Happy reading
Sorry for typoDengan langkah tergesa-gesa Gilbert mendatangi kamar putra bungsunya. Ia menggeram marah. Sial dirinya ceroboh meninggalkan anak itu sendirian cukup lama.
Gilbert pikir El sudah tertidur, jadi ia meninggalkan putranya dan kembali bekerja karena pekerjaan Gilbert yang sangat menumpuk.
"Sialan! Cepat temukan putraku!" Bentaknya kepada para bodyguard yang sedang mencari El di kamarnya.
"JAKE!" Teriak Gilbert memanggil sang pengawal pribadi El.
"I- iya tuan?" Jujur ia merasa sangat gugup berhadapan dengan Gilbert yang sedang marah.
"Temukan dia malam ini juga atau tubuhmu akan menjadi taruhannya," ancamnya.
Jake hanya menunduk hormat dan melanjutkan pencarian El ke seluruh penjuru mansion. Lantas Gilbert memilih untuk ke kamar Jojo, memastikan ia tidak ikut kabur bersama El.
Oliver menunduk hormat akan kedatangan sang tuan besar.
"Buka pintunya," titah Gilbert.
"Baik tuan." Tanpa basa-basi lagi Oliver membuka perlahan pintu kamar Jojo, takut-takut suara bisingnya akan membangunkan bocah itu.
Gilbert bernapas lega sekaligus kesal. Ia lega karena Jojo masih berada di sini namun ia kesal melihat putranya masih belum tidur dan bermain handphone.
"Ini sudah malam Jonathan, letakkan ponselmu atau daddy sita"
"Eh anjir ayam ayam!" Jojo terkejut mendengar suara bariton Gilbert yang terkesan dingin.
"Bahasamu boy." Gilbert menepuk pelan bibir Jojo.
Jojo hanya bisa nyengir saat Gilbert memperingatinya. Namanya juga refleks, kagak bisa dihindari.
"Dad besok aku mau pulang kampung ya? Udah lama loh aku di sini, kasihan Papa dan Mama"
"Tidak"
"Daddy~ daddy tidak boleh egois seperti itu, Mama Jojo kangen sama Jojo, Papa pun begitu"
Gilbert menghela napas panjang. Barusan El kabur dan sekarang Jojo malah ingin meninggalkannya. Namun benar kata Jojo, ia tidak boleh egois. Orang tua Jojo pasti merindukan putra semata wayang mereka.
"Baiklah tapi Oliver akan tetap menjagamu. Sekarang tidur, daddy tidak menerima penolakan"
"Ishh... Bang Oliver gak usah ikut. Bang Oliver suruh jaga El aja, si El kan 100 kali lebih bandel daripada Jojo"
"Iya atau tidak sama sekali"
"Hahhh... Iya deh iya, selamat malam daddy." Jojo membenarkan posisi tidurnya kemudian memejamkan kedua matanya.
"Good night, sleep well baby." Gilbert mengecup singkat kening Jojo kemudian meninggalkan kamar Jojo.
Setelah yakin Gilbert sudah tidak ada, Jojo kembali membuka matanya.
"Huhhh astaga untung saja gak ketahuan." Ia mengelus dadanya, menetralkan jantungnya yang berdegup cukup kencang.
"Sialan lo babi El. Kalau sampai si setan itu buka HP gue bisa mampus kita berdua"
Yup, isi percakapan di kolom chat Jojo dengan El merupakan rencana kabur El. Jojo awalnya tak setuju namun karena paksaan El akhirnya ia setuju membantu El.
Jojo menyewa jasa salah satu temannya yang notabenenya merupakan seorang hacker ternama untuk meretas CCTV mansion.
Sementara itu di sisi lain...

KAMU SEDANG MEMBACA
BABY/I EL
RandomMemiliki paras imut seperti bayi tapi kelakuannya seperti babi, siapa lagi kalau bukan El. Elnathan, anak yang dibuang oleh ibunya sendiri. Sungguh miris nasib El, setiap hari ia harus bekerja untuk memenuhi segala himpitan ekonomi yang dialaminya. ...