42. Akhirnya(END)

1.7K 189 75
                                        

Rio setuju untuk di jodohkan kembali oleh sang ayah dengan Lee Ji-Eun putri tunggal pengacara Lee Donghae.

Acara di gelar secara sederhana, karena ini bukan pernikahan pertama bagi Rio, saat pengantin baru tengah menyalami tamu undangan, Sean hanya bisa berdiri di kejauhan bersama Jennie sang istri, karena Asahi tengah di gendong oleh Seo mommy

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Acara di gelar secara sederhana, karena ini bukan pernikahan pertama bagi Rio, saat pengantin baru tengah menyalami tamu undangan, Sean hanya bisa berdiri di kejauhan bersama Jennie sang istri, karena Asahi tengah di gendong oleh Seo mommy.

"Hyung tak hanya berkorban untuk Jisoo noona, tapi juga untuk kita" gumam nya dengan suara tercekat.

"Maksud oppa?" Bingung Jennie tak mengerti.

"Ia rela di jodohkan oleh daddy, agar aku bisa menikah dengan wanita yang ku cintai, karena hyung tahu, jika ia menolak, bukan tak mungkin daddy nanti akan menjodohkan aku sebagai ganti nya" tanpa di beri tahu, rupa nya Sean sadar kenapa Rio begitu menurut pada kedua orang tua nya, karena ia tak ingin sang dongsaeng menikah karena terpaksa seperti diri nya, bukti bahwa Rio sangat menyayangi Sean, Jennie terkejut bukan main, kedua mata Sean pun berkaca-kaca, melihat senyum paksa sang hyung di depan sana.

"Tapi aku yakin, kali ini oppa pasti akan bahagia dengan pilihan daddy" ucap Jennie menggenggam tangan suami nya itu.

Setelah menikah, Rio dan Ji-Eun tinggal untuk sementara di rumah keluarga Lee, karena Donghae adalah single parents, jadi Rio harus mengikuti sang istri bersama Lia sang putri, mereka pun tengah makan malam bersama untuk pertama kali nya setelah menjadi keluarga.

Ji-Eun mengambilkan nasi untuk appa, suami dan putri sambung nya Lia, dan setelah nya, Donghae mengambil sendiri lauk nya.

"Kalian sudah menjadi suami istri sekarang, Rio, apa kamu akan melarang istri mu untuk bekerja?" Tanya Donghae, Ji-Eun melirik malu pada ucapan sang ayah yang menyadarkan jika ia telah menikah sekarang.

"Lia mau lauk apa sayang?" Tanya Ji-Eun untuk mengalihkan rasa malu dan salah tingkah nya pada sang suami.


"Tidak appa, apa pun karir yang Ji-Eun pilih, Rio akan mendukung nya" jawab Rio, ia tak ingin menjadi suami pengekang dan menyia-nyiakan pendidikan yang sudah Ji-Eun raih selama ini.

"Asal Ji-Eun tetap bisa memprioritaskan keluarga nya, apalagi jika Lia punya dongsaeng nanti" lanjut Rio

Blush


Wajah Ji-Eun semakin merona dengan kata-kata Rio tentang anak.

"Ayam mau?" Tanya Ji-Eun semakin gugup pada Lia, yang di tanya pun mengangguk.

"Lia, mulai sekarang, jangan panggil aunty lagi, dia ibu mu nak, panggilah mommy" ujar Donghae pada Lia, gadis kecil itu menoleh penuh tanya pada sang ayah, yang membalas nya dengan anggukan.

"Lia berani ke kamar sendiri kan?" Tanya Rio setelah selesai makan malam.

"Tidak, Lia mau dengan papa" rengek nya.


"Baiklah, ayo"


"Aku antar Lia ke kamar dulu" pamitnya pada sang istri, Donghae sendiri sudah ke kamar nya lebih dulu.

"N-ne oppa" jawab Ji-Eun tak berani menatap sang suami.

"Ada pekerjaan rumah tidak?" Tanya Rio lagi pada sang putri.

"Ada"

"Sudah di kerjakan?"

"Belum pa"

"Ya sudah, kerjakan, papa temani"

Hampir satu jam Rio di kamar Lia, sementara Ji-Eun sudah berbaring menghadap tembok dengan perasaan tak karuan, takut, cemas, tegang, bahagia, penasaran, semua jadi satu.

Ceklek


Ji-Eun memejamkan kedua matanya rapat-rapat mendengar Rio membuka pintu kamar nya, sang suami nampak memasuki kamar mandi untuk menggosok gigi, Ji-Eun melirik penasaran dan tak sabar, karena Rio begitu lama.

Ia kembali berpura-pura tidur saat mendengar Rio sudah mematikan kran air nya, dan berganti dengan piyama tidur, lalu berjalan menuju ke ranjang mereka, Ji-Eun semakin ketakutan, saat Rio mulai berbaring di samping nya.


Set


Rio yang mengira Ji-Eun sudah tertidur pun tanpa ragu langsung memeluk nya dari belakang, jantung Ji-Eun nyaris melompat keluar atas perlakuan Rio pada nya, dan ia malah jadi tak bisa tidur semalaman karena saking senang nya.

Keesokan hari nya, Rio terbangun, dan tak mendapati sang istri di kamar nya, tapi di ujung ranjang sudah ada satu stel baju kerja yang telah di siapkan oleh Ji-Eun, Rio pun lantas mandi dan bersiap, ia berjalan menuju ke ruang makan yang menyatu dengan dapur, dan menemukan Lia sedang menyiapkan sarapan bersama Ji-Eun di bantu asisten rumah nya.

"Papa tidak minum kopi, tapi susu, karena papa akan sangat sibuk seharian, jadi butuh banyak tenaga" jelas Lia sambil mengaduk susu coklat untuk sang ayah.

"Begitu" gumama Ji-Eun mengangguk paham dengan penjelasan putri nya.

"Papa juga lebih suka nasi, roti dan mie itu jika keadaan yang memaksa, papa baru mau  memakan nya" lanjut Lia, Ji-Eun terkekeh mendengar penuturan Lia, mereka tak sadar Rio tengah berdiri memperhatikan kedua nya.

"Pagi Rio" sapa sang mertua yang tiba-tiba muncul dari belakang nya, Lia dan Ji-Eun pun spontan menoleh, untuk sekian detik, tatapan nya beradu dengan mata coklat Rio.

"Pagi Rio" sapa sang mertua yang tiba-tiba muncul dari belakang nya, Lia dan Ji-Eun pun spontan menoleh, untuk sekian detik, tatapan nya beradu dengan mata coklat Rio

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Pagi appa" Rio lebih dulu mengalihkan tatapan nya karena ada sang mertua.

"Apa menu kita pagi ini?" Tanya Donghae sambil duduk di kursi meja makan.

"Nasi kukus dengan ayam rebus appa" jawab Ji-Eun, Donghae mengerutkan kening nya, merasa asing dengan menu yang baru ia dengar kali ini.

"Masakan Lia, dia ternyata lebih pandai memasak dari pada ahjuma" puji Ji-Eun sambil tersenyum bangga, Rio pun menatap sang putri dengan senyum yang mampu membuat sang istri langsung lemas, saking manis nya.

"Wah benarkah, grandpa ingin cepat-cepat mencoba nya" antusias Donghae.

Lia kemudian menghidangkan nasi putih kukus, serta sepotong daging ayam rebus, lalu menyiram nya dengan kuah kaldu berbumbu, di hadapan sang kakek, Ji-Eun sendiri menghidangkan untuk suami nya.

Krruuukkkk. . .


"Perut grandpa langsung lapar mencium aroma nya" ujar Donghae takjub, ia berhasil memancing tawa di meja makan pagi itu.


"Wah benar sekali, ini adalah makanan terenak yang pernah grandpa makan, mommy mu saja kalah" puji nya.


Dan, Yaa, Rio bahagia hidup dengan Ji-Eun, meski mungkin belum mencintai nya, tapi ia yakin, lambat laun, hati nya akan bisa menerima keberadaan Ji-Eun.
















T A M A T








#masihadaepilog

The Way I Love YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang