part 31

67.3K 3.7K 100
                                        

Sejujurnya Lyora sudah merindukan ranjang empuknya. Setelah memiliki Lili, Ia termasuk orang yang jarang keluar. Biasanya hanya satu minggu sekali, itupun untuk menyenangkan bocah kecil itu.

Dan hari ini Lyora sudah kehabisan energinya. Mulai dari sore tadi, Lyora pergi menggunakan taksi menerjang kemacetan ibu kota dikala jam pulang kerja.

Tadinya Noel ingin menjemputnya dirumah. Tetapi Lyora melarang karena kasihan pada pria itu. Karena Noel akan bolak-balik ditengah jam sibuk hanya untuk mengantar Lyora menemui temannya yang merupakan seorang arsitek.

Mereka membuat janji temu pukul 7 malam. Dan untuk mengisi waktu, Noel mengantar Lyora untuk membeli keperluan pesanan souvenirnya.

Setelahnya mereka langsung menuju restoran yang merangkap sebuah bar. Teman Noel, Andrew sudah tiba ketika mereka sampai.

Lyora mengetahui Andrew saat sedang mencari-cari referensi untuk galeri souvenirnya. Ia melihat sebuah desain yang sangat menarik dan mencoba menghubunginya. Tetapi sangat sulit karena admin dari akun itu mengatakan kalau ingin menggunakan jasa mereka, Lyora hanya bisa membayar booking slot dan baru bisa dilayani dua bulan lagi.

Sempat pesimis, tetapi ketika Lyora menunjukan gambar yang dia inginkan kepada Noel. Noel yang melihat gambar dengan watermark by drew itu langsung berkata kalau Ia mengenal Andrew, ownernya.

Perkataan Noel waktu itu membuat hati Lyora membuncah kesenangan. Ia bahkan mengecup basah pipi pria itu. Yang dihadiahi toyoran pada kepalanya.

Lyora bahkan tak melunturkan senyumnya sewaktu Andrew membahas desain yang diinginkan Lyora. Tak lama mereka berdiskusi karena Andrew belum tau pasti bagaimana kondisi halaman Kathrine.

Setelahnya, mereka beranjak menuju bar yang terletak diatas restoran ini karena Noel ingin menyapa teman-temannya yang sedang kumpul disana.

Hingga pukul setengah sembilan Noel mengantar Lyora pulang dan disinilah sekarang Lyora berada. Di dalam kamarnya bersama pria yang selalu menguras emosi Lyora.

"Kau bisa menemani Lili diluar" Usir Lyora. Ia sudah tak memiliki tenaga untuk meladeni Edward.

Edward bangkit berdiri dari kasurnya dan Lyora mendesah lega melihat itu. Tenaganya sudah dihabiskan dengan bertemu orang-orang tadi.

"Habis berkencan dengan pria itu?" Tanya Edward sarkas.

Baru saja Lyora ingin bersyukur karena Edward tak mengusiknya. Ia memilih tak menggubris Edward.

Tetapi pria seperti Edward tampaknya belum puas kalau belum mencari masalah dengannya "Sepertinya Kau tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk Lili"

"Lebih memilih kekasihmu itu dibandingkan mengurus Lili"

"Oh Aku paham. Pasti kekasihmu itu yang meminta untuk meninggalkan Lili dirumah. So, you can satisfy him"

"Keluarlah" Balas Lyora enggan menjawab semua tuduhan Edward.

Edward menampilkan senyum miringnya melihat Lyora menahan emosinya. Ia memepet tubuh Lyora dan wanita itu sama sekali tidak bergeming.

"What do you get from him? I can give-"

"Kau akan memberikan apapun? Demi perempuan yang Kau sebut murahan ini dan sudah memuaskan banyak laki-laki" Tantang Lyora.

Mata Edward memancarkan kemarahan. Ia menatap lurus ke arah mata wanita yang sedang menatapnya dengan senyum remeh.

"Kenapa? You really want to try it? Aku ingat sewaktu kita— Oh tidak, maksudku sewaktu Kau menikmati Aku dulu. Aku tak melakukan apapun, benar?"

Blame The Cupid [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang