Lyora segera turun dari mobil begitu melihat Edmund yang baru sampai dan sedang berjalan menuju gedung fakultas.
"Edmund!" Teriak Lyora sambil berlari tanpa kenal malu. Orang-orang di universitas sudah mengetahui kalau Lyora sangat tergila-gila pada Edmund Leonard.
Lyora yang berhasil menyamai langkah Edmund, merangkulkan tangannya pada lengan Edmund. "Nanti antar Aku pulang ya? Aku tidak bawa mobil, supirku juga sedang sakit"Pinta Lyora dengan muka memelas.
Edmund memutar bola matanya malas. Lyora bagaikan hama yang ingin Edmund musnahkan. Ia berusaha melepaskan rangkulan tangan Lyora "Lepas!"
Lyora semakin mengeratkan rangkulannya. "Ayolah, lagipula kita kan tinggal di Apartmen yang sama" Kata Lyora tanpa mempedulikan kekesalan Edmund
Lyora tinggal di Apartment Central Building. Apartment yang sama dengan Edmund, tepatnya Lyora yang sengaja pindah ke tempat itu demi bisa berdekatan dengan Edmund.
Edmund langsung melepas tangan Lyora dengan kasar, begitu Ia melihat seorang perempuan yang membawa banyak buku tebal bernama Renata, kekasih Edmund.
Lyora yang melihat itu langsung berekspresi masam. Ia sangat kesal, mengapa Edmund menyukai Renata si kutu buku yang jelas-jelas termasuk kaum rendahan dan sering di bully.
Edmund meninggalkan Lyora dan menggandeng lengan Renata.
Dengan gontai, Lyora pergi menuju kelas. Setelah Edmund menjadikan si kutu buku sebagai kekasihnya. Lyora terkadang di cemooh karena dianggap kalah dengan seorang Renata yang dipilih Edmund.
Sesampainya di kelas, Ia duduk di barisan belakang. Lyora tidak memiliki teman karena semua teman seangkatannya telah lulus. Ini juga yang menyebabkan tidak memikiki teman, Ia dianggap hanya cantik dan kaya tetapi otaknya kosong.
"Tumben kau sudah datang?"Sapa Noel yang langsung duduk di sebelah Lyora. Bisa dikatakan hanya Noel yang menjadi teman Lyora disini. Laki-laki itu merupakan teman seangkatan Lyora yang belum lulus karena mengambil cuti kuliah akibat kecelakaan.
"Hmm.. Kau pasti tau alasanku"Jawab Lyora sambil memamerkan barisan giginya
Noel menggelengkan kepalanya "Edmund lagi?"
Lyora menepukan tangannya pada kepala Noel "Anak pintar"katanya
Noel mendengus "Sampai kapan kau akan menunggu Edmund dan mengorbankan waktumu hanya untuk bermain-main disini?"
"Aku rela menghabiskan seluruh waktuku untuk Edmund"
Sedang Noel memutar bola mata malas "Dasar budak cinta"
....
Drt drt
Handphone Lyora berdering, nama Ayahnya tertera disana. Ia hanya memejamkan mata sebelum mengangkat panggilan itu.
"Halo Dad"
"Nilai apa yang Kau dapat di mata kuliah manajemen bisnis itu? Kau berniat mempermalukanku?"
Suara Ayahnya terdengar begitu keras walaupun Lyora tidak menyalakan Loudspeaker. Tanpa basa basi Ayahnya langsung memakinya.
"Bukan begitu, Dad"
"Aku tidak ingin mendengar alasanmu. Segera perbaiki nilaimu itu"
"Jadilah berguna, Lyora"
Dan hanya seperti itu, sambungan itu terputus.
"Jadilah berguna"
Kata-kata yang selalu dilontarkan Ayahnya itu kepada dirinya dan seharusnya Lyora tidak perlu merasakan sakit setelah puluhan kali kalimat itu sudah terlontar.
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
Blame The Cupid [Completed]
ChickLitKeterkejutan nampak diwajah Lyora. Seolah darah tersedot dari tubuhnya. Wajahnya pucat pasi menyadari siapa pria yang saat ini tertidur disampingnya. Bagaimana tidak? Ia berencana menjebak Edmund Leonard tapi mengapa yang ada di kasur bersamanya it...
![Blame The Cupid [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/233876871-64-k683373.jpg)