Lyora melihat-lihat kue yang di etalase toko itu, bingung untuk memilih kue ulang tahun Edmund. Biasanya Lyora memesan kue ulang tahun Edmund dari jauh hari agar bisa dihias dengan pernak-pernik yang bertemakan pembalap.
Namun, sejak kemarin Lyora disibukkan oleh tugas akhirnya supaya dapat lulus tahun ini. Setelah lama berpikir, Lyora memutuskan untuk membeli kue coklat sederhana dan lilin yang membentuk angka 23.
Setelah kue itu siap, Lyora segera ke mobil dan menaruh kue itu di jok belakang beserta kado dan bunga untuk Edmund.
Lyora tidak tahu keberadaan Edmund saat ini, teman dekat Edmund pun tidak ada yang tahu. Jadi Lyora memutuskan untuk kembali ke apartment.
....
Memencet bel pintu Apartment Edmund sudah Lyora lakukan sejak 20 menit lalu. Hingga Ia memutuskan untuk dilantai karena tidak sanggup menahan kakinya yang pegal karena menggunakan heels.
Entah sudah berapa pesan yang sudah Ia kirimkan ke Edmund dan beberapa panggilan yang tidak kunjung dijawab. Mendesah lelah, Lyora menyandarkan tubuhnya dipintu. Memang pada dasarnya, Edmund tidak pernah membalas pesannya. Dulu pria itu masih membalas walaupun hanya satu kata. Tetapi sejak berpacaran dengan Renata, Lyora semakin diabaikan.
"Mengapa menyukai seseorang begitu mengenaskan ya? Padahal Aku yang lebih dulu mengenal Edmund dibanding perempuan cupu itu"
Sebenarnya Lyora sudah lelah untuk mengejar-ngejar Edmund. Tetapi setiap kali ingin berhenti dan Ia kembali bertemu, lenyap sudah semua usahanya.
"Apa Aku harus menggunakan bantuan pelet? Supaya Edmund tergila-gila padaku" Batin Lyora
Memang disaat-saat yang melelahkan seperti ini. Banyak pemikiran kotor dan licik diotaknya. Namun, belum pernah Ia laksanakan hingga hari ini.
.....
"Kau datang terlambat, Kak"
Edward memang terlambat datang makan malam kali ini. Pekerjaan yang menumpuk ditambah dengan kemacetan kota menjadi paket lengkap untuk membuatnya terlambat hampir 1 jam.
"Kakak mu itu memang sama gilanya dengan Ayahmu"
Arnold sang kepala keluarga yang mendengar itu mendelik tidak terima. Ia mencubit pipi Sofia, istrinya dengan gemas.
"Sudah, lebih baik kita mulai sekarang" Ajak Arnold
Mereka memulai acara tiup lilin dan dilanjut dengan potong kue. Setelah itu Edmund menyuapkan kue pada ibu, ayah, kakak dan yang terakhir Renata.
"Oh iya kak, ini Renata kekasih ku"
Setelah acara kecil-kecilan itu selesai, Edmund memperkenalkan Renata pada Edward. Renata terlihat malu-malu mengulurkan tangan untuk berkenalan yang disambut oleh Edward dengan senyum kecil.
"Lihat itu Edward. Adikmu sudah membawa kekasihnya. Kapan giliranmu? Ingat usiamu yang sebentar lagi menyentuh kepala 3"Omel Sofia
"Nanti"
Mendengar jawaban singkat Edward, Sofia berusaha untuk tidak mengeluarkan tanduknya.
"Bagaimana dengan anak kenalan Mama kemarin?"
"Aku sudah bertemu dengannya"
"Lalu?"
"Entahlah, Aku tidak tertarik"
"Tidak tertarik? Semua yang Mama kenalkan padamu, tidak ada satupun yang membuatmu tertarik?"
Sofia menyipitkan matanya curiga pada Edward.
"Orientasi seksual mu masih benar kan Edward?"
"Sudahlah sayang, Aku lapar. Lagipula Aku yakin Edward masih menyukai wanita" Lerai Arnold yang sudah mengetahui tabiat istrinya itu yang tidak akan puas sebelum mendapati keinginannya
Acara dilanjutkan dengan makan malam bersama. Malam ini mereka makan bersama, suatu hal yang cukup jarang terjadi. Karena biasanya pasti tidak lengkap, entah Arnold atau Edward yang memiliki urusan pekerjaan ataupun Edmund yang memiliki jadwal latihan F2.
Setelah makan malam usai, para lelaki berkumpul diruang keluarga. Sementara Sofia menyiapkan camilan dan minuman yang dibantu oleh Renata.
Edmund merasa bosan, Ia memang tidak memiliki bakat untuk menjadi pengusaha. Mendengar obrolan sang Ayah dan Kakak saja sudah membuat kepalanya sakit. Untunglah ada Ibunya yang datang bersama Renata.
"Hei.. Jangan ada yang membahas tentang pekerjaan lagi. Sudah cukup kalian bekerja terus-menerus"
Sofia yang datang langsung melotot ke arah suami dan anaknya. Ia duduk disamping Arnold dan mencubit perut suaminya yang sudah membuncit begitu memasuki usia 50 tahun.
....
Malam sudah hampir menunjukan pukul 10. Edmund akan mengantar Renata pulang.
"Kalian menginap disini kan?" Tanya Sofia
Melihat itu Edward dan Edmund tidak kuasa menolak, Ibunya memang sudah beberapa kali dalam bulan ini meminta mereka menginap.
"Aku akan mengantar Renata dulu, Ma. Setelahnya Aku akan kembali kesini"
Edmund tidak kembali ke apartment malam ini dan entah bagaimana nasib Lyora yang menunggu disana.
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
Blame The Cupid [Completed]
ChickLitKeterkejutan nampak diwajah Lyora. Seolah darah tersedot dari tubuhnya. Wajahnya pucat pasi menyadari siapa pria yang saat ini tertidur disampingnya. Bagaimana tidak? Ia berencana menjebak Edmund Leonard tapi mengapa yang ada di kasur bersamanya it...
![Blame The Cupid [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/233876871-64-k683373.jpg)