❗PASTIKAN FOLLOW DULU SEBELUM BACA❗
.・゜゜・*+:。.。 。.。:+*.・゜゜・
Bagaimana jika Vio gadis yang dingin ini bertemu dengan ketua geng motor. Dan bagaimana jika keluarga Vio memiliki hubungan dengan keluarga ketua geng itu tampa sepengetahuan Vio?. Lalu bag...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
°°°°° Nggak perlu romantis, kalo hal sederhana saja udah buat kita bahagia
~Arkana Rivandi Alinskie~
🍁🍁🍁
Jam pulang sekolah sudah berakhir. Banyak murid yang mulai keluar kelas untuk segera pulang ke rumah mereka masing-masing. Ingin mengistirahatkan tubuh mereka dari lelahnya belajar di sekolah.
Sama halnya dengan murid lain Vio, Arkan, Rey dan Teo sekarang mereka berjalan menuju parkiran. Mereka juga ingin segera pulang. "Vio biar gue yang nganter" Ucap Arkan yang ditunjukkan pada Rey.
"Ok. Hati-hati jangan apa-apain temen gue, kalo nggak lo bakal berurusan sama gue" Ancam Rey.
"Kolo nggak khilaf"
🍁🍁🍁
"Baru pulang lo?"
Rey menatap jengah sang kakak yang tengah duduk di ruang keluarga. Malas sekali dirinya, baru pulang sekolah sudah di sambut oleh sang kakak yang menyebalkan baginya.
"Ya menurut lo?" Huftt. Kenapa juga kakaknya jam segini sudah di rumah, harusnya kan dia ada di campus.
Sedangkan Sagara hanya tersenyum mendengar jawaban Rey. "Duduk dulu kali, gak capek lo berdiri mulu" Ucap Sagara karena melihat adiknya masih saja berdiri di ambang pintu.
Tuh kan apa Rey bilang. Baginya Sagara itu adalah kakak yang menyebalkan. Entah mengapa dari dulu Rey sangat tidak menyukai kakaknya ini. Meskipun menyebalkan Rey tetap perduli dengan Sagara.
Rey membawa tubuhnya untuk duduk di sebelah sang kakak yang sedang menonton TV. "Tumben lo udah di rumah?" Tanya Rey dengan nada sinis.
"Gak boleh emang?"
"Y.ya boleh sih"
Rey mengambil ponselnya di dalam tas. Kali ini dia akan melanjutkan acara mabar-nya. Dari pada harus jadi batu, karena kakaknya yang irit bicara itu.
"Kapan lo bawa gue ke sirkuit temen lo itu?" Rey menatap sang kakak sekilas kemudian kembali fokus ke ponselnya.
"Ntar deh, kalo gue inget"
"Cepetan dong, gue juga pengen tau teman-teman lo sama orang yang punya sirkuit. Siapa tuh namanya? Vio apa siapa itu?" Ucap Sagara sembari mengingat ingat nama gadis yang di ceritakan mama-nya waktu itu.
Rey menatap tajam Sagara, bagaimana dia tahu tentang Vio? "Lo tau dari mana kalo Vio yang punya sirkuit?" Tanyanya.
"Waktu lo buru-buru pergi setelah angkat telepon. Terus gue di kasih cerita deh sama mama" Jelas Sagara.
Sial mama-nya sudah memberi tahu tentang Vio kepada Sagara. "Ntar deh, gue tanya dulu anaknya" Ucap Rey dan di anggukki oleh Sagara.
Setelah itu hanya keheningan di antara mereka. Rey yang sibuk dengan ponselnya dan Sagara yang sibuk dengan acara televisi. Di rumah Rey hari ini hanya ada Sagara karena Mamanya sedang ada acara dengan teman arisannya.