"Mommy. Wake up"
"Mommy" Bocah perempuan itu mulai kesal karena ibunya tidak segera bangun.
"Mommy" Rengek Lili
Lyora sendiri sudah terbangun sejak merasakan pergerakan dipelukannya. Hanya saja Ia berpura-pura tidur. Tampaknya putri kecilnya merengek karena melihat jam yang sudah menunjukan pukul 7.
Lili memang sudah bisa membaca jam digital. Dan bocah itu tau kalau sebentar lagi sekolahnya akan dimulai. Ia harus segera bersiap sementara ibunya masih tertidur.
Lyora menangkap tangan mungil yang mengusap wajahnya itu "Tidak usah sekolah hari ini"
Lili mulai memberontak dengan menarik tangannya dari genggaman Lyora dan mulai menangis.
"Ya, ya ya. Jelek sekali. Kalau steven lihat pasti Ia langsung lari"
Ledekan itu membuat tangisan Lili semakin menjadi. Ia menyembunyikan wajahnya didada Lyora.
Steven sendiri adalah teman sekelas pre-school Lili disini. Mereka bahkan bergandengan tangan di hari pertama Lili masuk. Secepat itu anaknya melupakan Jeff yang berada di Belanda.
"Mau sekolah" Rengek Lili lagi
"Give me a lot of kiss" Pinta Lyora
Dan segera dilakukan oleh Lili. Lyora terkikik geli mendapat banyak ciuman basah dari putrinya. Semangat paginya seolah terisi penuh karena putrinya. Putrinya yang sangat menggemaskan membuat Lyora tak menginginkan apapun lagi.
....
Hari ini Lyora mengantar Lili menggunakan taksi. Karena mobil beserta supir dibawa oleh Kathrine yang memiliki jadwal shooting diluar kota selama dua minggu. Awalnya Kathrine ingin mencarikan Lyora mobil baru, namun Lyora menolak.
"Lili senang berada disini?"
Pertanyaan Lyora diangguki antusias oleh Lili "Senang"
"Lebih senang disini atau di rumah kita yang dulu?"
"Lili senang dua-duanya. Tapi disini banyak makanan enak"
Jawaban Lili membuat Lyora mendengus. Pasti maksud bocah itu karena di rumah Kathrine ada si mbok yang pandai memasak dan membuat camilan untuk Lili. Kalau saat di Belanda, Lili hanya makan masakan ala kadarnya karya Lyora walaupun dapat dipastikan Lyora memberi gizi yang baik. Tetapi memang tidak dapat dibandingkan dengan masakan si mbok.
"Kapan Daddy No datang, Mommy?"
Kemarin memang Noel datang lagi untuk bermain bersama Lili dirumah. Bahkan Lili sampai menangis ketika Noel akan pulang. Bocah itu tak mau menerima segala alasan yang dikatakan padanya.
Hingga Noel mengatakan akan pergi dulu untuk membelikannya rumah barbie yang Lili lihat ketika mereka berjalan menuju parkiran di mall. Barulah bocah itu melepaskan Noel.
"Mommy tidak tau. Sepertinya Daddy No masih mencari rumah barbie" Lyora menahan tawanya ketika mengatakan itu. Ia membayangkan Noel menenteng rumah barbie yang besar itu dari toko.
"Lili sudah tidak sabar"
Setelah 15 menit, mereka sampai didepan sekolah Lili. Lyora turun setelah mengucapkan terimakasih.
Lyora cukup kerepotan karena putrinya ini membawa banyak barang. Yang benar saja bocah itu sudah membawa ransel kesayangannya yang berwarna pink, kemudian Lili juga memaksa untuk membawa tas roda bergambar elsa. Serta sebuah boneka ditangannya. Sebelah tangan Lyora menyeret tas roda itu dan sebelah lagi menggandeng tangan Lili untuk memasuki gedung sekolah. Didepan sana sudah terdapat guru yang menyambut kedatangan para murid pre-school.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blame The Cupid [Completed]
Chick-LitKeterkejutan nampak diwajah Lyora. Seolah darah tersedot dari tubuhnya. Wajahnya pucat pasi menyadari siapa pria yang saat ini tertidur disampingnya. Bagaimana tidak? Ia berencana menjebak Edmund Leonard tapi mengapa yang ada di kasur bersamanya it...
![Blame The Cupid [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/233876871-64-k683373.jpg)