Keterkejutan nampak diwajah Lyora. Seolah darah tersedot dari tubuhnya. Wajahnya pucat pasi menyadari siapa pria yang saat ini tertidur disampingnya.
Bagaimana tidak? Ia berencana menjebak Edmund Leonard tapi mengapa yang ada di kasur bersamanya it...
Lyora menggandeng lengan Noel untuk memasuki butik terakhir di mall ini. Mereka telah mengelilingi banyak toko di dalam mall ini dan tidak ada satupun yang cocok menurut Lyora.
Dan butik ini adalah harapan terakhir Noel. Ya, harapan Noel karena jika Lyora tidak menemukan yang pas juga. Wanita itu tak akan segan untuk menyeretnya untuk berpindah mall. Bisa-bisa Lyora membuat Noel akan mengelilingi kota malam ini.
Mereka disambut hangat oleh pegawai butik. Lyora mulai melihat-lihat sedangkan Noel duduk manis disofa.
Pegawai itu menunjukan koleksi terbatas. Gaun berbentuk A line berbahan velvet warna hitam dengan taburan pernak pernik mengkilap dan aksen manik-manik disekitar lehernya.
"Gaun ini termasuk koleksi terbaru yang butik kami miliki dan hanya ada satu pasang saja"
Lyora mengernyit ketika mendengar penjelasan pegawai butik itu, kemudian bertanya "Satu pasang?"
"Ya, Nyonya. Koleksi terbatas kami untuk pakaian pesta edisi couple. Gaun dan jas ini sangat cocok untuk Nyonya dan Tuan kenakan"
Pegawai itu tersenyum ramah menatap Noel yang masih sibuk dengan handphonenya. Sedangkan Lyora menyadari jika disebelah gaun itu terdapat setelan jas yang senada dengan gaun tersebut.
"Dia bukan kekasihku"
Mendengar penjelasan Lyora, pegawai itu tersenyum malu dan meminta maaf dengan sopan atas sikapnya. Setelah itu, Ia menunjukan koleksi gaun pesta yang mungkin sesuai dengan selera Lyora.
Lyora tertarik pada satu gaun yang tidak bisa dibilang sederhana. Ia mencobanya dan keluar dari fitting room. Menunjukannya pada Noel.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Apakah terlalu mencolok?"
Noel mengangkat wajahnya. Ia sempat terdiam sesaat sebelum menjawab "Ya"
"Bagus" Balas Lyora dengan wajah sumringah
"Bagus katamu? Gaun itu memang mencolok tetapi mencolok dibagian dada mu, bodoh"
Noel menarik napas setelahnya. Ia tak habis pikir dengan jalan pikiran Lyora.
Lyora mengabaikan perkataan Noel dan berbicara dengan pegawai itu "Aku akan ambil yang ini"
Setelah itu Ia kembali mengganti baju dan menyelesaikan pembayaran. Kemudian badan Lyora diukur untuk memperbaiki bagian yang longgar di gaun itu agar sesuai dengan ukuran Lyora. Ia juga menuliskan alamat apartemennya agar gaun itu dapat dikirimkan jika sudah selesai.
Kemudian Ia dan Noel beranjak menuju pintu butik. Sebelum keluar, terdapat wanita dewasa yang masih sangat cantik dengan dandanan elegan memasuki butik.