, menyesuaikan cahaya disekitarnya. Arkan, laki-laki itu baru saja bangun dari tidurnya. Semalam Arkan memutuskan untuk tinggal di markas saja, mengingat gadisnya yang masih sakit. Katanya kalo Vio membutuhkannya, Arkan bisa langsung datang,Dasar bucin. Arkan menoleh di samping kanannya, terlihat Rey yang masih hidup di alam mimpinya.