part 13

71.4K 3.8K 109
                                        

Lyora menobatkan liburannya kemarin adalah liburan terburuk. Tentu saja karena Edward yang merusak semua rencana healing nya. Bukannya menenangkan diri dan menghilangkan bayangan pria itu, justru Lyora harus kembali menerima perlakuan brengsek pria itu.

Dan untungnya saat ini, pikirannya sudah tidak dibayangi Edward lagi. Karena ada hal lain yang lebih menakutkan dan membuat Lyora sulit tertidur nyenyak selama satu minggu ini.

"Pergilah ke toilet. Aku takut Kau akan mengeluarkannya disini"

Noel menyentil dahi Lyora, wanita itu sedang melihat laporan tugas akhirnya. Tetapi muka wanita itu tampak seperti orang yang sudah tak tahan untuk membuang hajat.

Lyora menatap Noel dengan mata berkaca-kaca. Kemudian memeluk Noel dan menyerukan kepalanya ke dada Noel yang terbungkus kaus hitam.

Noel hanya mampu menghembuskan napasnya lelah. Lelah menghadapi kelakuan temannya ini. Ia mengusap kepala Lyora sambil melihat sekeliling kafe. Untungnya tidak ada orang. Kalau tidak orang yang melihat pasti akan salah paham. Karena tangisan wanita ini yang sangat memilukan.

"Bagaimana kalau Aku tidak lulus besok?" Lyora tersedu-sedu ketika mengatakannya.

"Kau pasti lulus"

"Tapi Zea tidak lulus"Balas Lyora

Zea adalah salah satu teman satu angkatan mereka. Dua hari yang lalu, Noel dan Zea mendapat jadwal sidang yang sama. Tetapi wanita itu tidak lulus dalam sidang tugas akhirnya.

Hal itulah yang membuat Lyora tidak bisa makan dan tidur dengan baik beberapa hari ini.

Noel sudah mengatakan kalau Ia saja bisa lulus pasti Lyora juga bisa.

Tetapi jawaban mencengangkan keluar dari bibir Lyora "Kau itu pintar Noel, pintar!. Aku dan Zea itu mempunya level otak yang sama"

Ketika mendengar jawaban itupun rasanya Noel ingin tertawa tetapi Ia menahannya.

"Aku sudah mengecek semua laporanmu. Tidak ada yang salah, Aku yakin"

Entah sudah ke berapa kalinya Noel mengatakan kalimat-kalimat menghibur untuk Lyora. Padahal saat inipun Noel sedang mengerjakan revisinya dan besok harus dikumpulkan.

"Kau yakin?"

"Ya, berhentilah menangis. Kita latihan tanya jawab sekarang"

Lyora menggesekan hidungnya ke baju Noel dan mengangkat kepalanya.

Sedangkan Noel hanya bisa berpasrah melihat bagian dadanya yang basah entah karena air mata atau ingus wanita itu.

"Besok pagi Kau harus menjemputku ya. Dan jangan pergi kemana-mana saat Aku sidang"

Dan Noel kembali mengangguk pasrah.

....

Setelah satu jam berada diruangan sidang dengan berbagai pertanyaan. Lyora dipersilahkan keluar untuk menunggu keputusan lulus atau tidaknya.

Ia segera menghambur ke pelukan Noel. Kembali meneteskan air matanya.

"Hei, sudahlah. Kau pasti lulus"

"Kau bisa menjawab semuanya kan" Tanya Noel

Lyora menggeleng "Ada dua pertanyaan yang membuatku kesulitan"

"Tenanglah. Hanya dua, tidak apa"

15 menit kemudian Lyora kembali dipanggil untuk masuk. Rasanya Ia sudah tidak mampu berdiri untuk mendengarkan keputusan dosen penguji.

Tak lama kemudian para dosen penguji keluar dari ruangan. Noel segera berdiri dengan perasaan cemas. Ia menyapa dosen itu singkat. Kemudian melihat Lyora sedang menandatangani berita acara ditemani oleh dosen pembimbing dengan wajah yang cerah walaupun masih ada jejak air mata di pipinya.

Blame The Cupid [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang