Pagi-pagi buta, Taehyung akhir nya tiba di rumah sakit, ia menyusul Jisoo di kamar pemulihan, dan bertemu Jennie dengan Sean.
"Jisoo-yaa" Taehyung langsung menghampiri sang istri dengan wajah panik dan penuh sesal, tapi juga lega karena melihat bayi mungil yang berbaring disamping istri nya.
"Dia namja oppa" beri tahu Jisoo, Jennie dan Sean hanya diam, menunggu Taehyung tersadar akan keberadaan mereka.
"Kita namai dia Jihoon" kata Taehyung sambil menggendong sang putra.
"Ehem" Sean berdehem palsu, Jisoo dan Taehyung pun kaget.
"Astaga, oppa, aku lupa, ada Sean, kekasih Jennie yang ikut membantu ku semalam" ujar Jisoo yang lupa akan keberadaan dua sejoli itu di kamar nya.
"Oh, hallo" sapa Taehyung membungkuk hormat, pada Sean.
"Salam kenal, dan terima kasih telah membantu istri ku" lanjut Taehyung, ia kemudian menghampiri Sean dan menjabat tangan kanan pemuda itu.
"Sama-sama hyung, aku juga senang bisa membantu noona" balas Sean.
"Maaf aku tidak melihat kalian tadi" sungkan Taehyung.
"Tidak masalah hyung, aku bisa mengerti" balas Sean.
Dan keesokan hari nya, Jisoo pulang ke rumah bersama bayi Jihoon, dengan di jemput mobil Sean bersama Jennie, sedangkan Taehyung mengikuti nya dari belakang dengan motor nya.
"Maaf ya, rumah ku kecil" Taehyung merasa tak enak hati.
"Santai saja hyung, yang penting nyaman" tutur Sean.
"Unnie mau aku ambilkan minum?" Tanya Jennie pada Jisoo.
"Tidak Jen, terima kasih" tolak nya.
Sementara Rio, ia sedang makan siang bersama sang putri di rumah orang tua nya.
"Akk. . ." Ucap Lia sambil menyodorkan sendok berisi nasi ke mulut sang ayah
"Aaaaakkkk. . . Nyam. . . " Rio menerima suapan sang putri yang masih berusia tiga tahun itu.
"Papa harus banyak makan ne" ujar nya perhatian, Rio terkekeh sambil memangku Lia yang terus menyuapi nya itu.
Selesai makan siang bersama sang putri, Rio pun hendak kembali ke kantor, tapi dalam perjalanan nya, ia melihat mobil sang istri, Rio pun mengikuti nya, ia menduga ada penumpang lain di mobil itu, tapi siapa ia tidak tahu.
Ternyata mobil sang istri menuju ke rumah mereka, dan benar, Sana bersama Jungkook.
"Kenapa harus ke rumah?" Tanya Jungkook cemas.
"Jika kita ke hotel, aku takut akan ada yang mengenali kita" jawab Sana
"Kalau suami mu pulang bagaimana?"
"Ini baru jam makan siang, dia pasti di rumah orang tua nya" Sana mencoba meyakinkan Jungkook, Rio memarkirkan mobil nya jauh dari rumah mereka, ia tentu juga memegang kunci rumah nya sendiri, dan masuk diam-diam tanpa di sadari oleh Sana.
"Oppa terbaik"
"Aaaakkkhhh. . ."
Deg
Lutut Rio rasa nya lemas, mendengar suara desahan sang istri dan Jungkook bersahutan di kamar mereka, tangan Rio gemetar, saking sakit hati nya, ia bahkan tak bisa berbuat apa-apa, andai ia mau, bisa saja Rio langsung masuk, tapi ia memilih pergi, ke kantor Seulgi sang sahabat.
Rio menangis, dadanya sesak, yang ia takutkan terjadi, menangkap basah sang istri bercinta dengan namja lain, Seulgi menatap miris sang sahabat dan menepuk-nepuk bahu nya.
"Jika memang terlalu sakit untuk di pertahankan, kenapa kamu tidak mengajukan gugatan cerai saja?" Tanya Seulgi.
"Aku memikirkan Lia, Seul, dia masih membutuhkan sosok mama nya" alasan Rio.
"Tapi mama nya tak pernah ada untuk Lia, yang justru malah lebih banyak menghabiskan waktu nya dengan mu, Lia tidak butuh Sana, aku yakin itu" ujar Seulgi
"Percuma kamu bertahan, lepaskan wanita yang tak ingin bersama mu, jangan siksa hati mu sendiri, kasihan Lia nanti" saran Seulgi, setelah mendengar nasihat sahabatnya, Rio pun kembali ke kantor, dengan langkah lunglai ia memasuki ruangan nya.
Ceklek
"Papa!" Seru Lia begitu melihat sang ayah datang.
"Lia?" Kaget Rio, sang putri langsung berlari dan memeluk kaki Rio.
"Dia menangis hyung, minta diantar bertemu dengan mu" ujar Sean yang mengantar Lia.
"Benarkah itu sayang?" Tanya Rio pada sang putri yang mengangguk lirih.
"Kenapa? Bukan kah tadi kita habis makan siang bersama" tanya Rio, ia lalu menggandeng tangan Lia dan memangku nya duduk di sofa.
"Entahlah, setelah papa pergi tadi, tiba-tiba rasanya Lia sangat merindukan papa, dan ingin cepat-cepat bertemu lagi" cerita sang putri, raut wajah Rio pun berubah, seperti nya Lia ikut merasakan apa yang dirasakan sang ayah, Sean menatap sang hyung curiga.
"Lia mau disini dengan papa?" Tanya Sean
"Ya uncle" jawab nya mengangguk yakin
"Baiklah, uncle mau ke kampus lagi kalau begitu" ujar Sean.
"Aku pergi hyung" pamit nya.
"Ne, gumawo Sean" balas Rio.
Berbanding terbalik dengan keluarga Taehyung, yang sedang bahagia-bahagia nya karena kehadiran Jihoon, putra pertama nya.
"Soo-yaa, aku membawakan mu ubi manis, kamu pasti lapar kan?" Seru Taehyung memasuki rumah nya sambil menenteng kantong plastik.
"Oppa, selamat datang" sambut Jisoo sambil menggendong Jihoon yang baru saja terlelap.
"Dia sangat kuat sekali menyusu, dan itu membuatku jadi mudah lapar oppa" adu Jisoo, Taehyung terkekeh gemas menatap sang istri.
"Ini makan lah, Jihoon biar ikut oppa" Taehyung meletakan bungkusan ubi manis tadi diatas meja makan dan mengambil alih sang putra.
Jisoo duduk lalu mulai mengupas ubi yang masih hangat itu, sementara Taehyung berdiri sambil menimang sang putra, dan terus menatap kagum wajah menggemaskan Jihoon.
#TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
The Way I Love You
FanfictionCinta dua orang dewasa yang sama-sama pernah mengalami kegagalan dan kehilangan
